KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilREDAKTUR PELAKSANA HOKI 2015: Ayo Bersukarelawan untuk Keabadian! oleh : E. Widiyati
15-Jan-2015, 11:57 WIB


 
 
REDAKTUR PELAKSANA HOKI 2015: Ayo Bersukarelawan untuk Keabadian!
KabarIndonesia - "Saya dibesarkan pada sebuah desa kecil di pinggiran Kabupaten Magetan, berbatasan dengan Kota Madiun. Desa Takeran namanya," tutur Wahyu Ari Wicaksono bercerita mengenai masa kecilnya kepada HOKI.

Meski desanya kecil dan lugas, namun Wahyu
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Kanvas Kehidupan 18 Jan 2015 01:54 WIB

Izinkan Aku Meminangmu 16 Jan 2015 12:59 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
 

 
 
BUDAYA

Keanekaragaman Budaya di Indonesia, Mengapa Perlu Dipermasalahkan?
Oleh : Ika Devita Susanti | 19-Mei-2008, 21:22:29 WIB

KabarIndonesia - Setiap manusia pasti pernah berkomunikasi. Komunikasi ini dilakukan sejak manusia lahir, yaitu sejak mereka bayi. Komunikasi tidak harus dalam bentuk kata-kata tetapi juga dapat melalui tindakan. Pada bayi misalnya, tindakan mereka seperti menangis, dapat menggambarkan bahwa mereka merasa tidak nyaman. Tindakan tertawa menggambarkan kegembiraan atau mereka menyukai sesuatu. Komunikasi dapat terjadi di mana pun, kapan pun dan dapat dilakukan oleh siapa pun.

Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam suku. Masing–masing suku memiliki budaya yang berbeda-beda pula. Orang Batak, misalnya, memiliki perangai yang tegas dan memiliki stereotype yang cenderung keras. Lain halnya dengan orang Jawa Tengah yang lebih terasa halus pembawaannya. Jika kita melihat realita seperti ini, lalu bagaimana budaya yang berbeda dapat menyatukan persepsi dan ide terhadap suatu tindakan?

Menurut Richard E. Porter dan Larry A. Samovar, dalam komunikasi antar budaya terjadi pertukaran pesan verbal (kata-kata) dan pesan non verbal (ekspresi wajah, isyarat tangan, pakaian , jarak fisik, nada suara dan perilaku–perilaku lain yang sering tidak disadari).

Jika seorang Batak memukul partnernya dengan sapaan yang keras, bagi mereka itu biasa saja dan mungkin merupakan sopan santun, namun belum tentu demikian bagi orang Solo. Orang Solo dapat memiliki persepsi yang salah terhadap mereka dan menganggap bahwa orang Batak itu memiliki perangai yang kasar, padahal sebenarnya tidak demikian.

Suku bangsa lain mungkin menganggap bahwa memandang mata lawan bicaranya saat berkomunikasi merupakan kesopanan, namun tidak demikian bagi suku lainnya. Setiap suku bangsa memiliki kebudayaan yang berbeda-beda serta cara bertingkah laku yang berbeda-beda dalam mengkomunikasikan keinginan mereka.

Banyaknya budaya di Indonesia tidak dapat disatukan menjadi satu budaya yang bersifat general. Karena jika itu dilakukan, maka akan terjadi kekacauan dan peperangan. Lalu bagaimana kita harus menyingkapi hal ini?

Jika kita memilih salah satu budaya untuk menjadi dasar atau patokan bagi identitas budaya di Indonesia, maka kita telah melakukan diskriminasi terhadap budaya lain dan meninggikan salah satu budaya. Hal ini tentu saja sangat tidak baik, mengingat banyaknya budaya yang ada di Indonesia.

Mengapa kita tidak membalikkan saja cara berpikir kita serta mengubahnya menjadi satu pandangan yang baru. Pandangan di mana kita tidak perlu terlalu mempermasalahkan kebudayaan yang ada, tetapi justru menjaga dan melestarikannya sebagai khasanah budaya Indonesia yang mencerminkan Bhinneka tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap satu.

Budaya boleh banyak tetapi kita tetap satu bangsa yaitu bangsa Indonesia. Biarkanlah perbedaan itu tetap ada dan jangan dipertentangkan, agar sebagai bangsa Indonesia, kita boleh berbangga hati dengan kerukunan dan keakraban bangsa kita yang multicultural.




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sarana Menuju Curug Cikasooleh : Ibnu Hafidz
15-Jan-2015, 10:43 WIB


 
  Sarana Menuju Curug Cikaso Menuju Curug Cikaso Sukabumi dapat ditempuh dengan perahu atau berjalan kaki, terlihat para pengunjung menaiki perahu untuk sampai di tujuan, Januari 2015.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Rumah Dinas Tak Bisa Diwariskan 06 Jan 2015 16:20 WIB


 

 

 

 

 
Jadwal Piala Asia 2015 Australia 10 Jan 2015 19:49 WIB

Piala Asia 2015 Australia 09 Jan 2015 14:32 WIB

 
Semakin Putih Semakin Sibuk 17 Des 2014 19:12 WIB

 

 

 
 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia