KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiKapal dan Ratusan Penumpang Tenggelam di Perairan Simanindo-Tigaras, Danau Toba oleh : Danny Melani Butarbutar
19-Jun-2018, 04:08 WIB


 
  KabarIndonesia - Samosir, Pemerintah Kabupaten Samosir mengucapkan belasungkawa yang sedalam dalamnya atas tenggelamnya kapal penumpang bernama KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba tepatnya 500 meter menuju dermaga Tiga Ras, Simalungun, Senin (18/6) sore sekitar pukul 17.30 wib.
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Surat Untuk Bapak Presiden 06 Jun 2018 09:09 WIB

Surat Untuk Wakil Rakyat 06 Jun 2018 09:09 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
BUDAYA

Ritual Penusur Sira, Kearifan Lokal Masyarakat Karo Memprediksi Hasil Panen
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 13-Mei-2017, 15:07:15 WIB

KabarIndonesia – Kabupaten Karo salah satu dari 33 kabupaten/ kota di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dikenal kaya akan adat- budaya yang masih berkembang menjadi tradisi kehidupan sehari- hari. Kabupaten ini dikenal sebagai daerah tujuan wisata di Sumatera Utara dengan keindahan alam, cuaca sejuk dan produsen buah-buahan. Kabupaten Karo berada di dataran tinggi pegunungan Bukit Barisan juga termasuk kawasan Geopark Kaldera Toba. Beberapa tahun belakangan ini, Kabupaten Karo makin dikenal sebagai lokasi terjadinya erupsi gunung Sinabung yang masih terus berlangsung.

Dalam rangka kelangsungan hidup, masyarakat Karo terutama di kalangan petani memiliki tradisi kearifan lokal, peninggalan nenek moyang yang masih tersimpan. Jika kearifan lokal tersebut tidak dilakonkan dan diajarkan pada generasi penerus, kekayaan budaya ini pasti akan tergerus oleh perkembangan zaman.

Pewarta KabarIndonesia mendapat informasi dari Amien Ilyas Sitorus, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov.Sumut bahwa di antara sekian banyak tradisi dan budaya masyarakat Karo, salah satu tradisi-kearifan lokal yakni ritual Penusur Sira diselenggarakan di Desa Dokan, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Menurutnya Ilyas, tradisi ini hampir hilang dari kehidupan umum di Kabupaten Karo, namun di desa Dokan selalu dilakukan setiap tahunnya. “Sejak jaman dahulu, masyarakat Desa Dokan meyakini ritual tersebut mampu menerawang hal positif dan negatif yang akan terjadi di kampung” tulis Panyahatan Siregar di media Reporter88.

Dikabarkan, kekayaan budaya Karo ritual Penusur Sira (menurunkan garam), dilakukan warga desa yang dominan menanam padi. Mereka berdoa agar hasil panen dapat baik dan melimpah. Kabarnya, saat melaksanakan ritual mereka bisa memprediksi hasil panen dengan kicauan burung-burung di ladang. Ritual dilaksanakan oleh kaum perempuan dilanjutkan oleh pria dewasa yang dijuluki Simantek Kuta (pemilik kampung) marga Ginting yang tinggal di rumah adat Siwaluh Jabu (delapan rumah).

Memulai ritual, mereka membawa sebatang padi dan sejumlah daun dengan jenis tanaman yang dapat diperoleh dari hutan. Dari ladang para perempuan akan berlari sekencang mungkin menuju rumah adat dan merampas setiap hasil tanaman dan pakaian milik warga yang ada di jalan. Kemudian warga akan ‘menebus’ hasil tanaman yang dirampas dengan garam, kelapa atau hasil bumi dan bukan dengan uang.

“Ritual Penusur Sira dilaksanakan sekali setiap tahun di Desa Dokan, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Pada hari Kamis,(11/5) Rumah Karya Indonesia (RKI) bersama masyarakat Dokan kembali mengangkat tradisi kearifan lokal itu” tulis Panyahatan Siregar.. Selain ritual tersebut, warga setempat dan seniman juga menampilkan kegiatan tari dan musik tradisional. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara Dokan Art Festival 2017 yang sudah dilaksanakan selama satu tahun terakhir di desa budaya Dokan.

Panglima Kerajaan Desa Dokan, Masri Tarigan, yang ditemui di Desa Dokan menyatakan, ritual ini juga dilakukan untuk menarik perhatian warga yang kesehariaanya sebagai petani di desa mereka untuk menanam padi dengan serentak. "Ritual ini juga dilakukan agar warga Dokan menanam padi secara serentak," ungkap Masri.

Masri Tarigan mengharapkan pada pemerintah daerah khususnya Sumut, untuk lebih memberi perhatian dengan tradisi kearifan lokal di antaranya ritual adat Penusur Sira ini. Selain itu Masri Tarigan menambahkan, nantinya diharapkan ritual adat Penusur Sira ini dapat menjadi destinasi wisata bahkan menjadi lintasan wisata Geopark Danau Toba. "Kita berharap ritual adat Penusur Sira ini dapat menjadi destinasi wisata bahkan menjadi lintasan wisata Geopark Danau Toba nantinya." pintanya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Indonesia Idol Guncang Tarutungoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
02-Jun-2018, 13:11 WIB


 
  Indonesia Idol Guncang Tarutung Maria Simorangkir juara Indonesia Idol 2018 mengguncang ribuan massa yang menghadiri kampanye akbar pasangan cabup/cawabup Tapanuli Utara JTP Hutabarat/Frengky Simanjuntak Kamis (31/5). Dua pasangan lainnya Nikson Nababan/Sarlandy Hutabarat dan Chrismanto Tobing/Hotman Hutasoit sudah melaksanakan kampanye akbar sesuai urutan yang
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Antara Peradaban Barat dan Timur 22 Mei 2018 13:51 WIB

 

 

 

 

 
Jadwal Piala Dunia 2018 13 Jun 2018 04:50 WIB

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia