KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupWALHI: Kabinet Jokowi, Tempatkan Lingkungan Hidup di Bidang Kelas Kedua oleh : Wahyu Ari Wicaksono
25-Okt-2014, 09:55 WIB


 
 
WALHI: Kabinet Jokowi, Tempatkan Lingkungan Hidup di Bidang Kelas Kedua
KabarIndonesia - Sejak pelantikan 20 Oktober 2014, rakyat Indonesia menunggu dengan bersemangat pengumuman kabinet presiden Jokowi. Pengumuman ini tentunya membawa pesan harapan akan adanya    Pemerintahan yang
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Tak Datang 23 Okt 2014 17:37 WIB

Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Grebeg Suro Ponorogo Hipnotis Politikus

 
BUDAYA

Grebeg Suro Ponorogo Hipnotis Politikus
Oleh : Muh Nurcholis | 17-Nov-2012, 10:14:10 WIB

KabarIndonesia - Tradisi Masyarakat Ponorogo, Jawa Timur menutup rangkaian acara "Grebeg Suro" dan Festival Reog Nasional (FRN) XIX dengan menggelar ritual larungan sesaji "buceng agung" (tumpeng raksasa) di Telaga Ngebel, salah satu obyek wisata andalan di daerah tersebut.

Prosesi larungan buceng agung yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIB tersebut berlangsung meriah. Ribuan warga dari berbagai pelosok daerah di Ponorogo maupun sekitarnya tampak memadati seluruh area bibir telaga yang menjadi tempat pemberangkatan pelarungan.

Sebelumnya telah dilaksanakan Kirab Pusaka Ponorogo dan Pawai Lintas Sejarah Ponorogo. Selain Bupati, Wabup, Sekdakab Ponorogo serta Anggota Forpimda Ponorogo, acara juga diikuti oleh Hengky Kurniawan salah satu aktor terkenal. Bahkan, acara tersebut mampu menghipnotis, wakil ketua DPR RI Priyo Budi Santoso yang ikut berbaur menjadi tamu istimewa dan ikut dikirab.

Tidak hanya mempertontonkan seluruh prosesi pelarungan buceng agung sebagai untuk menandai penutupan rangkaian grebeg suro dan FRN XIX, acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan sendra tari khas daerah, reog, atraksi barongsai, hingga marching band sejumlah anak TK dan SD setempat.

"Dalam tradisi masyarakat Ponorogo, ritual pelarungan yang mendandai penutupan grebeg suro ini merupakan perwujudan tradisi 'mapak tanggal' (memperingati awalnya tahun baru dalam kalender Jawa/tahun baru Islam)," terang Bupati Ponorogo, Amin dalam sambutannya menjelang pemberangkatan arak-arakan buceng agung.

Sayang, di tengah rangkaian acara hujan tiba-tiba turun sehingga membuat para penonton yang menunggu di pinggir telaga semburat mencari tempat berteduh. Ritual pelarungan akhirnya bisa dilanjutkan setelah hujan kembali mereda, beberapa saat kemudian.

Ketua panitia larungan, Siswoyo dalam kesempatan tersebut menyampaikan, ritual larung buceng agung merupakan akhir dari rangkaian penutupan grebeg suro yang dipusatkan di Telaga Ngebel.

Panitia sebelumnya juga menggelar beberapa kegiatan keagaman lainnya dalam rangka menyambut tahun baru Islam (hijriah), seperti khataman Alquran dan istigotsah yang diselenggarakan di masjid setempat."Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara, baik kegiatan grebeg suro, FRN, maupun larungan di Telaga Ngebel ini berjalan lancar," ujarnya.

Bupati Amin dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan apresiasinya atas sukses acara grebeg suro dan FRN XIX tahun 2012 ini.

Meski ia mengakui masih ada beberapa kekurangan yang perlu dievaluasi, Amin mengungkapkan bahwa gebyar dan animo masyarakat terhadap kegiatan grebeg suro dan FRN tahun ini jauh lebih ramai dibanding tahun sebelumnya.

"Semoga tahun depan bisa lebih baik dan meriah lagi," ujarnya. (*)





Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mungkinkah Suami Mengasuh Anak?oleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:18 WIB


 
  Mungkinkah Suami Mengasuh Anak? Tugas istri adalah mengasuh anak, namun peluang kerja untuk pria terbatas, terkadang posisinya terbalik. Justru istri bekerja menjadi TKI di luar negeri, sementara suami mengasuh anak di rumah. Pasangan suami istri sebaiknya berbagi peran mengasuh anaknya. Misalnya ketika
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 
Papua Kalahkan Sumut 24 Okt 2014 11:23 WIB


 

 

 

 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia