KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB

 
 
BUDAYA

SEJARAH DAN FILSAFAT ALUN-ALUN KOTA BANDUNG
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 13-Jul-2020, 03:30:36 WIB

KabarIndonesia - Setiap Opsir Belanda yang mau berkujung ke Keraton, Kabupaten ataupun Kawedanan pada umunnya selalu diantar oleh Pejabat Lokal dengan naik kereta/bendi. Begitu mendekati lokasi, sang Pejabat Lokal selalu berteriak ALON-ALON (perlahan, dalam bahasa Jawa) kepada sang Kusir.

Mengingat Opsir Belanda tidak bisa mengingat nama lokasi dalam bahasa Jawa, maka lokasi tersebut kemudian dinamakan ALOON-ALOON. Nama iniah yang akhirnya menjadi kata ALUN-ALUN sampai saat sekarang ini.
Di Blitar maupun Ponorogo hingga saat ini; mereka masih menamakannya Aloon-aloon.

Jadi kata ALUN-ALUN itu sebenarnya adalah kata ALON-ALON yang diserap dalam lafal orang Belanda. Alun-alun adalah sepetak tanah SEGI EMPAT ditengah kota. Sehingga, kata ALUN diterjemahkan ke dalam bahasa asing menjadi SQUARE atau QUADRADO.

Berdasarkan filsafat tata ruang Jawa yang luhur, Alun-alun harus dibangun dengan konsep CATUR SAGOTRA atau CATURK GATRA TUNGGAL yang bisa diartikan EMPAT ELEMEN dalam SATU unit Area. Yakni harus ada KRATON, MASJID, PENJARA maupun PASAR di lokasi tersebut.

Begitu juga Alun-alun Bandung, ditata dengan Fisalat CATUR SAGOTRA, disitu ada KABUPANTEN, MESJID, PENJARA (Banceuy) dan PASAR. Tata letak seperti ini juga dikenal dengan nama Arsitektur Tembok Keliling (Omwallingarsitektur).

Penduduk Bandoeng tempo doeloe, walaupun belum ada Bioskop, mereka bisa menyaksikan tontonan sadis (orang yang dihukum Gantung). Hukuman gantung ini bisa disaksikan di Alun-alun tepatnya dimana bioskop Dian berdiri sekarang ini.

Pendopo di Kabupaten Bandung merupakan bangunan berarsitektur tradisional Jawa. beratap Joglo Tumpang Tiga. Dibangun pada tahun 1850 sebagai tempat kediaman resmi Bupati Wiranatakusumah II (1810 M).

Arah hadap pendopo ke arah utara kota Bandung sebagai penghormatan kepada gunung-gunung maupun tentang kesucian dari Gunung. Di dalam Pendopo ada Ruang Arab, yakni ruangan yang banyak dihias dengan lukisan kaligrafi. Pendopo itu dilengkapi dengan tempat pemeliharaan ikan yang cukup luas sehingga penduduk setempat menamakannya BALONG GEDE.

Lahan kabupaten cukup luas, nama jalan dibelakang kabupaten adalah Jl. Pungkur (Pengker) = Belakang dalam bahasa Sunda. Disana ada tanaman pohon kurma. Bagi umat Islam pohon kurma adalah pohon Suci seperti juga pohon Bodi bagi umat Buddha. Sedangkan bagi umat Hindu yang disebut pohon suci adalah Pohon Beringin (WARINGIN).

Maka dari itu , setiap alun-alun selalu ditanam pohon beringin. Bagi umat Hindu daun pohon beringin dianggap suci. Salah satu pohon beringin ditanam pada tanggal 18 September 1898 untuk memperingati pelantikan Ratu Belanda Wihelmina. Pohon ini dinamakan Wihelmina Boom (pohon).

Pohon beringin kedua ditanam 1909 ketika Ratu Juliana naik tahta menggantikan ibunya; pohon inipun dinamakan sebagai Juliana Boom atau Pohon Juliana.

Di setiap Alun-alun, harus ditanam minimum dua pohon beringin besar yang dikurungi. Kedua pohon beringin ini sama perti juga SONGSONG (Payung) Kerajaan. Payung yang melambangkan keperkasaan maupun kekuasaan.

Believer it or not! Pada tahun 1942 kedua pohon beringin yang usianya sudah setengah abad ini mati dan layu dengan sendirinya. Seperti juga melambangkan mati dan runtuhya KEKUASAAN KOLONI BELANDA di Nusantara.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Kemendiknas Luncurkan #Teman KIP 05 Aug 2020 10:35 WIB


 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia