KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJokowi Resmi Menjadi Presiden ke-7 Gantikan SBY yang Lengser Keprabon oleh : Bambang
20-Okt-2014, 17:51 WIB


 
 
Jokowi Resmi Menjadi Presiden ke-7 Gantikan SBY yang Lengser Keprabon
KabarIndonesia - Alhamdulillah, akhirnya sang ksatria piningit dari kota Bengawan Solo, penyuka musik keras Metallicca & Arkana yang juga pengusaha mebel, mantan Walikotra Solo & Gubernur DKI Jaya yang mencintai kedamaian, Ir Haji Joko Widodo, alias Jokowi dan juragan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 
Polsek Rappocini Tangkap Buronan 19 Okt 2014 00:16 WIB

 
Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

PerlindunganNya di Bebas Hambatan 16 Okt 2014 17:30 WIB

 
Tigi Menuju Perubahan! 25 Sep 2014 13:11 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
BUDAYA

Kartu Nama untuk Sahabat-Sahabat dari Turki
Oleh : Rachmad Yuliadi Nasir | 22-Feb-2013, 02:59:07 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Persahabatan itu memang penting bagi kita semuanya. Dengan persahabatan dapat terjalin ikatan emosional antara kita dengan orang lain. Bila kita bertemu dengan seseorang alangkah baiknya bila kita berkenalan dan saling bertukar kartu nama.

Beberapa waktu yang lalu, ketika saya menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1434 H dalam kegiatan berskala internasional di Jakarta ini, yaitu Konferensi Internasional Nabi Muhammad SAW dalam Literatur dan puisi Persia dan Melayu pada tanggal 18-19 Februari 2013 atau tanggal 8-9 Rabiul Akhir 1434 H.
Di sana ketika itu saya bertemu banyak sekali tamu-tamu dari Dalam Negeri dan tamu dari Luar Negeri, seperti dari Iran, Turki, Afganistan, Malaysia, Pakistan. Mereka tentu saja senang bertemu dengan saudara dari Indonesia karena bagi mereka, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk Islam terbesar di dunia.

Sudah seharusnya dipikirkan kembali Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa resmi utama negara-negara OKI (negara-negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam dunia) selain Bahasa Arab karena pengguna Bahasa Indonesia sebesar 240 Juta orang. Negara OKI atau Organisasi Kerja Sama Islam (dahulu Organisasi Konferensi Islam) sekarang terdiri atas 57 negara dan berpusat di Jeddah, Arab Saudi. Salah satu sahabat saya yang berasal dari negara Malaysia mengatakan bahwa Bahasa Indonesia itu lebih baik dari Bahasa Melayu dan mudah dipelajari dan dihayati.  Sudah sepantasnya digunakan sebagai Bahasa Internasional, baik di lingkungan negara-negara OKI dan di forum-forum resmi PBB.

Pada hari kedua Konferensi Internasional Nabi Muhammad SAW dalam Literatur dan Puisi Persia dan Melayu pada tanggal 19 Februari 2013, saya bertemu dengan sahabat-sahabat dari Negara Turki. Hal ini tentu saja menyenangkan karena Kakek Rachmad berasal dari kerajaan Turki Usmani (Tengku H. Muhammad Abu Djuned bin Tengku H. Abdul Aziz), cucu dari Tengku DI Bitay, salah satu kerajaan yang terbesar di dunia pada masa abad pertengahan sampai dihapuskan Kekhalifan Turki Usmani pada tahun 1924.

Setelah makan siang dan mau istirahat, saya berjalan ke arah jalan.  Di sisi parkiran ada beberapa mobil kedutaan Besar Asing. Dari benderanya dapat diketahui ini adalah mobil Kedubes Iran CD-45-01, Mereka membawa beberapa mobil sedan. Selain tu ada juga mobil berbendera Turki, CD-48-01. Wah, berarti Duta Besar Turki datang juga ke acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 H.

Sebelum acara sesi selanjutnya dimulai, saya mencari rombongan kedutaan Besar Turki berada. Mereka rupanya berada di sisi kiri tempat acara, sedangkan saya di sisi kanan. Setelah melihat dengan teliti, benar ada Duta Besar Turki sedang berbicara dengan orang-orang Turki lainnya. Saya mendekati rombongan ini dan berkata dengan salah satu penerjemahanya. Kami saling berkenalan dan memberi sebuah kartu nama. Duta Besar Turki bangkit dari kursinya dan mau berjalan keluar ruangan. Saya menghampirinya dan berkenalan, menjelaskan saya adalah keturunan dari Turki karena kakek saya berasal dari kerajaan Turki Usmani, lalu memberi sebuah kartu nama untuk beliau. Saya menjelaskan pula bahwa hari itu di awal bulan Desember 2012 pernah datang ke kedutaan Besar Turki di Kuningan dan bertemu dengan Mr. Ersin, salah satu staff di bidang budaya Turki. Saat itu Mr. Ersin belum datang.  Ia sedang dalam perjalanan ke tempat acara. 

Saya kembali lagi ke tempat duduk dan berkenalan dengan dua orang Turki lainnya dan memberi masing-masing satu kartu nama. Setelah berbicara sejenak mereka pindah ke kursi depan barisan tengah. Masih ada tiga orang Turki lainnya.  Berhubung acara sudah dimulai, maka perbincangan dengan sahabat-sahabat Turki ini terhenti sejenak untuk mengikuti acara selanjutnya.

Sang Duta Besar Turki Mr. Zekeriya Akcam menyampaikan sambutannya. Beliau berkata bahwa undangan yang datang dari panitia sangat mendadak dan baru semalam dipersiapkan para penyair dari Turki untuk tampil para acara konferensi Internasional Nabi Muhammad SAW dalam Literatur dan Puisi Persia dan Melayu.
Ketika sang Duta Besar Turki selesai menyampaikan sambutannya, Mr. Ersin, staf kebudayaan Kedutaan Besar Turki datang. Beliau duduk di kursi paling belakang bersama Duta Besar Turki dan berbicara bersama dalam Bahasa Turki.  Keduanya melihat ke arah saya yang duduk di sisi kiri kursi paling ujung, lebih kurang tiga meter jaraknya.

Pada akhir acara, baru penyair dari Negara Turki tampil membacakan syair dan salawat Nabi Muhammad SAW dan disambut meriah oleh seluruh hadirin. Akhirnya acara selesai, Saya menemui Mr. Ersin. ”Hallo, apa kabar? Baru tiba?” sapa saya. ”Kabar baik, terima kasih sudah bergabung bersama saya di facebook,” ujar Mr. Ersin. Kemudian beliau berkata kepada para orang-orang Turki lainnya dalam Bahasa Turki sambil serius menatap ke arah saya. Sahabat-sahabat Turki lainnya bergembira mendengar penuturan Mr. Ersin terkait diri saya. Mereka berkata, ”Jadi kakek kamu berasal dari Turki Usmani?” Lalu saya menyerahkan kartu nama kepada masing-masing dari mereka. ”Terima kasih banyak Rachmad, sampai jumpa lagi,” kata orang-orang Turki itu.

Sampai bertemu lagi di lain kesempatan, bersama-sama berkunjung ke Aceh menuju makam keturunan Tengku DI Bitay. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mungkinkah Suami Mengasuh Anak?oleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:18 WIB


 
  Mungkinkah Suami Mengasuh Anak? Tugas istri adalah mengasuh anak, namun peluang kerja untuk pria terbatas, terkadang posisinya terbalik. Justru istri bekerja menjadi TKI di luar negeri, sementara suami mengasuh anak di rumah. Pasangan suami istri sebaiknya berbagi peran mengasuh anaknya. Misalnya ketika
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 

 

 
Valentino Rossi Puji Marc Marquez 18 Okt 2014 23:59 WIB


 

 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia