KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalAktifnya Aliran Massa Udara Basah, Picu Cuaca Ekstrim Sejumlah Wilayah Indonesia oleh : Rohmah S
26-Apr-2018, 10:54 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kejadian cuaca ekstrem di beberapa daerah seperti hujan disertai puting beliung di Jogjakarta dan Minahasa, banjir di Cilegon dan Bumi Ayu pada saat musim peralihan dari penghujan menuju kemarau menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat, berikut penjelasan Drs.
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Ibu 25 Apr 2018 16:27 WIB

Pemimpin 01 Mar 2018 12:42 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Berburu Hoki di Tahun 2008

 
BUDAYA

Berburu Hoki di Tahun 2008
Oleh : Yohanes | 30-Des-2007, 06:45:30 WIB

KabarIndonesia - Menjelang Tahun Baru, banyak orang merenungkan dan mencari jalan bagaimana mereka bisa memperbaiki nasib mereka pada tahun yang akan datang ini, agar mereka bisa mendapatkan lebih banyak hokie atau rezeki daripada tahun-tahun sebelumnya. Mulai melalui tukang ramal, sampai pergi ke tempat berziarah yang jauh, misalnya ke Gunung Kawi atau pun pergi ke kuburan para leluhur. Bermacam buku ramalan pun menjadi best seller.

Dari semua tradisi perayaan tahun baru di dunia, walaupun tata caranya berlainan dan unik, tetapi mereka semua merayakan suatu harapan yang sama, yaitu harapan untuk bisa mendapatkan hokie lebih besar di tahun yang akan datang. 

Contohnya Bangsa Austria percaya, jika kita menyentuh seekor babi hidup di malam tahun baru, keberuntungan akan tiba di tahun yang akan datang. Maklum babi bagi bangsa Jerman & Austria adalah lambang hokie. Orang yang merasa mendapat hokie di Jerman/Austria selalu mengucapkan perkataan "Schwein gehabt" alias telah mendapatkan babi.

Sedangkan menurut orang Yunani, buah delima melambangkan kesuburan dan kesuksesan.  Oleh sebab itu setiap tanggal satu Januari, mereka, menebarkan biji buah delima ke arah pintu rumah, toko atau perkantoran untuk bisa dapat hokie lebih besar di tahun mendatang.

Di Inggris, ada tradisi "First Footing". Laki-laki pertama yang datang berkunjung ke sebuah rumah setelah lewat tengah malam dipercaya akan mendatangkan keberuntungan. Biasanya orang tersebut membawa hadiah seperti uang, roti, atau pakaian dengan harapan keluarga yang dikunjungi akan berlimpah barang tersebut sepanjang tahun. Orang itu tidak boleh berambut pirang atau merah, karena dianggap bisa mendatangkan kesialan.

Di Jerman, pada malam tahun baru, masyarakat biasa melakukan suatu tradisi unik yaitu meneteskan timah cair ke air dingin untuk melihat peruntungan masa depan dari bentuk yang terjadi. Bila timah membentuk cincin atau hati, maka akan berarti pernikahan, bila berbentuk kapal artinya akan melakukan perjalanan dan bila berbentuk babi, itu berarti akan berlimpah makanan di tahun yang akan datang.

Untuk bisa mendapatkan hokie baru di Napoli (Italy), mereka mempunyai tradisi untuk melemparkan barang-barang rombengan atau tidak terpakai lagi ke luar jendela tepat pada pukul 24:00 di tanggal 31 Desember. Sehingga apabila Anda berjalan-jalan di Napoli pada tanggal satu Januari, jangan heran apabila banyak peralatan dapur, lemari es dan barang-barang rongsokan lainnya tersebar di jalanan.

Menurut tradisi Tiong Hoa pada tahun baru Imlek sebaiknya memberikan hadiah berupa jeruk mandarin, sebab jika ditulis secara Hanyu Pinyin adalah Gan. Lafal jeruk mandarin dalam dialek sub-etnis tersebut memiliki bunyi yang sama dengan lafal emas, yang jika ditulis secara Hanyu Pinyin adalah Jin. Jadi memberikan jeruk mandarin diibaratkan memberikan emas.

Lebih baik lagi memberikan jeruk yang masih ada daunnya yang melambangkan agar emas ini bisa tumbuh terus dan sebanyak dua buah karena terdapat sebuah pepatah Tionghoa terkenal yang berbunyi "Hao Shi Cheng Shuang", yang secara harafiah dapat diartikan "Semua yang baik harus datang secara berpasangan".

Sedangkan di Indonesia banyak orang rela mengorbankan waktu maupun uang dalam jumlah yang tidak sedikit, untuk membeli batu pusaka, keris dan sebagainya.

Caranya pun bermacam-macam, yang satu melakukan puasa atau pantangan ini dan itu, yang lain membeli batu pusaka atau jimat, sedangkan yang satunya lagi merombak rumahnya, karena menurut peraturan Feng Shui, posisi pintu rumahnya salah dipasang yang seyogianya di kanan jadi di kiri sehingga hokienya tak kujung datang, sedangkan yang satunya membeli ikan emas arwana, ataupun memelihara tuyul. Tinggal pilih saja yang cocok untuk selera maupun kocek uang Anda.

Bahkan ada orang yang khusus mengganti istrinya, karena istri yang pertama ternyata tidak bisa memberikan hokie seperti yang diharapkan, jadi bermacam cara mereka lakukan khusus untuk mengejar dan mendapatkan hokie atau rezeki yang lebih besar lagi.

Mereka yang berlomba mengejar hokie ini bukannya dari kalangan masyarakat kelas bawah saja, tetapi seluruh lapisan masyarakat mulai dari yang kelas teri sampai dengan para konglomerat kelas kakap, mulai dari orang yang tidak berpendidikan sampai dengan para orang bertitel.

Yang menjadi pertanyaan, apakah dengan bertambah istri Mang Ucup bisa mendapatkan hokie yang bertambah? Hal inilah yang menggerakkan Mang Ucup untuk buruan kawin lagi, maklum Mang Ucup yakin, haqul yakin kalau istrinya empat berarti hokienya bisa bertambah empat kali lipat. Tidak percaya? Cobalah sendiri, sebab kita baru bisa membuktikan benar atau salahnya satu teori apabila kita sudah mempraktekkannya sendiri.

Sebenarnya hokie itu adalah "berkat", kalau kita mendapatkan berkat dari Tuhan pasti usaha kita akan berhasil. Nah kalau kita sudah tahu bahwa hokie itu artinya berkat, kenapa kita harus mencari jauh-jauh ke Gunung Kawi, bukannya berdoa saja kepada Tuhan untuk memohonnya? Apakah kalau kita menggeser dan memindahkan pintu rumah kita dari kanan ke kiri, Tuhan akan memberikan kepada kita berkat lebih banyak? Apakah kalau anaknya diberi nama Lucky ia akan mendapatkan berkat extra lebih besar? Apakah berkat kita akan berkurang apabila rumah kita kebenaran letaknya di ujung tombak jalan?

Banyak orang yang bersedia mengganti Tuhan kita dengan ikan ataupun batu. Karena ia yakin dan percaya bahwa Ikan Emas Arwana akan "bisa" memberikan hokie (berkat), jadi kepercayaannya dialihkan kepada ikan bukannya kepada Tuhan lagi. Atau karena ia yakin batu cincin yang dipakainya bisa membawa hokie, jadi mulai saat itu batu akik yang dia pakai menjadi Tuhannya. Apakah ini bukan berarti kita menyembah berhala?

Kalau direnungkan dengan baik, di mana otak dan IQ kita, kalau kita yakin dan percaya bahwa batu atau ikan bisa memberikan berkat kepada kita? Yang paling penting dari segala-galanya ialah bahwa kita harus sadar, bahwa hokie dan rezeki itu tidak lain dan tidak bukan adalah "berkat" dari Allah!

Apabila kita sadar akan hal ini, baru mata dan otak kita akan terbuka bahwa hokie atau berkat ini hanya bisa didapatkan dari Allah seorang saja, bukannya dari batu ataupun ikan. Tetapi kenapa acap kali terjadi juga orang yang memelihara ikan arwana hokienya menjadi bertambah, atau yang memiliki batu pusaka usahanya menjadi lebih maju?  Ini adalah pekerjaannya si iblis. Si iblis tahu apabila kalau kita mulai percaya dan yakin, bahwa batu dan ikan itu adalah penyebab dari hokie kita ini, otomatis kita akan menjauhi Tuhan Allah kita.

Hanya kenyataannya usaha mereka itu, kebanyakan maju hanya untuk sementara waktu saja dan yang sudah bisa dipastikan 100% dalam hal ini si penjual ikan arwana dan si penjual batulah yang mendapatkan hokie, karena barang dagangannya jadi laku.

Ingat! Allah kita ada jauh lebih berkuasa dan Ia mampu memberikan berkat yang berlimpah-limpah kepada semua orang yang memohon kepada-Nya.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Pelari Indonesia Pertama di FWD North Pole Marathon 2018 Wakil Direktur Utama FWD Life, Rudi Kamdani (kiri) sedang memberikan jaket FWD Life kepada Pelari Maraton Indonesia, Fedi Fianto (kanan) sebagai simbol FWD Life resmi melepas Fedi sebelum keberangkatannya ke Kutub Utara.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Pengabdian Tentara di Pojok Desa 10 Apr 2018 14:27 WIB

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia