KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahUsulan Pembentukan Wartawan Unit DPRD Tidak Dijawab Pemkab Serdang Bedagai oleh : Agus Suriadi
21-Nov-2017, 20:36 WIB


 
 
Kabar Indonesia - Serdang Bedagai, Sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sergai terkait pembahasan R-APBD Sergai TA 2018, Kamis (16/11)  di gedung DPRD Sergai, Dusun II Desa Firdaus, Sei Rampah.Sambil menyampaikan pandangan umum Fraksi, tiga fraksi antara lain
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Kontemplasi (تفكر) 23 Nov 2017 09:41 WIB

Sang Perisai Kehidupan 23 Nov 2017 09:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Antri Demi Kemajuan Bangsa

 
BUDAYA

Antri Demi Kemajuan Bangsa
Oleh : Clara Rizqi Putri Henri | 16-Des-2014, 18:00:55 WIB

KabarIndonesia - "Bisa antri gak sih?" ujar seorang anak muda kepada seorang ibu saat sedang dalam antrian untuk membeli tiket KRL di stasiun Bekasi siang itu. "Saya kan lebih tua mas jadi kasih saya antrian di depan dong," sahut ibu itu dengan nada tinggi setengah emosi. Anak muda itupun hanya bisa terdiam saat ibu itu sudah mulai membawa usia dalam jawabannya tadi.

Sepele. Persoalan seperti ini mungkin sudah sangat sering kita jumpai dalam berbagai situasi dan kondisi. Tak jarang orang yang menganggap peristiwa ini sebagai hal yang lumrah terjadi saat sedang dalam antrian. Dimanapun antrian itu berada. Tak heran bila kita sering melihat orang yang tidak sabar dalam mengantri.

Menurut Oxford Dictionary antri bukan hanya sekedar berjejer menunggu giliran untuk memperoleh atau untuk melakukan sesuatu namun antri yang dimaksud juga harus menerapkan nilai-nilai dan prinsip antri itu sendiri. Jadi apa sih sebenarnya prinsip antri itu? Prinsip antri yang paling utama ialah disiplin dan patuh terhadap nilai kegiatan tersebut.

Dalam prinsip di atas jelas sekali bahwa disiplin merupakan elemen utama dalam mengantri. Sebenarnya dalam segala hal pun kita harus bisa disiplin. Tidak hanya dalam mengantri saja. Contohnya disiplin saat menggunakan waktu. Karena waktu dinilai amat krusial, kita sebaiknya dapat menggunakan dan membagi waktu dengan baik. Sebab disiplin soal waktu akan berbanding lurus dengan kesuksesan.

Di dalam penerapannya, antri merupakan hal yang sangat penting bagi bangsa barat. Bahkan sudah seperti menjadi hal yang mendarah daging bagi mereka. Mereka menganggap bahwa budaya antri mempengaruhi dan berhubungan dengan kemajuan pola pikir masyarakat pelaku budaya antri tersebut.
 
Sehingga dapat dikatakan bahwa bangsa yang baik dalam menjalankan antri maka baik pula pola pikir dan kehidupan sosialnya. Sungguh hal yang patut kita contoh dari bangsa barat. Mereka benar-benar memberikan perhatian besar terhadap hal yang terlihat sepele. Padahal hal yang sepele ini bisa memberikan dampak besar kepada kita.

Akibat kesuksesan budaya antri bangsa barat, bangsa timurpun tidak mau ketinggalan. Ada satu bangsa yang benar-benar ingin menerapkan budaya antri yang disiplin layaknya bangsa barat. Siapakah bangsa itu? Indonesia? Sayangnya bukan. Bangsa itu ialah bangsa Jepang.

Bangsa Jepang yang dahulunya merupakan negara kekaisaran yang sangat menjunjung tinggi budaya mereka kini dipandang lain oleh negara-negara dunia. Bangsa Jepang dinilai memiliki kemajuan teknologi yang sangat luar biasa dan kehidupan sosial yang baik. Begitu pula dengan budaya antri mereka. 

Lain Jepang, lain Indonesia. Di Indonesia sendiri budaya antri masih sangat terbelakang. Itu semua dapat kita simpulkan dari maraknya kasus kerusuhan dimana-mana akibat antrian yang membludak. Contohnya saat antrian pembagian daging kurban misalnya. Masyarakat berbondong-bondong melakukan tindak kerusuhan lantaran mendapat antrian yang terbelakang.

Memalukan. Sangat memalukan. Jika bangsa kita terus-terusan seperti ini apa kata bangsa dan negara lain? Tentu hal ini akan sangat menjatuhkan harkat dan martabat bangsa kita dimata bangsa lain. karena sesungguhnya di dalam budaya antri sendiri terkandung nilai-nilai yang bisa memberikan efek positif bagi bangsa kita.

Memang tidak mudah untuk mengajak masyarakat dan mengubah pola pikirnya terhadap budaya antri, khususnya di Indonesia. Tetapi, meski tidak mudah tidak ada salahnya bukan bila kita terus berusaha untuk memberdayakan budaya antri itu sendiri. Karena pada dasarnya sesuatu yang dilakukan berulang-ulang pasti akan dengan sendirinya mendarah daging.***


Sumber Foto: rumahfilsafat.com
Sumber Referensi:  1.http://edukasi.kompasiana.com/2012/12/20/budaya-antri-cerminan-bangsa-bermartabat--512548.html  2.http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2014/08/30/budaya-antri-menyehatkan-bangsa-671634.html3. http://wandhie.wordpress.com/pengertian-kedisiplinan/




Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): 
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini.  Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Mendes PDTT Ajak Astra Lanjutkan Membangun Indonesia dari Wilayah Terluar Mendes PDTT Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo melakukan pemeriksaan darah di booth pengobatan gratis yang disediakan dalam acara Festival Kesehatan Inspirasi 60 Tahun Astra di Hotel Rinra Makassar hari ini (18/11). Acara Festival Kesehatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Menjadi Guru Yang Baik 15 Nov 2017 07:00 WIB

 
Memahami Inflasi Lebih Dalam 21 Nov 2017 03:39 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia