KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahOperasional Pelabuhan Simanindo Kembali Dibuka dengan Pengoperasian Kapal Ferry dan Kapal Kayu oleh : Danny Melani Butarbutar
07-Jul-2018, 14:45 WIB


 
  KabarIndonesia - Samosir, Sejak peristiwa tenggelamnya kapal kayu KM. Sinar Bangun di perairan Tigaras pada Senin (18/6) Pemerintah telah menghentikan operasional transportasi kapal trayek Simanindo (Samosir) - Tigaras (Simalungun). Hal ini sangat berdampak luas kepada roda perekonomian masyarakat.

Namun,
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Ruang dan Cinta Penyatu Segalanya 27 Jun 2018 05:55 WIB

Surat Untuk Bapak Presiden 06 Jun 2018 09:09 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
BUDAYA

Hari Jadi Ulos Nasional 2017 dan Pameran Tenun Tradisional Sumatera Utara Digelar di Samosir
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 15-Des-2017, 11:33:35 WIB

KabarIndonesia - Ambarita, Dalam rangka Hari Jadi Ulos Nasional tahun 2017, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Utara bekerja sama dengan Yayasan Pemberdayaan Perempuan Indonesia (YPPI) menggelar Pameran Tenun Tradisional Sumatera Utara bertempat di tanah lapang Ambarita, kecamatan Simanindo, kabupaten Samosir, padatgl. 13-15 Desember 2017.

Informasi yang diterima pewarta kabarindonesia, acara diisi dengan kegiatan seminar ulos, lomba bertenun ulos, lomba putra/i duta ulos (fashion show) dan pemilihan stand pameran terbaik. Peserta kegiatan ini berasal dari utusan kabupaten/kota se Sumatera Utara, khususnya yang memiliki tenun tradisional.

Seyogianya, pembukaan acara dimulai pada pagi hari Rabu (13/12), namun karena peserta yang diharapkan daftar ulang belum hadir, demikian juga undangan dari provinsi dan kabupate/kota, sementara kegiatan harus berjalan, maka acarapun dibuka resmi pada pukul 16.00, usai seminar ulos di kantor Camat Simanindo.

Acara kemudian dibuka oleh pejabat Dinas Pariwisata Provinsi Sumut, drs.Unggul Sitanggang ini berlangsung dalam cuaca dingin/hujan gerimis dan pengunjung yang sangat sepi. Yang terlihat di lokasi acara adalah panitia provinsi, YPPI, peserta lomba dan pameran dari setidaknya 5 kabupaten/kota, dan personil Marsada Star Band yang menyuguhkan hiburan selama kegiatan berlangsung.

"Sayang sekali, acara sebesar ini sepi pengunjung, padahal panitia menyiapkan panggung besar, stand pameran, hiburan band Marsada Star. Kita lihat tidak ada pejabat teras dari kabupaten/kota se kawasan danau toba yang hadir termasuk pemkab tuan rumah, ya kan pak", sebut H.Ambarita, tokoh masyarakat desa setempat kepada pewarta media ini.

"Betul pak, kita juga kecewa karena informasi kegiatan ini tidak diketahui sebelumnya. Mungkin terbatas hanya kepada segmen masyarakat tertentu, dan tidak dikoordinasikan dengan baik dan benar" sebut M.Butarbutar, menimpali. Pengamat dan penggiat pariwisata-budaya di Samosir ini menambahkan kegiatan kepariwisataan memerlukan kajian dan peran serta masyarakat. "Mungkin perlu ada kajian waktu/musim, kondisi aktivitas masyarakat/aparat, tempat dan rencana peserta-pengunjung, soalnya ini musim penghujan, menjelang Natal dan akhir tahun" sebutnya kemudian.

Mengawali acara penutupan Hari Jadi Ulos Nasional, hasil perlombaan terlebih dahulu diumumkan para dewan juri yang telah ditunjuk panitia.
Dewan juri pemilihan putra/i duta ulos (fashion show), Enny Martalena Pasaribu, Prof. Dr. Robert Sibarani dan seorang anggota lain telah memilih duta ulos. Enny Martalena Pasaribu mengumumkan hasilnya (dibacakan dari urutan terakhir juara 6 hingga juara 1): juara 6. Sherly Sinaga dari samosir: juara 5. Jefri dari Medan; 4. Rudy Surya dari Tebingtinggi, 3. Risma Marpaung, dari Deliserdang, runner up Eno dari medan dan juara 1. Soraya dari Medan.

Ibu Misnah dari Disparbud Sumut, mengumumkan stand pameran ulos tenun terbaik yakni juara satu diperoleh stand tuan rumah Kab.Samosir, disusul stand Simalungun dan juara tiga Yayasan Pemberdayaan Perempuan Indonesia.

Sementara itu, pemenang lomba bertenun yang digelar di lokasi acara berhasil memilih enam pemenang yakni, terbaik pertama Nesri Saragih dari Simalungun, dengan tenunan kain bulang; Juara kedua diraih Lasmaria Simarmata, dari rumah tenun Lumban Suhi Samosir yang menenun ulos bintang maratur, dan juara ketiga Ratna Kesuma dari Sipirok Tapsel, dengan tenunan kain/abit godang. Disusul kemudian juara harapan satu Fino rusmala manik, nanggar suasa; Berta banjarnahor, ulos karo bulu torus dari Tanah Karo dan terakhir Manna Sihotang dari rumah tenun lumban suhi Samosir.

Acara Penutupan Hari Jadi Ulos dan Pameran Tenun Tradisional Sumut 2017 ini, dilaksanakan hari Kamis, (14/12). Mewakili Gubsu Drs.Unggul Sitanggang, Kabid pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provsu, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf atas kondisi yang terjadi. Dikatakannya, seyogianya gubernur atau wakil gubernur hadir bersama para pimpinan daerah kabupaten/kota kawasan danau toba.

"Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dgn daerah di kawasan danau toba yang memiliki tenun, kami mohon maaf karena saat ini ada tugas yang tidak dapat ditinggalkan, ada summit pariwisata di parapat dan di silangit, pembahasan apbd sumut 2018." jelasnya.

Menurutnya, kegiatan pameran tenun tradisional ini sengaja ditempatkan di Samosir sebagai salah satu destinasi pariwisata nasional. Kita membuat secuil upaya mengangkat cagar budaya, nilai adat, ulos tenun.
"Melihat besarnya pentas sebetulnya acara ini cukup bergengsi. Kita telah koordinasikan dengan daerah dan mohon dukungan perhatian kabupaten setempat, tapi inilah yang kita hadapi, kami yg rencanakan Tuhan yang menentukan," sebut Unggul seraya berharap ulos ini dapat lestari, jgn sampai punah.

"Kemarin kita sudah dilaksanakan seminar ulos yang merekomendasi ulos menjadi warisan budaya tak benda ke Unesco. Kami mohon maaf kepada pemerhati ulos, penggiat tenun, tokoh adat budaya jika kegiatan ini belum mencapai sasaran, mudah-mudahan ini awal kebaikan ke depan. Kita ingin meningkatkan dan melestarikan Ulos dgn nilai estetika dan nilai budaya yang unik. Ulos juga memiliki nilai ekonomis yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat" jelas mantan Camat Simanindo ini.

"Secara khusus saya mohon ke depan agar kita bersinergi terutama Samosir dengan tagline negeri indah kepingan surga. Gubernur sangat memberi perhatian terhadap Samosir sebagai destinasi pariwisata. Bahkan beberapa hari yang lalu Tim Geopark yang dipimpin Ibu Wagub mengunjungi Samosir, meninjau kegiatan yang dilakukan masyarakat, bahan dossier ke Unesco, salah satu warisan budaya ya ulos Batak" pungkas Unggul.

Di akhir acara, panitia dan sponsor acara YPPI, Telkomsel memberikan cenderamata kepada grup musik Marsada Star Band, Wawan Sitorus fotovideografer Medan, dan kepada Pemkab samosir diwakili Sekretaris Camat Simanindo. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  FWD Life Gandeng Special Olympics Indonesia untuk Program Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Intelektual di Semarang – PT FWD Life Indonesia (FWD Life), pelopor asuransi jiwa berbasis digital di Indonesia, telah meresmikan kerja sama dengan Special Olympics Indonesia (SOIna) pada 18 April 2018 lalu. Setelah peluncuran kerja sama, FWD Life kemudian menggelar roadshow perdana di Bandung pada
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia