KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupHARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2019: Bersama Kita Lawan Polusi Udara oleh : Danny Melani Butarbutar
06-Jun-2019, 03:45 WIB


 
 
KabarIndonesia - Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 5 Juni. Pada tahun ini mengambil tema melawan polusi udara #BeatAirPollution. Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran global untuk melakukan aksi positif bagi perlindungan pada
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Kejagung Tunggu SPDP Kasus Makar 24 Mei 2019 17:39 WIB

 
Puisi-Puisi Silivester Kiik 17 Jun 2019 15:16 WIB

Sayap Muratara 17 Jun 2019 15:14 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
BUDAYA

Selamatkan Bahasa Kita, Bahasa Indonesia!
Oleh : Rani Rizki Amalia | 08-Jan-2014, 00:50:13 WIB

KabarIndonesia - Tentu kita masih ingat poin ketiga dari isi sumpah pemuda yang berbunyi, "Kami putra putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia", bukan? Namun, apakah kita sudah sepenuhnya sadar terhadap makna yang terkandung di dalamnya?

Seperti kita ketahui bersama, dewasa ini marak terdengar 'bahasa-bahasa baru' di kalangan masyarakat, terutama kalangan muda. Bahasa tersebut datang dari campuran bahasa asing maupun bahasa gaul. Secara tidak langsung hal itu telah mempengaruhi penggunaan Bahasa Indonesia kita.

Bahasa asing sudah sejak lama masuk ke dalam budaya berbahasa masyarakat Indonesia. Sudah sering kita dengar orang-orang berbicara dengan Bahasa Indonesia yang dicampuradukkan dengan bahasa asing. Ruang-ruang publik pun ikut dipenuhi tebaran kata-kata campuran Indonesia-Inggris. Lihat saja beberapa contoh berikut, kata "pull" (tarik) dan "push" (dorong) pada pintu masuk pertokoan, "men" (pria) dan "women" (wanita) pada pintu toilet, dan ungkapan-ungkapan lainnya, seperti "no smoking" (dilarang merokok) di tempat umum.

Belum lagi bahasa gaul para remaja yang ikut dicampuradukkan pula. Sebut saja, jenis bahasa gaul yang kini sedang tren di masyarakat, bahasa alay. Bahasa alay adalah sebuah bahasa yang dalam penulisan kata-kata banyak mengalami penyingkatan atau adanya kombinasi antara huruf dan angka. Awalnya, penggunaan bahasa ini hanya digunakan untuk mengirim pesan singkat (sms) semata. Namun, nyatanya kini banyak kita temukan, bahasa alay telah merambah ke dalam budaya tulis-menulis masyarakat.

Mengancam Eksistensi Bahasa Indonesia

Memang, tak dapat dipungkiri bahwa penggunaan campuran bahasa asing dan gaul dalam percakapan sehari-hari dianggap lebih memudahkan untuk berkomunikasi. Bahsa tersebut dirasa lebih nyaman dan lebih akrab.Namun, jika kita sebagai bangsa Indonesia terus-menerus membudayakan penggunaan bahasa campur aduk ini, dikhawatirkan akan merusak tatanan Bahasa Indonesia, karena nantinya orang-orang akan lebih mementingkan kebiasaan dan kemudahan pemahaman saja dalam menggunakan kata. Mereka tak akan peduli lagi dengan tatanan bahasa yang tepat. Sehingga, bahasa yang digunakan pun hanya sekadar asal pakai saja.

Penggunaan bahasa asing dan bahasa gaul secara berlebihan, lama kelamaan juga dapat membuat kita lupa dengan kosakata asli yang dimiliki Bahasa Indonesia. Mungkin, suatu saat kebanyakan dari kita, terutama generasi muda, akan lupa bahwa sebenarnya sudah ada padanan kata tertentu dalam Bahasa Indonesia.

Jika kita membiarkan hal ini terus merajalela dan membudaya di setiap lapisan masyarakat, posisi dan kedudukan Bahasa Indonesia di negeri kita sendiri bisa tergeser, tergantikan dengan bahasa lain yang dianggap lebih trendi. Dan, bukan menjadi hal yang mustahil lagi apabila Bahasa Indonesia terlupakan oleh bangsanya sendiri.

Mulai dari Diri Sendiri

Masihkah kita cinta dengan Bahasa Indonesia? Apakah kita rela jika Bahasa Indonesia yang dilambangkan sebagai simbol persatuan serta jati diri bangsa, tergantikan atau bahkan hilang begitu saja suatu saat nanti? Tentu tidak, bukan? Oleh sebab itu, untuk mencegah tergesernya kedudukan dan posisi Bahasa Indonesia, perlu adanya upaya pelestarian dari kita sendiri. Kita bisa memulainya dari diri sendiri, yaitu dengan mengurangi penggunaan bahasa yang dicampuradukkan dalam percakapan sehari-hari. Gunakanlah bahasa sesuai dengan situasi dan kondisi yang tepat.

Tanamkan juga kebanggaan dalam diri terhadap Bahasa Indonesia, yang dulu telah diperjuangkan sedemikian rupa oleh para pemuda pada 28 Oktober 1928. Jangan pernah merasa malu menggunakan Bahasa Indonesia, karena Bahasa Indonesia adalah cerminan jati diri bangsa kita. Jangan sampai pula Bahasa Indonesia menjadi bahasa asing di negerinya sendiri. Apalagi, sampai terlupakan. Maka dari itu, sebelum terlambat budayakanlah berbahasa yang baik dan benar. Mari, bersama kita selamatkan dan lestarikan bahasa kita, Bahasa Indonesia!***



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com



 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia