KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilDian Ediono, GM Garuda Indonesia dan Gaya Kepemimpinan Indonesia oleh : Robert - Hoki
15-Sep-2014, 11:02 WIB


 
 
Dian Ediono, GM Garuda Indonesia dan Gaya Kepemimpinan Indonesia
KabarIndonesia - Belanda, Kompetisi bisnis antar maskapai penerbangan di Indonesia tergolong tinggi. Pasalnya banyak perusahaan swasta, asing dan milik negara yang memperebutkan pelanggan.
Kesuksesan Garuda Indonesia, sebagai salah satu perusahaan berpelat merah (milik negara) yang bergerak dalam dunia penerbangan dalam negeri
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 
Polisi Gadungan Ditembak Polisi 11 Sep 2014 04:52 WIB


 
Mengaduk Rasa 15 Sep 2014 10:45 WIB

Pergi 12 Sep 2014 12:44 WIB

 
Sumut Gelar Festival Budaya 03 Sep 2014 12:58 WIB



 
BERITA LAINNYA
 
Gita Gutawa, Diva Muda Indonesia 06 Sep 2014 09:34 WIB

Raffi Achmad Tagih Janji Jokowi 31 Aug 2014 04:13 WIB

 

 

Musik Baru Indonesia

 
BUDAYA

Musik Baru Indonesia
Oleh : Berty Hari Sulistyo | 31-Aug-2007, 19:47:51 WIB

KabarIndonesia - Musik, sebuah produk budaya yang telah mengubah hidup banyak orang. Musik mampu membawa seseorang dalam ekstase kondisi tertentu, riang, sedih, atau mungkin melankoli. Musik tak pernah mati karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk seni, akan selalu berhadapan dengan indera perasa. Musik adalah milik semua orang, tidak terbatas ruang dan waktu. Musik berkembang, musik berevolusi. Manusia akan senantiasa berusaha memuaskan indera perasanya dan mencari kenikmatan yang lebih.Musik mengiringi eksistensi sebuah kebudayaan.
 
Pun dengan Indonesia, musik tumbuh subur di sini. Keanekaragaman budaya etnis menjadi khazanah latar belakang musik yang lahir dan berkembang. Indonesia punya alat musik, cengkok/pattern musik, dan genre musik yang variatif. Hampir setiap propinsi di Indonesia memiliki genre musiknya sendiri. Setiap daerah memiliki nama genrenya masing-masing, semisal Jawa dengan "tembang"nya. Untuk mempermudah pemahaman pemilahan musik, genre-genre inilah saat ini sering kita sebut -secara umum sebagai musik "etnik/tradisional".  Indonesia telah mengalami evolusi yang panjang dalam bermusik. Jenis musik yang tumbuh subur di negara lain pun juga tumbuh subur dan berkembang di negeri ini. Perkembangan ini terutama terjadi pada masa Orde Baru. Pada masa Soekarno, musik Barat ditolak.
 
Berbarengan dengan banternya modal asing yang masuk, musik asing (terutama Barat) berkembang pesat di Indonesia. Muncul ikon-ikon "pop" Indonesia yang musiknya banyak mengacu pada barat. Musik Indonesia mengalami perubahan kembali. Mainstream musik yang kemudian berkembang pesat adalah pop dengan ikonnya Koes Plus (The Beatles-nya Indonesia). Dari Koes Plus kemudian banyak muncul bintang lain seperti Panbers misalnya.
 
Sementara itu, musik tradisional Indonesia masih berada pada jalurnya sendiri dan mulai dianggap "beda". Pop yang berarti populer dimaknai sebagai musik Barat. Musik Tradisional bukan pop (meskipun populer) karena bukan musik Barat. Industri musik Indonesia juga tidak mau ketinggalan, musik pop yang punya daya tarik kuat bagi masyarakat dimodifikasi besar-besaran. Industri musik pop melejit. Sementara generasi Koes Plus bertambah tua, muncul banyak generasi baru untuk musik, sama juga, mereka berada dalam jalur pop. Hingga kini, puluhan bahkan ratusan artis musik hidup dari "budaya pop" ini.

Tidak ada yang salah dalam musik pop ini. Sekali lagi, musik menyertai jamannya. Sejak Koes Plus sampai sekarang, banyak artis musik Indonesia yang selalu mencoba membawa "bahasa budaya Indonesia" ke dalam musik pop. Panbers misalnya dalam salah satu lagu berbahasa Inggris, coba membantu mempromosikan budaya Indonesia, "Indonesia, My Lovely Country". Atau simak saja lagu-lagu Iwan Fals, hampir sebagian besar lagunya adalah ungkapan kegundahan dirinya terhadap Indonesia. "Umar Bakrie, Umar Bakrie, pegawai negeri...".

Dari banyak artis musik Indonesia itu, salah satu yang menarik bagi saya adalah Guruh Soekarno Putra. Jika sebagian besar artis mencoba membawa "wajah Budaya Indonesia" dalam nada diatonik pop. Guruh sebaliknya. Guruh punya paradigma yang beda. Guruh mencoba berangkat dari konsep dasar bermusik dan berbudaya. Lewat album "Gipsi"nya, Guruh mengangkat kembali musik asli tradisional Indonesia dengan sedikit gubahan pada detailnya. Ia tidak menggubah total nuansa dan nada musik, tetapi lebih mempercantiknya dengan budaya musik pop yang sedang populer saat itu. Guruh hanya memberi kemasan. Simak saja Lagu "Janger Saka", nada dan liriknya asli Bali tetapi ia memberi sentuhan orkestra dan sedikit selipan nada diatonik. Hasilnya, mengagumkan. Dalam album ini, saya rasa Guruh sangat berhasil memberi wajah baru musik Indonesia.

Kini sesudah hampir 40 tahun musik pop barat merajai Indonesia, beberapa artis dan budayawan mulai menggali dan kembali lagi pada musik tradisional. Sama seperti apa yang dilakukan Guruh, mereka mengemas wajah musik tradisional dalam wajah baru yang "lebih enak didengar" dalam telinga generasi saat ini. Artis-Artis ini antara lain Djadug Ferianto, Dewa Budjana, Banjar Teratai Capung, Balawan dan banyak lagi artis lainnya. Di tengah gemuruh dan hiruk pikuk musik rock underground, artis-artis ini mencoba berbicara "lain". Mereka berani berbuat "beda".  Mari kita gali lagi musik tradisional Indonesia, ciptakan wajah musik kontemporer Indonesia baru. Dengarkan musik-musik baru mereka ini dan koleksi lagunya dalam rak cd kita. Jangan sampai musik asli kita disimpan di negeri lain. Kenali jati diri sendiri, kita sebagai generasi muda adalah pewarisnya.

"Kalau kawan tak hati-hati, bisa hilang budaya asli. Kalau hilang budaya asli, harga diri tak ada lagi. Aras kijang krangi Janger" ( Lagu "Geger Gelgel"ciptaan Guruh Soekarno Putra).


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Email: redaksi@kabarindonesia.com
Big News Today..!!! Let's see here http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Bisnis Fotocopy Semakin Kreatifoleh : Jumari Haryadi
11-Sep-2014, 11:53 WIB


 
  Bisnis Fotocopy Semakin Kreatif Jika ingin sukses berbisnis, diperlukan ide-ide kreatif dan inovatif agar bisa memenangkan persaingan pasar yang semakin kompetitif. Tampak sebuah usaha jasa fotocopy di Jalan Cihanjuang, Cimahi (10/09) yang memiliki cara kreatif dalam menarik calon konsumennya yaitu dengan berjualan Alat Tulis
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Desakralisasi Merah 11 Sep 2014 14:51 WIB

 

 

 
Patkor Indindo Sandar di Belawan 15 Sep 2014 10:35 WIB

Buku 100 Tokoh Karo Diluncurkan 15 Sep 2014 10:29 WIB

 

 

 

 

 
Desa di Sumut Butuh Dokter 15 Sep 2014 10:43 WIB


 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia