KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalWUPID 2017 Ajang Debat Menantang! oleh : Johanes Krisnomo
20-Okt-2017, 16:38 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, 20 Oktober 2017 - Gaduhnya para mahasiswa saat istirahat makan siang, mengikuti ajang debat WUPID 2017, tak sejalan dengan keseriusannya berkompetisi. Mereka berdebat mempertahankan argumentasinya, baik pro dan kontra, berdasarkan data akurat dan pola pikir kritis.

Bicara.co yang
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 
 
BUDAYA

Moncak Batak Telah Punah?
Oleh : Marolop Simatupang, A.md | 25-Mei-2009, 00:26:56 WIB

KabarIndonesia - Pada zaman kolonial Belanda puluhan tahun yang silam, menurut kisah, banyak orang Batak yang berjuang melawan penjajah dengan tangan kosong. Mereka melawan kompeni dengan keahlian beladiri khas Batak yang disebut Moncak (baca: Mossak) Batak.

Menurut cerita para orangtua dan manuskrip Batak kuno (laklak), para jagoan beladiri Batak tersebut konon memiliki keahlian dan keistimewaan tersendiri, seperti tidak mempan senjata tajam (sajam), bisa meloncat jauh, berlari dengan kencang, bahkan kebal terhadap timah panas dari bedil-bedil penjajah.

Ilmu dan jurus para ahli Moncak zaman dahulu bervariasi. Ada Moncak jurus bodat (monkey), jurus alogo (wind), jurus udan (rain), dan yang paling kesohor jurus harimo (tiger). Dan masih banyak lagi jurus Moncak Batak yang sangat ditakuti oleh penjajah pada saat itu. Jurus-jurus tersebut nampak dari gerakan-gerakan para Parmoncak (pemain Moncak) pada saat unjuk kebolehan, atau ketika bertarung melawan musuh.

Di samping itu, para ahli beladiri khas Batak itu juga ceritanya mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Dengan ramuan-ramuan tradisional, semacam herbal atau jamu-jamuan sekarang, mereka membantu sesama yang sakit, atau menolong rekan-rekan seperjuangan mereka yang terluka di medan laga. Semakin tinggi ilmu atau jurus-jurus yang dimiliki seorang Parmoncak, semakin banyak penyakit yang bisa disembuhkan. Parmoncak yang sudah ahli itu disebut Guru Moncak, dalam bahasa sekarang Suhu (master).

Namun kini, jarang kita mendengar atau membaca tentang Moncak Batak. Budaya beladiri turun temurun itu telah tersisih oleh perkembangan zaman, serta seiring muncul dan berkembangnya berbagai jenis olahraga beladiri modern seperti kara-te, taek-won-do, kung-fu, pencak silat, dan sebagainya. Pada hal, kalau diperhatikan dengan saksama, gerakan-gerakan olahraga Pencak Silat hampir mirip dengan Moncak Batak.

Moncak Batak pun kini terancam tinggal sejarah. Olahraga khas Batak yang juga menjadi salah satu dari kekayaan budaya Indonesia ini pudar selain karena suhu-suhunya telah meninggal juga karena minimnya generasi muda yang melek budaya lokal, khususnya dari pihak halak hita (untuk menyebut orang kita Batak) yang mengembangkannya sehingga tidak ada yang meneruskan (mengajarkan) dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sejatinya, kalau dicari, pasti banyak orang Batak yang tinggal di Bona Pasogit (Sumatera Utara, khususnya daerah di sekitaran Kabupaten Toba Samosir) atau mungkin juga yang tinggal di perantauan, yang, paling tidak, masih bisa memperagakan Moncak Batak ini, namun enggan unjuk kebolehan karena parmoncak di masa lalu identik dengan kekerasan.

Ada baiknya, dengan kemasan seni budaya, olahraga beladiri bernilai tinggi ini dipromosikan untuk tujuan pengenalan budaya lokal dan menghibur. Dan kelak bisa diandalkan menjadi daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara agar berkunjung ke Indonesia, khususnya ke Tano Batak (Tanah Batak).

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sandy dan Syagung, Sukses di Ajang Debat - WUPID 2017oleh : Johanes Krisnomo
19-Okt-2017, 13:37 WIB


 
  Sandy dan Syagung, Sukses di Ajang Debat - WUPID 2017 Sandy Sanjaya Awaluddin (kiri) dan Syagung Gunawan May (kanan) dari Universitas Gajah Mada, terpilih sebagai 1st breaking team, dalam ajang debat Bahasa Inggris WUPID - World Universities Peace Invitational Debate, di Jakarta (14-15/10/17). Bersama Aldwin dan Ibrahim dari
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Negara Tanpa Tentara, Bolehkah? 23 Okt 2017 06:17 WIB

 
Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi JK 20 Okt 2017 15:13 WIB

 

 

 

 

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia