KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
RohaniMengingat dan Menyebut Nama Allah oleh : Syaiful Karim
16-Jan-2019, 16:05 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sejak kecil saya mengalami konflik kognitif yang sangat luar biasa dalam menjalankan kehidupan beragama. Hal ini disebabkan banyaknya istilah-istilah yang banyak dipakai dalam kehidupan beragama sehari-hari yang sangat berbeda dengan dengan penalaran yang jujur. 

Padahal sejak kecil
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Kitab Hidup 16 Jan 2019 09:44 WIB

Nyanyian Malam Sang Perawan 15 Jan 2019 11:37 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
 

 

Malang Kembali Bernuansa Tempoe Doeloe dengan MTD

 
BUDAYA

Malang Kembali Bernuansa Tempoe Doeloe dengan MTD
Oleh : Dliyaul Fuadah | 12-Nov-2017, 20:15:39 WIB

Kabar Indonesia - Malang, Empat tahun vakum, Festival Malang Tempo Doeloe (MTD) kembali digelar. Diadakan disepanjang jalan Besar Ijen didepan Katedral Ijen sampai ke jalan Simpang Balapan, kota Malang, minggu (12/11/2017)

Malang Tempo Doeloe atau disebut Festival Malang Kembali, merupakan festival yang menampilakan unsur-unsur budaya masa lampau. Acara yang pertama kali digelar pada tahun 2006 ini, menyajikan seting suasana dan lokasi tempo doeloe, dekorasi tiap-tiap stand, makanan-makanan yang dijual, dan kostum yang digunakan para pengunjung.

Festival MTD 2017 kali ini mengangkat tema “Klapa Jadi Apa”. Kata klapa disini dimaksut adalah kelapa, karena kelapa merupakan komoditas yang dapat dijadikan apa saja. Seperti yang dipaparkan oleh penggagas MTD, Dwi Cahyono, jadi dalam pembukaan bersama memarut kelapa, sekaligus untuk melestarikan komoditas ini yang dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Hal ini dibuktikan dengan berdirinya ratusan setan yang memadati sepanjang trotoar kiri dan kanan jalan. Stand-stand itu menjajahkan berbagai jenis makanan zaman dulu yang kebanyakan berbahan dasar kelapa seperti klepon, tiwul, rangin, jadah, nasi jagung, lupis, gulali, arbanat, gule koyor gudek, dan masih banyak lagi.

Walaupun sempat diguyur hujan, masyarakat Kota Malang tetap datang untuk memeriahkan festival tahunan ini. Para pengunjung diwajibkan untuk menggunakan atribut tempo dulu, hal ini dikarenakan untuk mengembalikan kembali roh zaman dulu, sehingga para pengunjung akan merasakan nuansa kejadulan yang kental.

Acara festival kali ini menyuguhkan konsep diantaranya stand koeliner, barang-barang antic, makanan-makanan tempo doeloe, panggoeng pertunjukan, parade tari tradisional, permainan anak tradisional.

Konsep lain yang tersirat dari diadakannya MTD kali ini adalah menghadirkan kembali nuansa peristiwa heroik Malang Bumi Hangus yang merupakan peristiwa besar di Kota Malang dengan menghadirkan pesan terkait perjuangan arek-arek Malang dalam mempertahankan Kota Malang, hal ini dikarenakan momennya bertepatan dengan hari pahlawan yang jatuh tepat pada tanggal 10 November kemarin.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Muallaf Zaman "Now"! 07 Jan 2019 18:38 WIB

 
 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB

 

 

 
Adakah Sorga Dan Neraka 17 Jan 2019 17:30 WIB

Fisika Ruh 15 Jan 2019 16:20 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia