KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniSelalu Siap Hadapi Kemungkinan Terjadinya Bencana Alam oleh : Iin Suwandi
25-Aug-2015, 14:17 WIB


 
 
Selalu Siap Hadapi Kemungkinan Terjadinya Bencana Alam
KabarIndonesia - Akhir akhir ini bencana alam selalu mewarnai kabar di media massa di tanah air kita, terutama berita mengenai bencana alam meletusnya Gunung Raung, Gunung Gamalama, serta Gunung Sinabung. Letusan Gunung Raung di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, sempat menimbulkan
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Sop Merah 19 Aug 2015 12:53 WIB

Renung Rembulan Tertutup Awan 10 Aug 2015 13:52 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Wow "Bigbang" Spektakuler 10 Aug 2015 13:51 WIB

 
Gaun Terbuat dari Roti? 21 Aug 2015 19:08 WIB


 

Empat Kesenian Subang akan Dipatenkan Tahun 2011

 
BUDAYA

Empat Kesenian Subang akan Dipatenkan Tahun 2011
Oleh : Alam Rantjatan | 29-Apr-2010, 14:10:34 WIB

KabarIndonesia - Eep Hidayat menyatakan bahwa Pemerintahn Daerah Kabupaten Subang berencana akan mematenkan empat macam budaya Subang. Hal tersebut disampaikan Bupati Subang dalam sambutannya saat membuka secara resmi Festival dan Helaran Sisingaan di Alun-alun Kota Subang (28/4).

Dikatakan oleh Bupati, ke empat macam budaya yang akan dipatenkan tersebut ialah; Sisingaan, genjring bonyok, banjet dan toleat. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemerintah kabupaten Subang dalam melindungi budaya Asli Subang dari klaim pihak lain.

“Hal ini dilakukan dalam rangka melindungi kekayaan budaya daerah Subang dari klaim bangsa lain. Lebih dari itu, ini pun merupakan upaya agar seni budaya asli Subang menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” ujar Bupati dalam sambutannya. Adapun rencana tersebut akan direalisasikan pada anggaran tahun 2011 mendatang.

Selanjutnya menurut Bupati, jika melihat referensi sejarah seni Sisingaan adalah simbol perlawanan rakyat kepada penjajah yang menguasai wilayah Indonesia khususnya di Subang. “Ini adalah suatu bentuk kehalusan sifat seniman yang menuangkan bentuk perlawanan dalam bentuk seni yang indah namun saarat makna. Sehingga seni ini menjadi bentuk motivasi perlawanan para pejuang dalam membebaskan negeri dari penjajahan,” tambah Bupati lagi.

Penyelenggaraan Festival Sisingaan kali ini menurut Bupati adalah bentuk apresisasi Pemerintah Kabupaten Subang atas semangat masyarakat dalam menjaga kelestarian seni dan budaya Subang. Seni Sisingaan milik Kabupaten Subang.

Sebagai bentuk kecintaan pada seni Sisingaan, usai memberikan sambutan kemudian Bupati menyanyikan lagu ciptaannya yang berjudul “Sisingaan” bersama Kepala Disbuparpora, Drs. Ading Suherman, M.Si., dan Kasubag Protokol, Subandi Yudha. Selama menyanyikan lagu energik ini peserta festival Sisingaan ikut mengiringi back sound Sisingaan dan diantara penonton ada pula yang menari dengan lincahnya.

Festival Sisingaan ini diikuti oleh 15 peserta. Masing-masing peserta menampilkan di depan tim juri. Kemudian usai tampil di lapang alun-alun kemudian mereka keluar arenan menyusuri jalan-jalan keramaian untuk menampilkan dan ditonton oleh masyarakat luas. Aksi peserta cukup banyak menarik perhatian sehingga jalan-jalan yang dilalui oleh peserta tidak sedikit menjadi penuh oleh masyarakat yang ingin menyaksikan kebolehan para peserta.

Diantara para tamu yang hadir dalam Festival tersebut ialah Dandim 0605/Subang, Letkol Inf Stepanus Mahury, Kapolres Subang, Dadang Hartanto, Ketua DPRD Kabupaten Subang, Atin Supriatin, Direktur Objek Pariwisata Alam Citapen Bambang Herdadi, Kepala Dinas Budparpora Kab. Subang, Drs. Ading Suherman, M.Si., Kepala Bagian Humas & Protokol, Drs. Asep Setia Permana, M.Si. dan para tamu undangan lainnya.

Dalam waktu bersamaan dilangsungkan pula festival tutunggulan di halaman Wisma Karya. Tutunggulan adalah budaya asli Subang, yaitu menabuh lesung padi sehingga menjadi iarama menarik untuk menari. Para penabuh lesung umumnya para orang tua dengan pengiring penari terdiri dari anak-anak yang mengitari lesung yang sedang ditabuh. (Rantjatan)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Menguras Keringat, Menuai Hoki Bertanam Cabaioleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
24-Aug-2015, 21:26 WIB


 
  Menguras Keringat, Menuai Hoki Bertanam Cabai Bertanam cabai merah itu ibarat berjudi. Kadang kalah ketika harga cabai lagi menukik, tapi tak jarang ketika lagi hoki, menang telak saat harga meroket, seperti terhadi akhir-akhir ini. Filosofi itu dianut keluarga Lomo Hutabarat yang sudah sering mengalami naik turunnya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Pergeseran Peta Konflik Dunia 25 Aug 2015 14:35 WIB

 
Pisah Sambut DANREM 044/GAPO 25 Aug 2015 14:40 WIB


 

 
Pedagang Bendera Serbu Kota Tegal 13 Aug 2015 14:23 WIB

 
Pertamina Dukung GIIAS 2015 13 Aug 2015 13:27 WIB

 

 
Mengenang Chris Siner Key Timu 13 Mei 2015 18:00 WIB

 

 
Deteksi Kanker Sejak Dini 06 Jul 2015 22:55 WIB


 

 
Ford "SYNC The Day" 24 Aug 2015 04:38 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia