KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTerbuka Kesempatan Magang di Harian Online KabarIndonesia oleh : Redaksi-kabarindonesia
24-Apr-2019, 03:27 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bila Anda seorang mahasiswa/mahasiswi dari berbagai fakultas di wilayah Indonesia dan memiliki minat di dunia media online termasuk penulisan artikel dan pengeditan, redaksi Harian Online KabarIndonesia (HOKI) memberikan kesempatan magang di HOKI selama satu tahun sebagai Tim Redaktur.
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pasangan Abadi 13 Apr 2019 04:16 WIB

Sepenggal Kisah dari Menoreh (2) 24 Mar 2019 06:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
BUDAYA

Menulis Yuk!
Oleh : Amanda Fidienna Putri | 30-Des-2013, 19:22:38 WIB

KabarIndonesia - Sebuah hal yang dapat mengubah dunia karena keberadaanya, sebuah hal yang jika dilakukan bisa menyatukan semua perasaan, sebuah hal yang dilakukan untuk menciptakan sebuah komunikasi yang baik. Hal tersebut adalah Menulis. Ya, hampir semua kegiatan membutuhkan tulisan, untuk belajar, untuk tahu, bahkan untuk mengetahui sebuah sejarah kita membutuhkan sebuah tulisan.

Bagi kebanyakan orang, menulis menjadi pekerjaan yang tidak sulit. Menjadi pekerjaan rutin dan menjadi sumber penghasilan. Kenapa tidak? Seorang wartawan atau jurnalis media cetak menjadikan menulis sebagai sumber penghasilan. Begitu pula penulis atau pengarang buku.  Bagaimana dengan blogger atau webmaster? Bisa jadi!   Namun untuk sebagian orang lagi, menulis itu menjadi kegiatan yang tidak mudah. Mengapa? Menulis belum menjadi kebiasaan atau  membudaya.

Sebenarnya, hampir semua orang  yang  pernah  mengenyam  pendidikan di lembaga sekolah, memiliki pengetahuan  tentang menulis. Namun pengetahuan saja belumlah cukup. Menulis itu menyangkut kebiasaan dan keterampilan.  Menulis itu, semacam seni dan keterampilan yang harus dilatih dan dibiasakan.  Jika seperti ini bisa dibilang  budaya menulis seakan budaya yang cukup langka di negara ini. Jarang sekali kita jumpai orang di sekitar kita yang mempunyai budaya menulis. Kita lihat saja teman-teman kita, tetangga kita kebanyakan mereka jarang menulis.

Tetapi apabila ada yang rajin menulis itu merupakan suatu kebanggaan bagi dirinya sendiri. Pernah mendengar cerita tenatang  Bung Hatta (Mohammad Hatta) ditahan penjajah Belanda dalam waktu yang relatif lama di penjara Boven Digul Irian (sekarang Papua), ia menulis sebuah buku yang fenomenal dengan judul "Mendayung Antara Dua Karang". Buku tersebut kemudian menjadi "basic" untuk pelaksanaan poltik luar negeri Indonesia yang bebas-aktif.

Atau ketika Bung Karno (Sukarno) ditahan di penjara Sukamiskin Bandung yang juga dalam waktu relatif lama, ia pun menulis sebuah buku yang fenomenal dengan judul "Di Bawah Bendera Revolusi". Buku tersebut menginspirasi generasi muda dengan nilai-nilai luhur perjuangan.  Mereka adalah contoh orang-orang hebat dalam negeri yang mengangkat nama Indonesia di kancah Internasional. Lalu bagaimana dengan sosok yang ada di zaman sekarang ini? Apakah ada sosok seperti dua tokoh di atas? Tentu ada, seperti Rhenald Kasali  menulis tren terbaru dan prediksi tentang peta pemasaran di masa yang akan datang. Yodhia Antariksa, seorang blogger produktif yang banyak menulis artikel bernas seputar strategi manajemen, atau Andrea Hirata seorang penulis buku best seller. Namun yang menjadi persoalan adalah orang-orang  Indonesia saat ini kurang atau minim budaya tulis-menulis. Baik itu orang kota maupun orang desa, khususnya bagi orang dewasa. 

Tak bisa dipungkiri kebiasaan masyarakat Indonesia masih sangat kuat dalam tradisi berbicara. Kita lebih senang mengobrol ke sana ke mari daripada membaca dan menulis. Dengan demikian, waktu terus berjalan, tapi tidak banyak pengetahuan baru yang bisa diserap.  Ditambah lagi dengan minimnya kemauan masyarakat Indonesia dalam membaca. Sebenarnya bukan sedikit mahasiswa yang berkeingin menjadi seorang penulis di media massa atau menjadi seorang penulis best seller. Namun sayangnya setelah mencoba untuk menuliskan beberapa kata saja, sudah dijamin pikiran mandek tak ada satupun ide yang akan dituliskan hanya sekedar untuk mencoret kertas putih di depan mata, atau untuk menyentuh tuts keyboard laptop. Bahkan tak jarang karena hanya untuk memaksakan diri menjadi seorang penulis mereka berlama-lama mencari ilham dengan melamun dan mengkhayal, yang ujung-ujungnya terpulas di atas ranjang terbuai dengan khayalan mereka.

Kejadian di atas bukan merupakan tanpa sebab kurangnya interstnya masyarakat dalam budaya menulis disebabkan oleh sedikt minat baca di Indonesia.  Padahal dengan membaca adalah kunci dari segalanya, hanya dengan membca selama 1 jam sehari kalian sudah bisa dapat merauk banyak ilmu di dalamnya, kalian tidak perlu menghabiskan waktu 15 tahun untuk mengetahui sebuah peristiwa, sebuah wilayah, atau bahkan sebuah sejarah, seperti yang dilakukan oleh penulis.  

Banyak yang mengatakan orang yang rajin membaca belum tentu lihai dalam menulis, itu memang benar adanya. Dalam menulis seseorang diharuskan mempunyai keterampilan dan kebiasaan. Namun, bukan berarti semua orang tidak bisa menulis, maka dari itulah sangat diperlukan sebuah budaya menulis. Selain untuk melestarikan apa yang ada di Indonesia, menulis juga bisa menjadi sarana dalam menyampaikan pendapat. Semakin bagus kualitas menulis sebuah bangsa  maka semakin berkualitas pula bangsa tersebut. Sudah selayaknya sebagai masyarakat yang cerdas dan bermanfaat budaya menulis harus segera dilestarikan, mengingat semakin menghawatirkannya kebudayaan yang satu ini. Coba bayangkan  jika budaya yang satu  ini hilang, betapa tercemarnya nama bangsa Indonesia ketika masyarakat yang ada di dalamnya tidak bisa menghasilkan sebuah tulisan yang bermanfaat dan berbobot maka semakin terpuruknya bangsa tersebut.  

Sebelumnya penulis mengajak, mari mencoba untuk menulis apapun yang sedang kita alami dan kita rasakan. Begitu banyak manfaat yang kita bisa dapatkan ketika kita menulis, selain untuk sebagai sumber sejarah juga sebagai cerminan bangsa tersebut, menulis juga dapat menyuarakan aspirasi kita, ditambah menulis bisa menciptakan kreatifitas kita. Semakin berbobot tulisan yang kita buat, semakin intelek pula bangsa kita. (*)    

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum"oleh : Fida Abbott
21-Apr-2019, 05:24 WIB


 
  Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum" berlokasi di 725 Park Ave, New York, NY 10021; berukuran tidak besar; memiliki dua lantai dan lantai bawah tanah. Lantai pertama untuk pendaftaran para tamu yang berkunjung, kafe, dan toko suvenir. Lantai dua untuk museum yang
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Batu Bertuah (1) 25 Apr 2019 16:15 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia