KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia – Serang, Guna memaksimalkan peran Balai Latihan Kerja(BLK) yang sudah ada selama ini, Kementerian Ketenagakerjaan terus matangkan penerapan konsep Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). Pasalnya konsep ini diyakini mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Bubar Riyaya 22 Jul 2017 01:58 WIB

Anak Beranak Kanak 22 Jul 2017 01:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
BUDAYA

Budaya Menyontek Mendarah Daging
Oleh : Septian Sanjaya | 16-Des-2014, 19:19:48 WIB

KabarIndonesia - Sebuah kebiasaan yang tak pernah terlepas dari kehidupan sosial . Dari anak kecil sampai orang dewasa masih saja melakukan aksi contek mencontek. Kebiasaan yang disebabkan karena kurangnya kreatifitas  seseorang.

Sifat dari anak kecil adalah meniru dan menerapkan kedalam dirinya menjadi sebuah pengalaman dan kebiasaan. Jika anak itu melihat tindakan yang buruk, tindakan itu akan terbawa dalam memori ingatannya sampai dewasa. Tergantung dengan pemahamannya, anak itu menerima begitu saja atau menolak dan merubah tindakan itu menjadi pelajaran bukan menjadi kebiasaan. Dalam hal ini kebiasaan mencontek  secara tak langsung terwarisi sehingga menjadi kebudayaan. Dengan melihat seseorang mencontek dan berhasil menyelesaikan masalahnya. Maka dengan meniru hal itu, mungkin akan berhasil juga.

Aksi contek - mencontek kerap kali terjadi dan tak  asing lagi kita lihat diberbagai sekolah. Berbagai trik untuk mencontek pun mulai berkembang dari memakai kode jari, berdehem  atau batuk, atau juga melempar secarik kertas. Upaya pemerintah dan badan sekolah untuk menghentikan aksi mencontek tersebut tidak berjalan dengan baik. Ini dikarenakan budaya mencontek ini sudah mendarah daging di setiap orang. Mencontek menjadi jalan pintas untuk mendapatkan jawaban dari kebuntuan. Selain itu juga, beberapa oknum membiarkan saja aksi mencontek itu dilakukan sehingga mencontek menjadi lebih mudah dan bebas.

Bukan saja hanya di sekolah kita dapat melihat aksi mencontek, di tempat umum juga kerap kita lihat hal seperti ini. Dalam dunia kerja, persaingan sudah tidak dapat dibendung. Sebuah perusahaan mencontek perusahaan saingannya yang lebih maju agar dapat bersaing dalam perdangangan. Selain itu, di dunia media massa juga ada hal seperti ini, khususnya di media online. Dengan mudahnya mengakses  jejaring internet, orang menjadi mudah untuk mencontek dan mengambil tulisan atau ide dari seseorang.

Apalagi pada zaman sekarang orang tua memberikan dan membebaskan anak dalam menggunakan telephon genggam, yang pada saat ini telepon genggam sudah semakin canggih. Sehingga  anak tersebut menjadi bermalas malasan untuk belajar karena terlalu asik dengan gadgetnya.

Tidak hanya itu, bahkan ketika dalam mengerjakan tugasnya disekolah banyak siswa yang mengandalkan Google untuk mengerjakan tugasnya. sehingga banyak pelajar yang terlalu bergantung pada Google. Hal ini dikarenakan pengawasan dari pihak sekolah yang terlalau longgar. Akibatnya banyak pelajar dengan leluasa memainkan telepon genggamnya untuk menggunakan Google untuk mendapatkan jawaban.

Untuk itu, Budaya mencontek harus dihentikan, yaitu dimulai dari sekarang. guna membangun kreatifitas seseorang. Seperti guru yang harus lebih memperhatikan siswanya dan mengajarkan pelajaran kepada siswanya sampai siswa nya mengerti, sehingga siswa itu tidak perlu lagi untuk mencontek. Dan tidak hanya seorang guru yang perlu memperhatikan dan mengajarkan siswanya, tetapi orang tua juga perlu mengajarkan anak tersebut. Agar anak tidak lagi mengandalkan atau bergantung pada temannya dalam mengerjakan tugasnya. melainkan ia bergantung pada dirinya sendiri, dalam mengerjakan tugasnya dan menjadi pribadi yang kreatif.***



Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): 
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini.  Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mensos Khofifah: Kampung Berseri Astra Jadi Role Modeloleh : Rohmah Sugiarti
24-Jul-2017, 06:03 WIB


 
  Mensos Khofifah: Kampung Berseri Astra Jadi Role Model Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kedua kanan) menandatangani prasasti Desa Sejahtera Mandiri untuk Kampung Berseri Astra Keputih didampingi oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Hartono Laras (kanan), Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Medsos dan Hoax 26 Jul 2017 16:30 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
Awas Anemia! 17 Jul 2017 13:12 WIB

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia