KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTerbuka Kesempatan Magang di Harian Online KabarIndonesia oleh : Redaksi-kabarindonesia
24-Apr-2019, 03:27 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bila Anda seorang mahasiswa/mahasiswi dari berbagai fakultas di wilayah Indonesia dan memiliki minat di dunia media online termasuk penulisan artikel dan pengeditan, redaksi Harian Online KabarIndonesia (HOKI) memberikan kesempatan magang di HOKI selama satu tahun sebagai Tim Redaktur.
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pasangan Abadi 13 Apr 2019 04:16 WIB

Sepenggal Kisah dari Menoreh (2) 24 Mar 2019 06:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Kehidupan dan Musik Reggae

 
BUDAYA

Kehidupan dan Musik Reggae
Oleh : Kamal Hafizhi | 26-Des-2013, 15:03:51 WIB

KabarIndonesia - Aliran musik reggae adalah salah satu yang sedang  berkembang di dunia saat ini. Musik Reggae memiliki andil yang sangat kuat di negara kelahirannya yaitu Jamaika. Seiring berkembangnya peradaban, ia mengalami perkembangan dan perubahan fungsi menjadi musik Internasional.

Musik reggae memang mempunyai sejarah yang panjang. reggae tidak hanya sebuah jenis musik bertempo lambat dengan vokal berat saja, tapi juga berhubungan erat dengan kepercayaan, identitas, dan simbol perlawanan terhadap penindasan.

Tahun 1968 banyak disebut sebagai tahun kelahiran musik reggae. Sebenarnya tidak ada kejadian khusus yang menjadi penanda awal muasalnya, kecuali peralihan selera musik masyarakat Jamaika dari Ska dan Rocsteady ke irama musik baru yang bertempo lebih lambat. Boleh jadi, peralihan itu terjadi lantaran ingar-bingar dan tempo cepat Ska dan Rocksteady kurang cocok dengan kondisi sosial dan ekonomi di Jamaika yang sedang penuh tekanan ketika itu.

Musik reggae sendiri pada awalnya lahir dari jalanan Getho (perkampungan kaum Rastafaria) di Kingston, ibu kota Jamaika. Lalu orang yang pertama kali memainkannya adalah Robert Nesta Marley pada Februari 1945 di St. Ann, Jamaika, atau yang sering di panggil Bob Marley, Ia berayahkan seorang kulit putih dan ibu kulit hitam. Pada tahun 1950-an, Bob beserta keluarganya pindah ke ibu kota Jamaika, Kingston. Di kota inilah obsesinya terhadap musik sebagai profesi menemukan pelampiasan. Waktu itu Bob Marley banyak mendengarkan musik R&B dan soul, yang kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae.

Lantas itulah yang menyebabkan gaya rambut gimbal menghiasi para musisi reggae. awal dan lirik-lirik lagu reggae sarat dengan muatan ajaran Rastafari, yakni kehidupan yang penuh kebebasan tetapi tetap menjaga  perdamaian di sekitarnya serta menggambarkan keindahan alam semesta dan gaya kehidupan seniman.

 Masuknya reggae sebagai salah satu unsur musik dunia yang juga mempengaruhi banyak musisi dunia lainnya, dan membuat aliran musik satu ini menjadi barang konsumsi publik dunia. Gaya rambut gimbal atau dreadlock serta lirik-lirik ‘Rasta' dalam lagunya pun menjadi konsumsi publik. Dengan kata lain, dreadlock dan ajaran Rasta telah menjadi produksi pop, menjadi budaya pop, seiring berkembangnya musik reggae sebagai sebuah musik pop.

Reggae di Indonesia
Di Indonesia, beberapa nama yang terkenal dalam dunia musik reggae antara lain Tony Q, Steven & Coconut Treez,, New Rastafara, dan Heru 'Shaggy Dog' (Yogyakarta). Banyak yang tidak tahu sejarah reggae di negeri ini. Bahkan musisi reggae di sini mungkin yang kurang paham jika ditanya siapa band awal mula yang pertama kali memainkan musik reggae.

Sekitar tahun 1986, musik reggae mulai dikumandangkan di Indonesia. Band itu adalah Black Company, sebuah band dengan genre reggae. Kemudian beberapa tahun kemudian muncul Asian Roots yang merupakan turunan dari band sebelumnya. Lantas ada pula Asian Force, Abresso dan Jamming.

Musik reggae  telah menjadi musik  yang lagi di gandrungi oleh kaum-kaum muda di Indonesia, terutama kelas menengah kebawah, karena musiknya dan lirik lagu reggae biasanya menggambarkan kisah kasih serta kerasnya hidup di dunia ini. Namun, kini keberadaan musik reggae di Indonesia terkesan di pojokan Karena ekstremitas yang tinggi. Apalagi kesan yang diperoleh ketika seseorang melihat penampilan para musisi dan penikmat musik reggae yang terkesan urakan dan tak mau tahu dengan kondisi orang lain.

Bahkan, ada banyak pendapat yang hingga kini membuatnya semakin tersingkir adalah reggae identik dengan narkoba dan ganja. Entah, pengaruh itu benar atau tidak. Yang jelas, kesan minor yang diterimanya turut serta menenggelamkan reggae di antara musik-musik baru di dunia. Tetapi bagaimanapun, bagi penikmat musik aliran reggae, musiknya tidak seperti pendapat kebanyakan orang lain, reggae tetap bisa berjalan dan di dengarkan tanpa narkoba, reggae tetap bisa di nikmati dan dirasakan iramanya tanpa ganja maupun Alkohol, jadi reggae adalah kehidupan bagi setiap penikmatnya. (*)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum"oleh : Fida Abbott
21-Apr-2019, 05:24 WIB


 
  Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum" berlokasi di 725 Park Ave, New York, NY 10021; berukuran tidak besar; memiliki dua lantai dan lantai bawah tanah. Lantai pertama untuk pendaftaran para tamu yang berkunjung, kafe, dan toko suvenir. Lantai dua untuk museum yang
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Batu Bertuah (1) 25 Apr 2019 16:15 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia