KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupJokowi Blusukan Asap: Tahun Depan Indonesia Harus Tanpa Asap oleh : Wahyu Ari Wicaksono
27-Nov-2014, 15:09 WIB


 
 
Jokowi Blusukan Asap: Tahun Depan Indonesia Harus Tanpa Asap
KabarIndonesia - Pekanbaru, 27 November 2014 – Kesediaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Blusukan Asap ke Riau melihat lokasi kebakaran lahan gambut dan hutan menumbuhkan harapan Indonesia bisa bebas tanpa asap pada tahun depan. Ini menunjukkan komitmen Presiden Jokowi menjadikan penyelesaian
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA





  • M
  • 24-Des-2006, 11:12:29 WIB







 
BERITA LAINNYA
 
 
Pelaku Judi Dadu Gurak Diamankan 17 Nov 2014 14:58 WIB

 
Kepiawaian Jemari Pencari Nafkah 21 Nov 2014 11:04 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Maaf dan Terimakasih untuk Ibu 28 Nov 2014 13:58 WIB


 
 
BUDAYA

Keripik Jengkol Gado-gado Lontong
Oleh : Elisa Koraag | 29-Nov-2006, 09:37:39 WIB

Kalimat judul di atas bukanlah penggalan pantun. Kalau anda asli Betawi maka pasti anda paham dengan kalimat tersebut. "Keripik jengkol gado-gado lontong" adalah nama permainan anak-anak Betawi, itu tertulis dalam buku pelajaran Pendidikan Kesenian Jakarta terbitan Penerbit Yusdhistira.

Aku baru saja selesai mandi dan mengeringkan badan ketika mendengar ledakan tawa Bas, Van dan papanya di kamar. Aku yang mendengar, ikut tertawa soalnya tawa mereka terdengar gembira sekali. Ku percepat mengeringkan badan dan mengenakan daster lalu keluar kamar mandi dan menuju ke kemar tidur.

Permandangan yang kulihat memang mengundangku untuk ikut tertawa. Frisch duduk berhadapan dengan Bas dipisahkan meja belajar kecil yang bisa di lipat dan dipindahkan. Wajah Frisch masih tersenyum, bibirnya tertarik ke samping dan matanya nampak jenaka dengan binar-binar bahagia. Sebatang pinsil terselip ditelinganya. Sesekali Frisch menggeleng-gelengkan kepala atau menggelembungkan pipinya hingga tampak seperti balon.

Bastiaan yang duduk dihadapan papanya, tertawa sambil memegang perut. Matanya yang tidak terlalu besar makin menyipit karena tertawa. Sedangkan Van di tempat tidur berguling-guling sambil menghentakkan kakinya di kasur.

"Hey girang sekali, bagi-bagi dong sama mama!" Ujarku sambil mendekati Van dan menariknya dalam pelukanku. "Ayo Van, cerita, mengapa semua tertawa?" tanyaku lagi sambil mencium tubuhnya."Ayo cerita Bas" Ku dengar Suara Frisch. Bas dan Van masih tetap tertawa. Lalu ku dengar Van berkata: "Coba deh papa nyanyi lagi!". Bastiaan ikut mendukung dan menunjuk ke arah papanya dengan sebelah tangan, sementara tangan satu masih di perut. Bas masih tertawa.

Frisch pun mulai melagukan "Keripik jengkol, gado-gado lontong. Keripik bau makannya jangan banyak-banyak!" tawa Van dan  Bas meledak lagi. Aku paham. Jika aku suka mengubah syair lagu untuk mendorong Bas dan Van melakukan sesuatu, seperti menggosok gigi maka Frisch suka mengganti syair lagu untuk jadi bahan tertawaan.

Bastiaan sedang belajar Kesenian Jakarta, salah satu yang dipelajari adalah jenis-jenis permaianan anak Jakarta. Sudah beberapa kali Frisch mengeluh dalam mengajarkan Bas mengenai pelajaran ini. Menurutnya seharusnya ini bukan pelajaran cukup sebagai pengetahuan artinya menurut Frisch tidak perlu ada uji kompetensi.

Aku mengambil buku Bas dan membaca sejenak. "Ini permainan mama dulu, waktu mama kecil. Lagunya memang seperti itu" Ujarku. "Kok saya tidak tahu?" tanya Frisch. "Kamu besarnya dimana?""Di Bogor" Jawab Frisch lugu "Ya inikan permainan anak Jakarta, kalau kamu tidak tahu ya pantas saja" jawabku."Masa ada permainan seperti itu" kata Frisch lagi "Buktinya ada di buku pelajaran Bas. Dulu kami memainkannya" Ujarku.

"Kalau gitu, kamu saja yang jelaskan" Ujar Frisch. Seraya berdiri dan menangkap Van yang sedang memainkan rambutku.
Ku minta Bas membacakan dengan keras materi pelajaran "Keripik jengkol gado-gado lontong". Setelah Bas selesai membacakan, aku menguji dengan beberapa pertanyaan yang menjadi kunci dari permainan tersebut.

Permainan keripik jengkol gado-gado lontong, bisa dimainkan paling sedikit oleh berapa orang? (Jawab, 3 orang ). Bagaimana posisi para pemain? (Jawab, Berdiri saling membelakangi dan kaki kiri di bengkokan). Bagaimana posisi kaki para pemain seanjutnya?( Jawab: kaki yang sudah dibengkokkan saling berangkai atau berkait). Setelah kaki pemain terangkai atau terkait apa lagi yang dilakukan? (Jawab, para pemain tersebut berlompat-lompat dan bertepuk tangan sambil menyanyikan keripik jengkol gado-gado lontong) "Kapan permainan tersebut berakhir? (Jawab: Jika rangkaian kaki terlepas)

Usai menguji Bas dari terori permainan tersebut, aku mengajak Bas dan papanya untuk mempraktekan permainan tersebut. Van tidak diajak serta karena terlampau kecil. Ia cukup jadi penonton sambil tertawa-tawa. Permainan ini mudah, cuma menjadi tidak mudah jika aku dan Frisch yang sudah kelebihan berat badan harus mengaitkan kaki-kaki kami  ke kaki Bas yang kecil. Tapi upaya kami akhirnya berhasil juga setelah memerlukan usaha dan kesabaran  menahan rasa geli. kaki kami bertiga terkait. Mulailah kami melompat perlahan-lahan sambil bernyanyi "Keripik jengkol gado-gado lontong" berulang-ulang tanpa ditambahkan" Keripik bau makannya jangan banyak-banyak!"

Aku telah mempraktekan  pendidikan pada anak dengan metode Belajar sambil bermain. Bukan karena merasa sok pinter atau mencoba-coba biar kelihatan terdidik. Sungguh aku melakukannya karena memang harus dimainkan. Dengan tujuan agar Bas senang mempelajarinya dan tidak merasa tertekan dengan begitu aku dan papanya bisa berharap Bas bisa mengerjakan soal-soal pada uji kompetensinya dengan baik juga.

Permainan-permainan dalam buku pelajaran tersebut, adalah jenis-jenis permainan yang memang aku mainkan ketika kecil dulu. Aku merasa geli karena untuk generasi sekarang permainan itu harus dituliskan dalam teori yang dipelajari. Bukan  jenis permainan sebagai ajang sosialisasi. Seiring berjalannya waktu, permainan anak-anak yang yang biasa dimainkn pada waktu bulan purnama kini tinggal menjadi catatan dalam pelajaran buku sekolah. (Icha Koraag. 29 Nov 2006)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Crowne Plaza Semarangoleh : Kabarindonesia
20-Nov-2014, 19:12 WIB


 
  Crowne Plaza Semarang Crowne Plaza adalah sebuah hotel Internasional terbaru di Semarang. Hotel ini merupakan bagian dari Grup Hotel InterContinental, sebuah hotel baru yang dinamik dan terdapat di hampir 60 Negara di dunia.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Ketika Nyerobot Menjadi Budaya 28 Nov 2014 13:53 WIB

Jangan Sepelekan Sampah 25 Nov 2014 19:19 WIB

 

 

 
Pemkab Bakal Poles Kota Kasongan 27 Nov 2014 13:07 WIB

 
1795 RTS Pulpis Terima Dana PSKS 26 Nov 2014 15:05 WIB

 
Thailand Permalukan Singapura 2-1 24 Nov 2014 11:17 WIB

 
Dian Ediono, Pemimpin Masa Depan 07 Nov 2014 01:42 WIB


 

 
Biasakan Tidur Siang Secukupnya 27 Nov 2014 12:46 WIB

Tawas Ampuh Hilangkan Bau Badan 26 Nov 2014 17:31 WIB

 
Rela Antri Demi Satu Tujuan 29 Nov 2014 00:20 WIB

Endemik Pulau Sumatra 26 Nov 2014 17:34 WIB

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia