KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniSwasembada Pangan Era Pembangunan, Sebuah Kenangan akan Harapan oleh : Iin Suwandi
04-Mar-2015, 11:53 WIB


 
  KabarIndonesia - Pangan merupakan salah satu kebutuhan primer yang paling mendasar bagi manusia. Kebutuhan pangan sangat penting bagi kehidupan umat manusia yang akan mempengaruhi sendi kehidupan lainnya. Kehidupan sosial politik suatu negara akan terganggu manakala rakyat lapar karena seluruh rakyat
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Derita Hilang, Keluhan Hilang 04 Mar 2015 11:45 WIB

Beras ... Riwayatmu Kini 04 Mar 2015 11:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Banjir Bikin Stres Deera Idol! 18 Feb 2015 20:35 WIB


 

 
 
BUDAYA

Kartu Nama untuk Sahabat-Sahabat dari Turki
Oleh : Rachmad Yuliadi Nasir | 22-Feb-2013, 02:59:07 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Persahabatan itu memang penting bagi kita semuanya. Dengan persahabatan dapat terjalin ikatan emosional antara kita dengan orang lain. Bila kita bertemu dengan seseorang alangkah baiknya bila kita berkenalan dan saling bertukar kartu nama.

Beberapa waktu yang lalu, ketika saya menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1434 H dalam kegiatan berskala internasional di Jakarta ini, yaitu Konferensi Internasional Nabi Muhammad SAW dalam Literatur dan puisi Persia dan Melayu pada tanggal 18-19 Februari 2013 atau tanggal 8-9 Rabiul Akhir 1434 H.
Di sana ketika itu saya bertemu banyak sekali tamu-tamu dari Dalam Negeri dan tamu dari Luar Negeri, seperti dari Iran, Turki, Afganistan, Malaysia, Pakistan. Mereka tentu saja senang bertemu dengan saudara dari Indonesia karena bagi mereka, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk Islam terbesar di dunia.

Sudah seharusnya dipikirkan kembali Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa resmi utama negara-negara OKI (negara-negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam dunia) selain Bahasa Arab karena pengguna Bahasa Indonesia sebesar 240 Juta orang. Negara OKI atau Organisasi Kerja Sama Islam (dahulu Organisasi Konferensi Islam) sekarang terdiri atas 57 negara dan berpusat di Jeddah, Arab Saudi. Salah satu sahabat saya yang berasal dari negara Malaysia mengatakan bahwa Bahasa Indonesia itu lebih baik dari Bahasa Melayu dan mudah dipelajari dan dihayati.  Sudah sepantasnya digunakan sebagai Bahasa Internasional, baik di lingkungan negara-negara OKI dan di forum-forum resmi PBB.

Pada hari kedua Konferensi Internasional Nabi Muhammad SAW dalam Literatur dan Puisi Persia dan Melayu pada tanggal 19 Februari 2013, saya bertemu dengan sahabat-sahabat dari Negara Turki. Hal ini tentu saja menyenangkan karena Kakek Rachmad berasal dari kerajaan Turki Usmani (Tengku H. Muhammad Abu Djuned bin Tengku H. Abdul Aziz), cucu dari Tengku DI Bitay, salah satu kerajaan yang terbesar di dunia pada masa abad pertengahan sampai dihapuskan Kekhalifan Turki Usmani pada tahun 1924.

Setelah makan siang dan mau istirahat, saya berjalan ke arah jalan.  Di sisi parkiran ada beberapa mobil kedutaan Besar Asing. Dari benderanya dapat diketahui ini adalah mobil Kedubes Iran CD-45-01, Mereka membawa beberapa mobil sedan. Selain tu ada juga mobil berbendera Turki, CD-48-01. Wah, berarti Duta Besar Turki datang juga ke acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 H.

Sebelum acara sesi selanjutnya dimulai, saya mencari rombongan kedutaan Besar Turki berada. Mereka rupanya berada di sisi kiri tempat acara, sedangkan saya di sisi kanan. Setelah melihat dengan teliti, benar ada Duta Besar Turki sedang berbicara dengan orang-orang Turki lainnya. Saya mendekati rombongan ini dan berkata dengan salah satu penerjemahanya. Kami saling berkenalan dan memberi sebuah kartu nama. Duta Besar Turki bangkit dari kursinya dan mau berjalan keluar ruangan. Saya menghampirinya dan berkenalan, menjelaskan saya adalah keturunan dari Turki karena kakek saya berasal dari kerajaan Turki Usmani, lalu memberi sebuah kartu nama untuk beliau. Saya menjelaskan pula bahwa hari itu di awal bulan Desember 2012 pernah datang ke kedutaan Besar Turki di Kuningan dan bertemu dengan Mr. Ersin, salah satu staff di bidang budaya Turki. Saat itu Mr. Ersin belum datang.  Ia sedang dalam perjalanan ke tempat acara. 

Saya kembali lagi ke tempat duduk dan berkenalan dengan dua orang Turki lainnya dan memberi masing-masing satu kartu nama. Setelah berbicara sejenak mereka pindah ke kursi depan barisan tengah. Masih ada tiga orang Turki lainnya.  Berhubung acara sudah dimulai, maka perbincangan dengan sahabat-sahabat Turki ini terhenti sejenak untuk mengikuti acara selanjutnya.

Sang Duta Besar Turki Mr. Zekeriya Akcam menyampaikan sambutannya. Beliau berkata bahwa undangan yang datang dari panitia sangat mendadak dan baru semalam dipersiapkan para penyair dari Turki untuk tampil para acara konferensi Internasional Nabi Muhammad SAW dalam Literatur dan Puisi Persia dan Melayu.
Ketika sang Duta Besar Turki selesai menyampaikan sambutannya, Mr. Ersin, staf kebudayaan Kedutaan Besar Turki datang. Beliau duduk di kursi paling belakang bersama Duta Besar Turki dan berbicara bersama dalam Bahasa Turki.  Keduanya melihat ke arah saya yang duduk di sisi kiri kursi paling ujung, lebih kurang tiga meter jaraknya.

Pada akhir acara, baru penyair dari Negara Turki tampil membacakan syair dan salawat Nabi Muhammad SAW dan disambut meriah oleh seluruh hadirin. Akhirnya acara selesai, Saya menemui Mr. Ersin. ”Hallo, apa kabar? Baru tiba?” sapa saya. ”Kabar baik, terima kasih sudah bergabung bersama saya di facebook,” ujar Mr. Ersin. Kemudian beliau berkata kepada para orang-orang Turki lainnya dalam Bahasa Turki sambil serius menatap ke arah saya. Sahabat-sahabat Turki lainnya bergembira mendengar penuturan Mr. Ersin terkait diri saya. Mereka berkata, ”Jadi kakek kamu berasal dari Turki Usmani?” Lalu saya menyerahkan kartu nama kepada masing-masing dari mereka. ”Terima kasih banyak Rachmad, sampai jumpa lagi,” kata orang-orang Turki itu.

Sampai bertemu lagi di lain kesempatan, bersama-sama berkunjung ke Aceh menuju makam keturunan Tengku DI Bitay. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kecamatan Tanjung Raja Menjadi Juara MTQ ke-42 Lampung Utaraoleh : Jumari Haryadi
01-Mar-2015, 10:19 WIB


 
  Kecamatan Tanjung Raja Menjadi Juara MTQ ke-42 Lampung Utara Lomba MTQ ke-42 Lampung Utara yang berlangsung sejak 23 Februari 2015 di desa Subik Kecamatan Abung Tengah berakhir pada 27 Februari 2015. Kegiatan yang diikuti 230 peserta dari 23 kecamatan tersebut dimenangkan oleh Kecamatan Tanjung Raja dan menempatkannya sebagai
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Dukung Program Swasembada Pangan 05 Mar 2015 05:55 WIB

Jangan Takut Ancaman Pihak Asing 05 Mar 2015 05:54 WIB

 
Mereka Tak Tahu Terlahir Kaya 02 Mar 2015 02:13 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
Banjir Jakarta dan Harapan 19 Feb 2015 22:25 WIB

 

 
Belajar dari Kehidupan Lebah 18 Feb 2015 20:28 WIB

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia