KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
HukumRUU Omnibus Law Inskonstitusional Buruh Minta Stop Pembahasan Sidang Paripurna DPR RI oleh :
05-Okt-2020, 04:26 WIB


 
 
KabarIndonesia - Berbagai serikat pekerja yang merupakan afiliasi global unions federations menyatakan kekecewaannya terhadap hasil pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja tingkat pertama pada Sabtu malam (3/10). Mayoritas fraksi di DPR RI dan pemerintah sepakat untuk melanjutkan pembahasan ke tingkat
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
BUDAYA

SEJARAH DAN FILSAFAT ALUN-ALUN KOTA BANDUNG
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 13-Jul-2020, 03:30:36 WIB

KabarIndonesia - Setiap Opsir Belanda yang mau berkujung ke Keraton, Kabupaten ataupun Kawedanan pada umunnya selalu diantar oleh Pejabat Lokal dengan naik kereta/bendi. Begitu mendekati lokasi, sang Pejabat Lokal selalu berteriak ALON-ALON (perlahan, dalam bahasa Jawa) kepada sang Kusir.

Mengingat Opsir Belanda tidak bisa mengingat nama lokasi dalam bahasa Jawa, maka lokasi tersebut kemudian dinamakan ALOON-ALOON. Nama iniah yang akhirnya menjadi kata ALUN-ALUN sampai saat sekarang ini.
Di Blitar maupun Ponorogo hingga saat ini; mereka masih menamakannya Aloon-aloon.

Jadi kata ALUN-ALUN itu sebenarnya adalah kata ALON-ALON yang diserap dalam lafal orang Belanda. Alun-alun adalah sepetak tanah SEGI EMPAT ditengah kota. Sehingga, kata ALUN diterjemahkan ke dalam bahasa asing menjadi SQUARE atau QUADRADO.

Berdasarkan filsafat tata ruang Jawa yang luhur, Alun-alun harus dibangun dengan konsep CATUR SAGOTRA atau CATURK GATRA TUNGGAL yang bisa diartikan EMPAT ELEMEN dalam SATU unit Area. Yakni harus ada KRATON, MASJID, PENJARA maupun PASAR di lokasi tersebut.

Begitu juga Alun-alun Bandung, ditata dengan Fisalat CATUR SAGOTRA, disitu ada KABUPANTEN, MESJID, PENJARA (Banceuy) dan PASAR. Tata letak seperti ini juga dikenal dengan nama Arsitektur Tembok Keliling (Omwallingarsitektur).

Penduduk Bandoeng tempo doeloe, walaupun belum ada Bioskop, mereka bisa menyaksikan tontonan sadis (orang yang dihukum Gantung). Hukuman gantung ini bisa disaksikan di Alun-alun tepatnya dimana bioskop Dian berdiri sekarang ini.

Pendopo di Kabupaten Bandung merupakan bangunan berarsitektur tradisional Jawa. beratap Joglo Tumpang Tiga. Dibangun pada tahun 1850 sebagai tempat kediaman resmi Bupati Wiranatakusumah II (1810 M).

Arah hadap pendopo ke arah utara kota Bandung sebagai penghormatan kepada gunung-gunung maupun tentang kesucian dari Gunung. Di dalam Pendopo ada Ruang Arab, yakni ruangan yang banyak dihias dengan lukisan kaligrafi. Pendopo itu dilengkapi dengan tempat pemeliharaan ikan yang cukup luas sehingga penduduk setempat menamakannya BALONG GEDE.

Lahan kabupaten cukup luas, nama jalan dibelakang kabupaten adalah Jl. Pungkur (Pengker) = Belakang dalam bahasa Sunda. Disana ada tanaman pohon kurma. Bagi umat Islam pohon kurma adalah pohon Suci seperti juga pohon Bodi bagi umat Buddha. Sedangkan bagi umat Hindu yang disebut pohon suci adalah Pohon Beringin (WARINGIN).

Maka dari itu , setiap alun-alun selalu ditanam pohon beringin. Bagi umat Hindu daun pohon beringin dianggap suci. Salah satu pohon beringin ditanam pada tanggal 18 September 1898 untuk memperingati pelantikan Ratu Belanda Wihelmina. Pohon ini dinamakan Wihelmina Boom (pohon).

Pohon beringin kedua ditanam 1909 ketika Ratu Juliana naik tahta menggantikan ibunya; pohon inipun dinamakan sebagai Juliana Boom atau Pohon Juliana.

Di setiap Alun-alun, harus ditanam minimum dua pohon beringin besar yang dikurungi. Kedua pohon beringin ini sama perti juga SONGSONG (Payung) Kerajaan. Payung yang melambangkan keperkasaan maupun kekuasaan.

Believer it or not! Pada tahun 1942 kedua pohon beringin yang usianya sudah setengah abad ini mati dan layu dengan sendirinya. Seperti juga melambangkan mati dan runtuhya KEKUASAAN KOLONI BELANDA di Nusantara.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembalioleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
10-Jun-2020, 09:39 WIB


 
  Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembali Obyek wisata rohani Salib Kasih di pegunungan Siatas Barita, Tapanuli Utara dibuka kembali sejak Jumat (5/6), setelah dua bulan lebih ditutup akibat wabah Covid-19. Lokasi wisata ini salah satu destinasi unggulan yang dibangun bupati Lundu Panjaitan tahun 1993. Puluhan ribu
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
MENJAGA INTEGRITAS INTELEKTUAL. 19 Okt 2020 01:59 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia