KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupJOKOWI BLUSUKAN ASAP: Tahun Depan Indonesia Harus Tanpa Asap oleh : Wahyu Ari Wicaksono
27-Nov-2014, 15:09 WIB


 
 
JOKOWI BLUSUKAN ASAP: Tahun Depan Indonesia Harus Tanpa Asap
KabarIndonesia - Pekanbaru, 27 November 2014 – Kesediaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Blusukan Asap ke Riau melihat lokasi kebakaran lahan gambut dan hutan menumbuhkan harapan Indonesia bisa bebas tanpa asap pada tahun depan. Ini menunjukkan komitmen Presiden Jokowi menjadikan penyelesaian
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Pelaku Judi Dadu Gurak Diamankan 17 Nov 2014 14:58 WIB

 
Kepiawaian Jemari Pencari Nafkah 21 Nov 2014 11:04 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Pasar Seroja Nan Jaya 29 Nov 2014 12:58 WIB

Maaf dan Terimakasih untuk Ibu 28 Nov 2014 13:58 WIB

 
 
BUDAYA

Keanekaragaman Budaya di Indonesia, Mengapa Perlu Dipermasalahkan?
Oleh : Ika Devita Susanti | 19-Mei-2008, 21:22:29 WIB

KabarIndonesia - Setiap manusia pasti pernah berkomunikasi. Komunikasi ini dilakukan sejak manusia lahir, yaitu sejak mereka bayi. Komunikasi tidak harus dalam bentuk kata-kata tetapi juga dapat melalui tindakan. Pada bayi misalnya, tindakan mereka seperti menangis, dapat menggambarkan bahwa mereka merasa tidak nyaman. Tindakan tertawa menggambarkan kegembiraan atau mereka menyukai sesuatu. Komunikasi dapat terjadi di mana pun, kapan pun dan dapat dilakukan oleh siapa pun.

Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam suku. Masing–masing suku memiliki budaya yang berbeda-beda pula. Orang Batak, misalnya, memiliki perangai yang tegas dan memiliki stereotype yang cenderung keras. Lain halnya dengan orang Jawa Tengah yang lebih terasa halus pembawaannya. Jika kita melihat realita seperti ini, lalu bagaimana budaya yang berbeda dapat menyatukan persepsi dan ide terhadap suatu tindakan?

Menurut Richard E. Porter dan Larry A. Samovar, dalam komunikasi antar budaya terjadi pertukaran pesan verbal (kata-kata) dan pesan non verbal (ekspresi wajah, isyarat tangan, pakaian , jarak fisik, nada suara dan perilaku–perilaku lain yang sering tidak disadari).

Jika seorang Batak memukul partnernya dengan sapaan yang keras, bagi mereka itu biasa saja dan mungkin merupakan sopan santun, namun belum tentu demikian bagi orang Solo. Orang Solo dapat memiliki persepsi yang salah terhadap mereka dan menganggap bahwa orang Batak itu memiliki perangai yang kasar, padahal sebenarnya tidak demikian.

Suku bangsa lain mungkin menganggap bahwa memandang mata lawan bicaranya saat berkomunikasi merupakan kesopanan, namun tidak demikian bagi suku lainnya. Setiap suku bangsa memiliki kebudayaan yang berbeda-beda serta cara bertingkah laku yang berbeda-beda dalam mengkomunikasikan keinginan mereka.

Banyaknya budaya di Indonesia tidak dapat disatukan menjadi satu budaya yang bersifat general. Karena jika itu dilakukan, maka akan terjadi kekacauan dan peperangan. Lalu bagaimana kita harus menyingkapi hal ini?

Jika kita memilih salah satu budaya untuk menjadi dasar atau patokan bagi identitas budaya di Indonesia, maka kita telah melakukan diskriminasi terhadap budaya lain dan meninggikan salah satu budaya. Hal ini tentu saja sangat tidak baik, mengingat banyaknya budaya yang ada di Indonesia.

Mengapa kita tidak membalikkan saja cara berpikir kita serta mengubahnya menjadi satu pandangan yang baru. Pandangan di mana kita tidak perlu terlalu mempermasalahkan kebudayaan yang ada, tetapi justru menjaga dan melestarikannya sebagai khasanah budaya Indonesia yang mencerminkan Bhinneka tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap satu.

Budaya boleh banyak tetapi kita tetap satu bangsa yaitu bangsa Indonesia. Biarkanlah perbedaan itu tetap ada dan jangan dipertentangkan, agar sebagai bangsa Indonesia, kita boleh berbangga hati dengan kerukunan dan keakraban bangsa kita yang multicultural.




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Festival Payung Indonesia 2014oleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
29-Nov-2014, 00:35 WIB


 
  Festival Payung Indonesia 2014 Bertempat di Taman Balekambang-Solo, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Jumat, 28 November 2014, membuka Festival Payung yang baru pertama kali diselenggarakan. Festival akan berlangsung sampai dengan tanggal 30 November 2014. Payung dipilih karena menjadi simbul perlindungan dan secara faktual telah
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Ketika Nyerobot Menjadi Budaya 28 Nov 2014 13:53 WIB

Jangan Sepelekan Sampah 25 Nov 2014 19:19 WIB

 

 

 
Pencairan Dana Kompensasi BBM 29 Nov 2014 14:07 WIB


 
1795 RTS Pulpis Terima Dana PSKS 26 Nov 2014 15:05 WIB


 
Thailand Permalukan Singapura 2-1 24 Nov 2014 11:17 WIB

 
Dian Ediono, Pemimpin Masa Depan 07 Nov 2014 01:42 WIB

 

 
Biasakan Tidur Siang Secukupnya 27 Nov 2014 12:46 WIB

Tawas Ampuh Hilangkan Bau Badan 26 Nov 2014 17:31 WIB

 
Rela Antri Demi Satu Tujuan 29 Nov 2014 00:20 WIB

Endemik Pulau Sumatra 26 Nov 2014 17:34 WIB

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia