KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilEyang Dokter dan Kemenangan Kehidupan oleh : Kabarindonesia
22-Mei-2019, 08:38 WIB


 
 
KabaIndonesia - Bagi sebagian besar orang, menulis narasi kehidupan dalam bentuk autobiografi adalah percuma dan membuang-buang waktu. Tidak sedikit pula orang yang menganggap bahwa hidup terlalu biasa untuk dituliskan menjadi sebuah autobiografi. Tidak ada yang menarik dalam kehidupan, begitulah anggapan
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Menunggu 19 Mei 2019 16:15 WIB

SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Mengenang Peristiwa 21 Mei 1998 22 Mei 2019 14:14 WIB

 

Mengenal Suku Batak

 
BUDAYA

Mengenal Suku Batak
Oleh : Ossy | 06-Jan-2014, 10:01:36 WIB

KabarIndonesia - Tahukah Anda  akan suku Batak? Mungkin sebagian dari kita adalah keturunan suku Batak atau bahkan sebagian dari kita belum mengetahui akan suku Batak.

Suku Batak merupakan salah satu suku bangsa Indonesia yang diwarisi oleh nenek moyang kita zaman dulu. Sampai saat ini suku Batak masih mengental di daerah Sumatera Utara. Bahkan, sebagian dari suku Batak berimigrasi ke pulau Jawa untuk mencari sebagian lapangan pekerjaan. Namun, suku Batak tidak akan pernah melupakan adat dan istiadat yang telah mengental dan menyatu di dalam diri mereka.

Di Sumatera Utara suku Batak terbagi menjadi enam jenis, yakni suku Batak Toba, suku Batak Karo, suku Batak Pak-pak, suku Batak Simalungun, suku Batak Angkola dan suku Batak Mandailing.  Keenam suku tersebut memiliki ciri khas yang berbeda-beda, namun pada prinsipnya akar budaya tersebut tetaplah satu, yakni budaya Batak.

Selain jenis yang berbeda, suku Batak juga memiliki marga yang berbeda-beda. Mengapa demikian? Jelas, karena Marga adalah nama pertanda dari seorang keluarga. Biasanya marga ini diambil dari nama Ayah dan akan turun menurun ke anak dan cucu. Banyak sekali marga yang ada di Sumatera Utara, bahkan di Jakarta pun kerap terlihat sebagian marga seperti Nainggolan, Gultom, Sianturi, Nasution dan lain-lain.

Mayoritas suku Batak beragama Kristen Protestan dan Kristen Katolik. Walaupun demikian agama Keristen suku Batak tetap menghargai umat agama lain.  Suku Batak sangat rajin dalam beragama, selain itu budaya suku Batak sangat bertoleransi akan sesama teman atau sesama marga.

Sikap budaya Batak adalah saling tolong menolong. Sikap ini sangat terlihat d sekitar kawasan Jakarta Timur,  tepatnya di kampung RTM Pinang Ranti. Ya, kampung kecil yang mayoritas diisi dengan suku Batak. Berbagai macam kegiatan selalu terlihat di kampung ini, mulai dari bernyanyi bersama dengan lagu khas Batak sampai berjoget bersama. Suara bising pun dan suara keras sangat terasa di kampung ini. Hal ini dimaksud kebiasaan leluhur yang di turunkan oleh nenek moyang zaman dulu.

Banyak ciri khas yang dapat dilihat dari sebagian orang Batak, di antaranya suara keras merupakan kebiasaan tersendiri bagi suku Batak. "Ya benar, bahkan  banyak yang menilai kami, jika kami berbicara keras malah dibilang seperti orang bertengkar  saja, padahal tak seperti itu. Rupanya kebiasaan kami ini sudah termaksud turun menurun dari generasi kegenerasi berikutnya. Bahkan wajah sangar kami dan logat yang kental menjadi ciri khas bagi suku Batak. Jadi tidak heran jika sebagian orang bisa menebak seseorang dari cara berbicara kami ini," ucap Abet Sianturi.

Suku Batak sangat kental akan adat yang diturunkan oleh leluhur, terutama adat pernikahan. Sebagian masyarakat di kampung RTM Pinang Ranti selalu mengikuti upacara pernikahan adat Batak, kegiatan ini dilakukan agar meneruskan adat-istiadat yang diturunkan olh nenek moyang. Upacara pernikahan adat batak disebut marhajabuan (berumah tangga) yang berarti upacara adat pernikahan sesuai dengan adat  Batak. Setiap masyarakat suku Batak yang akan berumah tangga atau menikah harus melalui sebuah pesta adat . Tidak boleh hanya dibaptis di gereja atau hanya sekedar akad nikah. Banyak yang beranggapan bahwa pernikahan adat Batak sangat tergolong mewah.

"Kalau menurut adat-istiadat suku Batak, nenek moyang kami memang diharuskan menikah dengan sesama suku Batak agar generasi marga akan terus turun menurun. Terutama bagi anak lelaki pertama dalam keluarga harus menikah dengan sesama suku Batak," dikutip dari pernyataan Abet Sianturi.

Dalam pernikahan adat Batak, ulos sangat berperan penting dan berkaitan erat akan budaya Batak. Selain untuk pernikahan, ulos juga penting untuk kematian. Biasanya ulos diberikan oleh tulang (kakak atau adik lelaki dari ibu). Ulos sangatlah penting  sebab ulos merupakan simbol dari suku Batak. Simbol sangatlah berguna di berbagai macam suku.

Kentalnya suku Batak membuat orang Batak bangga akan suku sendiri, jangan malu akan suku dari leluhur nenek moyang kita. Jadi, di mana pun berada, budayakanlah suku sendiri. Seperti Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda  tetapi tetap satu.  ***     

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Persiapan Puasa Sahur Dahulu 19 Mei 2019 15:43 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia