KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
RohaniMengingat dan Menyebut Nama Allah oleh : Syaiful Karim
16-Jan-2019, 16:05 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sejak kecil saya mengalami konflik kognitif yang sangat luar biasa dalam menjalankan kehidupan beragama. Hal ini disebabkan banyaknya istilah-istilah yang banyak dipakai dalam kehidupan beragama sehari-hari yang sangat berbeda dengan dengan penalaran yang jujur. 

Padahal sejak kecil
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Kitab Hidup 16 Jan 2019 09:44 WIB

Nyanyian Malam Sang Perawan 15 Jan 2019 11:37 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
 

 

Semangat Kepenyairan

 
BUDAYA

Semangat Kepenyairan
Oleh : Sumala Djaya | 25-Sep-2010, 18:56:54 WIB

KabarIndonesia - Di bawah timbunan tanah pasi Weimar//Kini engkau bersemayam//Namun kau tetap semerbak di tepian hati para penggubah
menyatu dalam denyut nadi.

Itulah satu bait puisi bertajuk "Senandung Kematian:Kepada Goethe" karya Sumala Djaya (SDj). Sebuah puisi yang sederhana dan menarik untuk dibaca yang ditulis penyair muda karena keterpukauannya terhadap sastrawan dan filsuf Jerman, Wolfgang von Goethe.

SDj dalam identitas dirinya kerapkali menuliskan (mengakui) dirinya sebagai anak petani yang mencintai sastra, yang kemudian dibuktikan dengan menulis puisi dan cerita pendek. "Saya memang suka menulis puisi dan cerpen. Saya sedang mendisiplinkan diri untuk itu," Katanya.

Disiplin adalah kata kunci yang sangat sakti, karena dengan mendisiplinkan diri, penyair-penyair muda akan sampai pada puncak estetikanya, setelah melakukan pencarian, penjelajahan, dan melakukan berbagai eksplorasi pengucapan dan tema-tema karya-karyanya.

SDj meski dengan kerendahan hatinya mengaku hanya seorang anak petani yang memiliki semangat yang tinggi dalam berkarya. Satu hal yang perlu dilakukan SDj adalah konsisten dengan prinsip hidupnya yakni tetap disiplin dan membaca.

SDj tidak perlu ragu seperti yang ia ungkapkan dalam lanjutan sajaknya, Memandang Goethe: Tak pernah kutahu pasti/ Apakah yang tengah kau lakukan kini;/ bercanda bersama para bidadari/ atau mendeklamasikan puisi, entahlah//.

Yakinlah suatu saat akan mengikuti jejak Goethe, seperti yang dituliskan SDj dalam bait sajak berikutnya, Sebagaimana engkau/ hanya mewarisi sajak-sajak mati/ Musim-musim terus berganti/ membimbing lahirnya generasimu//.

Yang kemudian ditutup dengan larik ini: Dan kau hidup kembali// dalam sajak-sajak mereka//. Nah, seperti larik terakhir itulah semangat SDj dalam kepenyairannya yang memang berdarah-darah. Semoga bisa bertahan.*)

*) Penulis adalah Wartawan, Redaktur Budaya Harian Umum Kabar Banten

Sumber: Kabar Banten, Senin, 14/06/2010



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com// 
 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Muallaf Zaman "Now"! 07 Jan 2019 18:38 WIB

 
 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB

 

 

 
Fisika Ruh 15 Jan 2019 16:20 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia