KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Opini“Wakil Rakyat yang Selalu Ribut Bukan Soal Rakyat” oleh : Randi Ramdani Pratama
02-Apr-2015, 05:06 WIB


 
 
“Wakil Rakyat yang Selalu Ribut Bukan Soal Rakyat”
KabarIndonesia - Tahun lalu kita telah melaksanakan pesta demokrasi, dimana dalam ajang 5 tahunan tersebut kita memilih para wakil rakyat yang mengisi baik di pusat maupun daerah di Indonesia. Para wakil rakyat yang terpilih pun beragam dari berbagai profesi. Selain
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Kerja di Bawah Panas 24 Mar 2015 00:41 WIB

Kepada Machfud Azhari SE 23 Mar 2015 05:23 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Sepenggal Kisah Menuju Ambarawa 20 Mar 2015 14:38 WIB

 

Grebeg Suro Ponorogo Hipnotis Politikus

 
BUDAYA

Grebeg Suro Ponorogo Hipnotis Politikus
Oleh : Muh Nurcholis | 17-Nov-2012, 10:14:10 WIB

KabarIndonesia - Tradisi Masyarakat Ponorogo, Jawa Timur menutup rangkaian acara "Grebeg Suro" dan Festival Reog Nasional (FRN) XIX dengan menggelar ritual larungan sesaji "buceng agung" (tumpeng raksasa) di Telaga Ngebel, salah satu obyek wisata andalan di daerah tersebut.

Prosesi larungan buceng agung yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIB tersebut berlangsung meriah. Ribuan warga dari berbagai pelosok daerah di Ponorogo maupun sekitarnya tampak memadati seluruh area bibir telaga yang menjadi tempat pemberangkatan pelarungan.

Sebelumnya telah dilaksanakan Kirab Pusaka Ponorogo dan Pawai Lintas Sejarah Ponorogo. Selain Bupati, Wabup, Sekdakab Ponorogo serta Anggota Forpimda Ponorogo, acara juga diikuti oleh Hengky Kurniawan salah satu aktor terkenal. Bahkan, acara tersebut mampu menghipnotis, wakil ketua DPR RI Priyo Budi Santoso yang ikut berbaur menjadi tamu istimewa dan ikut dikirab.

Tidak hanya mempertontonkan seluruh prosesi pelarungan buceng agung sebagai untuk menandai penutupan rangkaian grebeg suro dan FRN XIX, acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan sendra tari khas daerah, reog, atraksi barongsai, hingga marching band sejumlah anak TK dan SD setempat.

"Dalam tradisi masyarakat Ponorogo, ritual pelarungan yang mendandai penutupan grebeg suro ini merupakan perwujudan tradisi 'mapak tanggal' (memperingati awalnya tahun baru dalam kalender Jawa/tahun baru Islam)," terang Bupati Ponorogo, Amin dalam sambutannya menjelang pemberangkatan arak-arakan buceng agung.

Sayang, di tengah rangkaian acara hujan tiba-tiba turun sehingga membuat para penonton yang menunggu di pinggir telaga semburat mencari tempat berteduh. Ritual pelarungan akhirnya bisa dilanjutkan setelah hujan kembali mereda, beberapa saat kemudian.

Ketua panitia larungan, Siswoyo dalam kesempatan tersebut menyampaikan, ritual larung buceng agung merupakan akhir dari rangkaian penutupan grebeg suro yang dipusatkan di Telaga Ngebel.

Panitia sebelumnya juga menggelar beberapa kegiatan keagaman lainnya dalam rangka menyambut tahun baru Islam (hijriah), seperti khataman Alquran dan istigotsah yang diselenggarakan di masjid setempat."Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara, baik kegiatan grebeg suro, FRN, maupun larungan di Telaga Ngebel ini berjalan lancar," ujarnya.

Bupati Amin dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan apresiasinya atas sukses acara grebeg suro dan FRN XIX tahun 2012 ini.

Meski ia mengakui masih ada beberapa kekurangan yang perlu dievaluasi, Amin mengungkapkan bahwa gebyar dan animo masyarakat terhadap kegiatan grebeg suro dan FRN tahun ini jauh lebih ramai dibanding tahun sebelumnya.

"Semoga tahun depan bisa lebih baik dan meriah lagi," ujarnya. (*)





Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Ngampar Boekoeoleh : Johanes Krisnomo
22-Mar-2015, 21:44 WIB


 
  Ngampar Boekoe Sepintas, gelaran buku di Taman Pemkot Cimahi nampak seperti jualan buku bacaan, Minggu (22/03/15). Nyatanya berbeda, buku gratis dibaca, di antara lalu-lalang orang-orang yang bersantai menikmati segarnya udara pagi. Dengan jumlah buku yang sangat terbatas, beberapa anak-anak muda, mendirikan sebuah
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Kritik Pendidikan Gaya Bank 24 Mar 2015 00:37 WIB

Game dan Masa Depan 22 Mar 2015 01:25 WIB

 

 
 

 

 

 

 

 
Ginjal Sehat Untuk Semua 19 Mar 2015 11:52 WIB

 
Rambu Car Free Day Di Bogor 06 Mar 2015 21:06 WIB

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia