KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupPembangunan PLTB Membuat Hutan Gunung Slamet Terancam Tak Selamat oleh : Rohmah Sugiarti
15-Aug-2017, 02:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah yang memiliki hutan tropis alami terakhir di Pulau Jawa dengan berbagai kekayaan flora dan fauna khas mulai dari Elang Jawa, Macan Tutul, Anggrek Gunung, hingga spesies Katak yang belum diberi nama,
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Sajak Kodok I 17 Aug 2017 09:09 WIB

Rintih Sedih Diriku Padamu 17 Aug 2017 09:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
BUDAYA

Moncak Batak Telah Punah?
Oleh : Marolop Simatupang, A.md | 25-Mei-2009, 00:26:56 WIB

KabarIndonesia - Pada zaman kolonial Belanda puluhan tahun yang silam, menurut kisah, banyak orang Batak yang berjuang melawan penjajah dengan tangan kosong. Mereka melawan kompeni dengan keahlian beladiri khas Batak yang disebut Moncak (baca: Mossak) Batak.

Menurut cerita para orangtua dan manuskrip Batak kuno (laklak), para jagoan beladiri Batak tersebut konon memiliki keahlian dan keistimewaan tersendiri, seperti tidak mempan senjata tajam (sajam), bisa meloncat jauh, berlari dengan kencang, bahkan kebal terhadap timah panas dari bedil-bedil penjajah.

Ilmu dan jurus para ahli Moncak zaman dahulu bervariasi. Ada Moncak jurus bodat (monkey), jurus alogo (wind), jurus udan (rain), dan yang paling kesohor jurus harimo (tiger). Dan masih banyak lagi jurus Moncak Batak yang sangat ditakuti oleh penjajah pada saat itu. Jurus-jurus tersebut nampak dari gerakan-gerakan para Parmoncak (pemain Moncak) pada saat unjuk kebolehan, atau ketika bertarung melawan musuh.

Di samping itu, para ahli beladiri khas Batak itu juga ceritanya mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Dengan ramuan-ramuan tradisional, semacam herbal atau jamu-jamuan sekarang, mereka membantu sesama yang sakit, atau menolong rekan-rekan seperjuangan mereka yang terluka di medan laga. Semakin tinggi ilmu atau jurus-jurus yang dimiliki seorang Parmoncak, semakin banyak penyakit yang bisa disembuhkan. Parmoncak yang sudah ahli itu disebut Guru Moncak, dalam bahasa sekarang Suhu (master).

Namun kini, jarang kita mendengar atau membaca tentang Moncak Batak. Budaya beladiri turun temurun itu telah tersisih oleh perkembangan zaman, serta seiring muncul dan berkembangnya berbagai jenis olahraga beladiri modern seperti kara-te, taek-won-do, kung-fu, pencak silat, dan sebagainya. Pada hal, kalau diperhatikan dengan saksama, gerakan-gerakan olahraga Pencak Silat hampir mirip dengan Moncak Batak.

Moncak Batak pun kini terancam tinggal sejarah. Olahraga khas Batak yang juga menjadi salah satu dari kekayaan budaya Indonesia ini pudar selain karena suhu-suhunya telah meninggal juga karena minimnya generasi muda yang melek budaya lokal, khususnya dari pihak halak hita (untuk menyebut orang kita Batak) yang mengembangkannya sehingga tidak ada yang meneruskan (mengajarkan) dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sejatinya, kalau dicari, pasti banyak orang Batak yang tinggal di Bona Pasogit (Sumatera Utara, khususnya daerah di sekitaran Kabupaten Toba Samosir) atau mungkin juga yang tinggal di perantauan, yang, paling tidak, masih bisa memperagakan Moncak Batak ini, namun enggan unjuk kebolehan karena parmoncak di masa lalu identik dengan kekerasan.

Ada baiknya, dengan kemasan seni budaya, olahraga beladiri bernilai tinggi ini dipromosikan untuk tujuan pengenalan budaya lokal dan menghibur. Dan kelak bisa diandalkan menjadi daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara agar berkunjung ke Indonesia, khususnya ke Tano Batak (Tanah Batak).

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Beda Hemat dan Pelit 15 Aug 2017 02:01 WIB


 
Timnas U-22 Berangkat ke Malaysia 13 Aug 2017 11:00 WIB

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia