|
|
|
| |
KabarIndonesia - Tayangan televisi kian tidak ramah anak. Nyaris tidak ada tayangan yang mendidik seperti mengajari anak agar hormat kepada orang tua dan guru, rajin menabung dan hidup berhemat, suka bekerja keras atau hidup berprihatin.
Yang ada adalah selengkapnya....
|
|
|

BUDAYA
Natalan di Meulaboh
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 27-Des-2009, 11:20:51 WIB
|
KabarIndonesia - Bagaimana minoritas Kristiani memperingati hari Natal di Aceh?
Rekan Fediya Andina melaporkan dari Meulaboh, di mana umat Kristen mendapat kesempatan merayakan Natal juga, hanya bukan di gereja, karena gereja tidak ada lagi.
Natalan di ruko Di Meulaboh tidak ada tanda-tanda perayaan Natal, mayoritas beragama Islam. Tidak sampai 1000 orang umat Kristiani yang tinggal di situ. Sebelum tsunami masih ada satu gereja, kini tidak ada lagi karena hancur.
Tidak dibangun lagi, alasannya banyak, antara lain masyarakat keberatan. Sebagai alternatif umat Kristen melakukan kebaktian di rumah-rumah mereka. Tahun ini ada tempat yang disediakan pemerintah untuk Natal. Letaknya di tengah kota, 2 atau 3 ruko yang dijadikan satu. Di Banda Aceh ada 3 gereja, di kota-kota lain hampir tidak ada gereja. Karena penduduk Kristennya hanya beberapa ratus saja. Sangat minoritas.
Polisi syariah Penduduk beragama Kristen menyesuaikan diri dengan budaya Islam di Meulaboh. Misalnya mengenai jilbab. Memang mereka tidak diwajibkan mengenakan jilbab. Tapi kadang-kadang mereka juga dirazia oleh polisi syariah. Menurut salah satu tokoh Tionghoa di sana, hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan polisi syariah yang beranggapan bahwa syariah itu berlaku untuk semua perempuan.
Menurut Fediya, kelompok minoritas merasa cukup dilindungi. Karena mereka minoritas, maka mereka menurut saja. Hanya kadang-kadang ada pihak yang tidak suka, seperti pembangunan gereja sangat susah direalisasikan. Menurut mereka, ada provokator yang tidak suka atau cemburu. Menurut Fediya lagi, masa depan Aceh cukup baik, hanya ada beberapa daerah saja yang sangat religius.
Di Banda Aceh itu tidaklah terlalu ketat. Tetapi mungkin kalau semua Perda sudah diberlakukan mulai 1 Januari mendatang, maka akan berbeda. Umat Kristiani bisa merayakan Natal di Aceh tapi di sana tidak ada hiasan-hiasan Natal seperti di Belanda atau di Jakarta. Tidak tampak tanda-tanda bahwa ini adalah hari Natal.
Sumber: Radio Nederland Wereldomroep http://images.google.nl/images?hl=nl&um=1&sa=1&q=aceh&btnG=Afbeeldingen+zoeken&aq=f&oq=&start=0
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com//
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
TERBALIK: Sebuah mobil APV BA 805 SR terbalik di kawasan Rimbo datar, Padang( 8/9). Diduga kuat kejadian naas itu terjadi gara-gara sopir mengantuk saat berkendara. Tidak ada korban jiwa dari kejadian yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB tersebut, tiga orang selengkapnya.... |
|
|
|
|
|