KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
RohaniMengingat dan Menyebut Nama Allah oleh : Syaiful Karim
16-Jan-2019, 16:05 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sejak kecil saya mengalami konflik kognitif yang sangat luar biasa dalam menjalankan kehidupan beragama. Hal ini disebabkan banyaknya istilah-istilah yang banyak dipakai dalam kehidupan beragama sehari-hari yang sangat berbeda dengan dengan penalaran yang jujur. 

Padahal sejak kecil
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Kitab Hidup 16 Jan 2019 09:44 WIB

Nyanyian Malam Sang Perawan 15 Jan 2019 11:37 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
 

 
 
BUDAYA

Pena Zainab Al-Ghazali dan Kisah di Penjara
Oleh : Hendra Sugiantoro | 08-Des-2010, 14:52:59 WIB

KabarIndonesia - Laku menulis menghadirkan fenomena. Begitu banyak tokoh mencipta karya, begitu banyak fenomena tercipta. Satu fenomena yang seakan-akan mengguratkan heroisme adalah perlawanan pena seorang tokoh. Pena telah menjadi alat perlawanan untuk menentang kezaliman. Dengan pena, seorang tokoh hendak menombak penguasa yang telah berlaku sewenang-wenang. Pena di tangan seorang tokoh kerap bersuara meskipun harus pula berbuah penjara dan siksaan.

Mungkin kita pernah mendengar kisah seorang Zainab Al-Ghazali (1917–2005). Perempuan Mesir ini merangkai kalimat yang membuat pena bermakna. Banyak referensi untuk mengenal dan mengkaji sosok muslimah ini. Dari banyak referensi itu, Nafiah Al-Mar’ab (2010) menyusun kalimat mengenang perjuangan pena Zainab Al-Ghazali, “Suatu ketika ia melihat kondisi pemerintahan Mesir melakukan kezaliman yang luar biasa. Dilandasi rasa keimanan yang mendalam, Zainab mengirimkan tulisan ke media massa nasional yang isinya mengkritisi kebijakan pemerintah Mesir. Tulisan Zainab serta-merta mendapat respons negatif dari pemerintah Mesir. Maka, pada suatu malam diculiklah Zainab oleh aparat pemerintah Mesir. Zainab lalu dimasukkan ke kamar sempit yang gelap gulita dalam kondisi terikat. Beberapa menit kemudian lampu kamar dinyalakan. Dan ternyata di dalam kamar tersebut telah berkumpul puluhan ekor anjing yang disiapkan untuk menyiksa Zainab. Dengan dibalut pakaian putih, Zainab tak henti-hentinya berdoa, “Ya Allah, sibukkanlah aku dengan mengingati-Mu, sehingga hal yang lain tak terasakan olehku”. Anjing-anjing tadi pun menyerang Zainab. Menggigit sekujur tubuh Zainab. Ia hanya mampu memejamkan mata, tak sanggup menyaksikan puluhan anjing tadi menggerogoti tubuhnya. Tak berapa lama kemudian, pintu kamar dibuka kembali dan lampu dinyalakan. Subhanallah, dengan izin Allah, Zainab tak mendapati sedikit pun luka di sekujur tubuhnya. Allah Azza wa Jalla telah menunjukkan kekuasaan-Nya pada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Dan Zainab sebagai juru dakwah tulisan telah melakukan hal yang patut menjadi renungan untuk para aktivis dakwah tulisan pada hari ini.” (“Tinta-Tinta Dakwah”, dalam Dwi Suwiknyo dkk., Menulis, Tradisi Intelektual Muslim (Yogyakarta: Youth Publisher, cetakan I November 2010), hlm. 45).

Pena sebagai alat yang digunakan untuk perlawanan memang terus terjadi dalam setiap zaman. Ada pernyataan Wahtini (2009) yang menarik didengar, “Seorang penulis dengan idealisme sejati bisa amat berbahaya bagi sebuah rezim atau penguasa yang busuk.” Zainab Al-Ghazali jelas telah menapakinya. Lantas, kita? Wallahu a’lam.

Penulis: Pegiat Pena Profetik Yogyakarta



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Muallaf Zaman "Now"! 07 Jan 2019 18:38 WIB

 
 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB

 

 

 
Adakah Sorga Dan Neraka 17 Jan 2019 17:30 WIB

Fisika Ruh 15 Jan 2019 16:20 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia