KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniBeratnya Menghormati dan Bertoleransi oleh : Fida Abbott
16-Jul-2016, 11:45 WIB


 
 
Beratnya Menghormati dan Bertoleransi
KabarIndonesia - Idul Fitri sudah lewat. Saya yakin dari minggu lalu sudah banyak pemudik yang kembali ke rumah masing-masing. Lain halnya di Pennsylvania, USA. Tak ada perbedaan saat Idul Fitri tiba, hingga
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA





  • M
  • 24-Des-2006, 11:12:29 WIB







 
BERITA LAINNYA
 
Lowongan Desain Grafis Freelance 11 Jul 2016 15:53 WIB

 

 
Aku 16 Jul 2016 10:25 WIB

Sahabat 16 Jul 2016 10:20 WIB

 
Desa Cimanggu Menuju Desa Wisata 18 Mei 2016 10:53 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Anakku Tertular Virus Menulis 23 Jun 2016 10:38 WIB

 
 
BUDAYA

Keripik Jengkol Gado-gado Lontong
Oleh : Elisa Koraag | 29-Nov-2006, 09:37:39 WIB

Kalimat judul di atas bukanlah penggalan pantun. Kalau anda asli Betawi maka pasti anda paham dengan kalimat tersebut. "Keripik jengkol gado-gado lontong" adalah nama permainan anak-anak Betawi, itu tertulis dalam buku pelajaran Pendidikan Kesenian Jakarta terbitan Penerbit Yusdhistira.

Aku baru saja selesai mandi dan mengeringkan badan ketika mendengar ledakan tawa Bas, Van dan papanya di kamar. Aku yang mendengar, ikut tertawa soalnya tawa mereka terdengar gembira sekali. Ku percepat mengeringkan badan dan mengenakan daster lalu keluar kamar mandi dan menuju ke kemar tidur.

Permandangan yang kulihat memang mengundangku untuk ikut tertawa. Frisch duduk berhadapan dengan Bas dipisahkan meja belajar kecil yang bisa di lipat dan dipindahkan. Wajah Frisch masih tersenyum, bibirnya tertarik ke samping dan matanya nampak jenaka dengan binar-binar bahagia. Sebatang pinsil terselip ditelinganya. Sesekali Frisch menggeleng-gelengkan kepala atau menggelembungkan pipinya hingga tampak seperti balon.

Bastiaan yang duduk dihadapan papanya, tertawa sambil memegang perut. Matanya yang tidak terlalu besar makin menyipit karena tertawa. Sedangkan Van di tempat tidur berguling-guling sambil menghentakkan kakinya di kasur.

"Hey girang sekali, bagi-bagi dong sama mama!" Ujarku sambil mendekati Van dan menariknya dalam pelukanku. "Ayo Van, cerita, mengapa semua tertawa?" tanyaku lagi sambil mencium tubuhnya."Ayo cerita Bas" Ku dengar Suara Frisch. Bas dan Van masih tetap tertawa. Lalu ku dengar Van berkata: "Coba deh papa nyanyi lagi!". Bastiaan ikut mendukung dan menunjuk ke arah papanya dengan sebelah tangan, sementara tangan satu masih di perut. Bas masih tertawa.

Frisch pun mulai melagukan "Keripik jengkol, gado-gado lontong. Keripik bau makannya jangan banyak-banyak!" tawa Van dan  Bas meledak lagi. Aku paham. Jika aku suka mengubah syair lagu untuk mendorong Bas dan Van melakukan sesuatu, seperti menggosok gigi maka Frisch suka mengganti syair lagu untuk jadi bahan tertawaan.

Bastiaan sedang belajar Kesenian Jakarta, salah satu yang dipelajari adalah jenis-jenis permaianan anak Jakarta. Sudah beberapa kali Frisch mengeluh dalam mengajarkan Bas mengenai pelajaran ini. Menurutnya seharusnya ini bukan pelajaran cukup sebagai pengetahuan artinya menurut Frisch tidak perlu ada uji kompetensi.

Aku mengambil buku Bas dan membaca sejenak. "Ini permainan mama dulu, waktu mama kecil. Lagunya memang seperti itu" Ujarku. "Kok saya tidak tahu?" tanya Frisch. "Kamu besarnya dimana?""Di Bogor" Jawab Frisch lugu "Ya inikan permainan anak Jakarta, kalau kamu tidak tahu ya pantas saja" jawabku."Masa ada permainan seperti itu" kata Frisch lagi "Buktinya ada di buku pelajaran Bas. Dulu kami memainkannya" Ujarku.

"Kalau gitu, kamu saja yang jelaskan" Ujar Frisch. Seraya berdiri dan menangkap Van yang sedang memainkan rambutku.
Ku minta Bas membacakan dengan keras materi pelajaran "Keripik jengkol gado-gado lontong". Setelah Bas selesai membacakan, aku menguji dengan beberapa pertanyaan yang menjadi kunci dari permainan tersebut.

Permainan keripik jengkol gado-gado lontong, bisa dimainkan paling sedikit oleh berapa orang? (Jawab, 3 orang ). Bagaimana posisi para pemain? (Jawab, Berdiri saling membelakangi dan kaki kiri di bengkokan). Bagaimana posisi kaki para pemain seanjutnya?( Jawab: kaki yang sudah dibengkokkan saling berangkai atau berkait). Setelah kaki pemain terangkai atau terkait apa lagi yang dilakukan? (Jawab, para pemain tersebut berlompat-lompat dan bertepuk tangan sambil menyanyikan keripik jengkol gado-gado lontong) "Kapan permainan tersebut berakhir? (Jawab: Jika rangkaian kaki terlepas)

Usai menguji Bas dari terori permainan tersebut, aku mengajak Bas dan papanya untuk mempraktekan permainan tersebut. Van tidak diajak serta karena terlampau kecil. Ia cukup jadi penonton sambil tertawa-tawa. Permainan ini mudah, cuma menjadi tidak mudah jika aku dan Frisch yang sudah kelebihan berat badan harus mengaitkan kaki-kaki kami  ke kaki Bas yang kecil. Tapi upaya kami akhirnya berhasil juga setelah memerlukan usaha dan kesabaran  menahan rasa geli. kaki kami bertiga terkait. Mulailah kami melompat perlahan-lahan sambil bernyanyi "Keripik jengkol gado-gado lontong" berulang-ulang tanpa ditambahkan" Keripik bau makannya jangan banyak-banyak!"

Aku telah mempraktekan  pendidikan pada anak dengan metode Belajar sambil bermain. Bukan karena merasa sok pinter atau mencoba-coba biar kelihatan terdidik. Sungguh aku melakukannya karena memang harus dimainkan. Dengan tujuan agar Bas senang mempelajarinya dan tidak merasa tertekan dengan begitu aku dan papanya bisa berharap Bas bisa mengerjakan soal-soal pada uji kompetensinya dengan baik juga.

Permainan-permainan dalam buku pelajaran tersebut, adalah jenis-jenis permainan yang memang aku mainkan ketika kecil dulu. Aku merasa geli karena untuk generasi sekarang permainan itu harus dituliskan dalam teori yang dipelajari. Bukan  jenis permainan sebagai ajang sosialisasi. Seiring berjalannya waktu, permainan anak-anak yang yang biasa dimainkn pada waktu bulan purnama kini tinggal menjadi catatan dalam pelajaran buku sekolah. (Icha Koraag. 29 Nov 2006)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pemudik Sepeda Motoroleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
11-Jul-2016, 01:18 WIB


 
  Pemudik Sepeda Motor Para pemudik bersepeda motor melintas di Jalan Klaten Selatan pada ruas Jalan Jogja-Solo, untuk kembali ke Jakarta, Minggu, 10 Juli 2016. Sepeda motor menjadi pilihan ribuan pemudik karena fleksibilitas moda angkutan ini. Meskipun beberapa perusahaan menyediakan angkutan gratis untuk mudik,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
TNI Tanggap Bencana 24 Jun 2016 12:59 WIB

 

 
 

 

 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia