KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupGunakan Rantang sebagai Pembungkus Makanan oleh : Irma Susilawati Dana
03-Sep-2010, 01:33 WIB


 
 
Gunakan Rantang sebagai Pembungkus Makanan
KabarIndonesia - Kampanye lingkungan, sudahkan berdampak positif pada perubahan gaya hidup? Pertanyaan itu ditujukan untuk kita, khususnya masyarakat yang tinggal di kota besar, seperti Jakarta.

Armely Meiviana, mewakili Green Life-style, sebuah komunitas atau tepatnya mailing list yang anggotanya kerap
selengkapnya....


 

Enthusiasm by Fida R. Abbott

 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Lowongan Jurnalis 25 Jul 2010 19:29 WIB

Lowongan Desainer Grafis 19 Mei 2010 14:56 WIB

 
Tim Pencari Fakta Insiden Biau 02 Sep 2010 02:14 WIB

Polda Kepri Bekuk Jambret 29 Aug 2010 21:06 WIB

 
Seleramu yang Puitis 01 Sep 2010 00:37 WIB

Pekarangan Tubuh 30 Aug 2010 02:19 WIB

 
Floriade, Festival Bunga 20 Aug 2010 12:47 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Meneguhkan KeIndonesiaan Kita 29 Aug 2010 21:03 WIB

Purnama Theatre, Nasibmu Kini 19 Aug 2010 04:04 WIB

 
 
BUDAYA

Seniman Aceh dan Musik yang Islami
Oleh : Maimun Yulif | 27-Nov-2009, 02:46:50 WIB

KabarIndonesia - Kalau kita melihat ulah pemusik muda Islam saat ini yang cenderung liar dalam bermain musik atau bernyanyi. Mungkin mereka berkiblat kepada penyanyi atau kelompok musik terkenal yang umumnya memang bermental bejat dan bobrok serta tidak berpegang dengan nilai-nilai Islam. Atau mungkin juga, mereka cukup sulit atau jarang mendapatkan teladan permainan musik dan nyanyian yang Islami. Walhasil, generasi muda Islam akhirnya cenderung mengikuti para pemusik atau penyanyi sekuler yang sering mereka saksikan atau dengar di TV, radio, kaset, VCD, dan berbagai media lainnya.

Sekulerisme sebenarnya tidak sekedar terwujud dalam pemisahan agama dari dunia politik, tetapi juga nampak dalam pemisahan agama dari urusan seni budaya, termasuk seni musik dan seni Suara.
     
Seni adalah sesuatu yang timbul dari dalam diri manusia itu sendiri, berseni adalah aktifitas gerak dari jiwa yang diekspresikan dalam bentuk nyata dan tidak. Karya seni adalah karya yang keluar dari pemikiran seni sehingga seseorang dapat dikatakan sebagai seorang seniman ketika dia melakukan sebuah akses dalam bentuk karya seni, apapun bentuk dan prilakunya. Ketika orang lain tidak melakukan hal tersebut dia telah melakukan sesuatu yang dapat mencerminkan kemampuan seni dalam tubuhnya, termasuk didalamnya adalah Musik.

Bermain musik adalah pekerjaan seni yang dilakukan oleh perorangan ataupun dengan beberapa orang yang untuk menghasilkan dan menimbulkan bunyi-bunyian dari alat-alat atau benda-benda yang diakui sebagai alat musik untuk pemuas telinga dan sebagai media penghibur. Musik dapat dijadikan sebagai media penyampai informasi yang paling manjur dimana musik dapat menaklukkan hati para pendengarnya, Seni dalam islam tetap berpijak kepada agama dimana seni yang tidak bertentangan dengan aqidah.  
    
Dimasa penjajahan, banyak sekali karya-karya seni yang dijadikan sebagai pembangkit semangat untuk melakukan perlawanan terhadap penjajah, karena pada masa perang tidak ada lagi penyemangat untuk melakukan perlawanan kecuali dengan karya seni, seperti lukisan-lukisan yang menggambarkan heroik peperangan, puisi-puisi yang mengajak dan memberikan motivasi, syair-syair Islam dan lain sebagainya sehingga para pejuang tetap dengan tekat dan semangat yang tinggi, itulah kuatnya peran seni di masa peperangan. Begitu juga dengan penyebaran Islam keseluruh bumi, tetap diajak seni untuk ikut dalam menjalan syiar karena pengaruh seni sangat besar terhadap jiwa pendengarnya.

Orang selalu akan melakukan apa saja untuk dapat menikmati seni walau membutuhkan banyak biaya karena seni adalah kebutuhan jiwa dan batin setiap manusia. Seni tidak hanya terpaku pada bentuk nyata seperti musik dan gambar, tetapi seorang pendakwah juga harus mempunyai seni dalam berbicara bertingkahlaku sehingga dapat memikat hati penontonya.  
   
Hura-hura dalam bermusik adalah pekerjaan yang tidak baik dan banyak menimbulkan bencana. Lihatlah betapa setiap ada pesta musik, selalu ada saja yang menjadi korban baik kehilangan uang atau barang lainnya, pertengkaran juga pemukulan. Orang-orang berjejal dan mau saja membayar meski dengan harga tiket yang tinggi. Bagi yang tak memiliki uang terpaksa mencari akal apapun yang penting bisa masuk, akhirnya merusak pagar, memanjat dinding atau merusak barang lainnya demi bisa menyaksikan pertunjukan. Jika pentas dimulai, seketika para penonton hanyut bersama alunan musik, ada yang menghentak, menjerit histeris bahkan pingsan karena mabuk musik, tetapi di Aceh belum pernah terjadi hal-hal yang demikian.  

Generasi Musik Muda Aceh  
Sejak beberapa tahun yang lalu musik dan lagu Aceh sudah sangat popular dan begitu sukses dipasaran sehingga dapat menggeser posisi lagu barat dan nasional, banyak sekali kaset dan VCD Aceh yang dijajal dalam rak kaset sehingga apabila kita masuk dalam took penjual kaset  terlebih dahulu yang tampak adalah koleksi lagu-lagu Aceh, ini membuktikan orang bahwa Aceh cinta seni dan budaya sendiri. Munculnya penyanyi, pemusik, produser dan pelaku seni lainnya yang muda dan kreatif tidak kalah dengan daerah lain. Para seniman Aceh disamping menjadikan seni sebagai media penyalur hobbi dan bakat juga dijadikan sebagai ladang bisnis yang menjanjikan.

Bisnis di dunia entertainment bukan lagi bisnis baru di Aceh tetapi sudah menjadi bisnis yang sedang digalakkan. Dari itulah para seniman-seniman terus berbenah diri untuk bersaing dengan musik dan lagu dari daerah lain. Kreatifitas dan tingkat keberanian seniman Aceh dalam memproduksi lagu-lagu Aceh boleh diangkat jempol dan salut, kenapa tidak dalam jarak waktu yang sangat singkat lagu-lagu Aceh sudah berani untuk berkompetisi, banyak jenis musik yang sudah masuk dalam lagu-lagu Aceh seperti Pop, Slow Rock, House, Reaggea, bahkan sampai etnis dan kolaborasi lainnya.  
     
Dalam beberapa tahun terakhir perkembangan musik dan lagu Aceh bisa dibilang sudah sangat baik. Kebangkitan lagu-lagu Aceh sudah tidak terlepas dari motifasi dan kreatifitas seniman-seniman kita terdahulu. Tak heran kalau selama ini banyak muncul sinetron mini, drama, komedi yang semuanya dilakukan oleh seniman-seniman Aceh walaupun dengan sarana dan prasarana yang seadanya, yang penting mereka sudah menunjukkan kemampuan dan  kreatifitas mereka dalam hasil karya Aceh merupakan sebuah daerah yang sangat kental nilai-nilai syariah hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan undang-undang tentang syariat islam. Nilai-nilai seni yang dianut oleh orang Aceh adalah seni dan budaya yang berdasarkan agama, moralitas serta hukum yang berlaku di daerah Serambi Mekkah, pemberlakuan syariat bukanlah hal yang perlu kita hindari.
    
Para seniman musik, penyanyi, pencipta lagu Aceh rata-rata adalah otodidak, berangkat dari apa yang ada pada dirinya dan bukan lulusan sekolah musik ataupun lembaga lain, jadi pekerja musik di Aceh secara umum adalah seniman asli belum tersentuh dunia pendidikan. Maklum saja kalau seandainya dalam mengerjakan kesenian terdapat banyak kesalahan dan itu bukan kesalahan mereka jadi jangan saling menyalahkan, itu menjadi tanggungjawab bersama jangan seolah-olah yang lain hanya bisa bicara dan angkat gigi, itu sama saja mencela atau menjelekkan bangsa sendiri dalam berseni orang Aceh harus perlu proses dan butuh waktu untuk berbenah diri.

Video yang Islami  
Proses pembuatan sebuah video klip membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit, banyak hal yang perlu diperhatikan agar menjadikan video tersebut laku dan terjual. Konteks lagu Aceh adalah konteks lokal dimana lagu Aceh hidup dalam budaya Aceh yang kental dalam keterikatan agama dan sosial masyarakatnya. Para artis dan seniman Aceh khususnya harus dapat membuat video klip seindah mungkin agar mendapat respon dari masyarakat. Disamping sebagai ladang bisnis seniman Aceh harus menjadikan seni sebagai media dalam membangun daerah dalam segala bidang, baik sosial, budaya dan nilai-nilai agama, ini penting agar lagu Aceh dapat dijadikan contoh bagi daerah lain. Setiap video klip tidak terlepas dari pemandangan dan viguran/background yang menarik, ini harus dilakukan oleh setiap produser semakin baik peran seseorang semakin bagus pula gambar yang didapat.  
   
Selama ini peredaran lagu dan VCD lagu-lagu Aceh sudah sangat bagus dipasaran, ini momentum bagus untuk menginformasikan potensi daerah melalui lagu dan VCD juga tentang penegakan syariat di Aceh, karena kalau dulunya orang hanya mendengar di radio saja tetapi sekarang orang sudah dapat melihat langsung dari rumah sendiri kapanpun dan dimanapun termasuk sosialisasi Qanun dan perundang-undangan kepada masyarakat, jangan hanya dijadikan seni ini sebagai media hiburan dan hura-hura semata. Sayang apabila momentum ini dilewatkan tentu saya peran pemerintah sangat besar untuk membina kesenian ini, sehingga masyarakat seniman punya ruang tempat untuk berekspresi yang sesaui dengan peraturan daerah.  
    
Tidak adanya perhatian dan bimbingan pemerintah untuk membina masyarakat seniman dalam melakukan aktifitas seninya, pemerintah tidak pernah merespon apapun terhadap produksi kesenian, seniman Aceh sepertinya berjalan sendiri tanpa lampu yang terang dari pemerintah, hal ini akan memberikan dampak negatif yang meluas terhadap masyarakat seniman secara keseluruhan. Seniman Aceh selalu menjadi tamu penting di negeri orang sedang di negeri sendiri seniman dijadikan sampah oleh pemerintah. Banyak sekali video-video klip yang sedikit kurang mengarah kepada nilai-nilai dan budaya kedaerahan, yang mestinya dihiasi dengan nuansa islami yang bermartabat tetapi video klip lagu Aceh sekarang sudah jauh dari itu. Apakah pemerintah diam saja atau membiarkan hal berjalan seperti adanya?       

Tentunya semua perlakuan Seni yang dilakukan harus ada pemantauan dan bimbingan kepada para seniman di Aceh, baik penyanyi, pencipta, pemusik, produser juga pegiat seni lain. Adanya lembaga Asosiasi Industri Rekaman Aceh (AIRA) yang sudah dibentuk oleh para seniman-seniman Aceh sebagai lembaga koordinasi, pembimbing dan penyalur aspirasi masyarakat seniman dalam berkarya, Lembaga ini harus mampu membina anggota-anggotanya melalui produser, pelatihan karya cipta, dan pelatihan lain yang sejalur dengan profesi mereka. AIRA dapat bekerjasama dengan pemerintah dan lembaga terkait dalam membina hal ini, yang penting sekarang adalah pembinaan yang mengarah kepada kemajuan dalam memajukan dunia seni yang mengikuti budaya yang ada. Hal-hal seperti ini perlu adanya koordinasi ulang antara lembaga-lembaga lokal dan pemerintah untuk menjadikan seni, musik dan lagu Aceh yang sesuai dengan syariat.  
   
Seniman Aceh adalah seniman yang bermartabat mari kita jaga bersama-sama dalam menjunjung tinggi moral dan kualitas dalam berkarya. Seni yang berkembang di Aceh adalah seni yang bersumber pada budaya yang selalu mengedepankan agama dan nilai-nilai keislaman, nilai-nilai keislaman itu harus kita junjung tinggi sehingga kita tidak lari dari koridor agama sebagai landasan pacu. Seni juga sebagai proses ekspresi jiwa yang senantiasa kita butuhkan kapanpun dan dimanapun, mari kita budayakan dan tanamkan nilai-nilai islami dalam setiap kesenian, Insya Allah kita akan mendapat berkah dan rahmat dari Allah Swt.  Kita wajib melakukan Islamisasi pada hal-hal yang dapat kita jangkau dan dapat kita lakukan, minimal dari diri sendiri dan lingkungan kita.



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!!
Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pengungsi Terancam ISPA dan Diareoleh : Andi Cristop
31-Aug-2010, 23:11 WIB


 
  Pengungsi Terancam ISPA dan Diare Hari kelima (31/8) pasca pengungsian akibat adanya letusan Gunung Sinabung, keadaan 1.500 pengungsi di pos penampungan Jambur Taras, Berastagi mulai terganggu masalah kesehatannya. Tim medis yang bertugas mengatakan bahwa penyakit ISPA dan diare mulai menyerang para pengungsi. (*)
selengkapnya....
 
 

 
BERITA LAINNYA
 
Paska Pidato Presiden SBY 02 Sep 2010 13:58 WIB

Ahmadiyah versi MUI 02 Sep 2010 02:00 WIB

 

 

 

 
DFO Bermasalah dan Feng Shui 17 Aug 2010 23:37 WIB

Penganggur Usia Muda Meningkat 17 Aug 2010 13:45 WIB

 
Bantuan untuk 39 Atlet Siak 02 Sep 2010 14:37 WIB

Liga Inggris: Aroma Laga Terendus 29 Aug 2010 21:13 WIB

 
Belajar dari Warren Buffet 26 Jul 2010 22:59 WIB

Ustadz SolMed, Saingan UJE? 26 Jul 2010 22:29 WIB

 

 
Arah Perjuangan Baru JOTHI 20 Aug 2010 04:16 WIB

 
Eloknya Si Plirik van Java 31 Aug 2010 13:49 WIB

Perketat Pengawasan Tambang 27 Aug 2010 13:52 WIB

 
Sarana Komunikasi Tersendat 28 Aug 2010 02:10 WIB

Situs Porno Resmi Diblokir 19 Aug 2010 03:17 WIB

 
IIP Santuni Anak Yatim Piatu 25 Aug 2010 12:53 WIB


 
Yayasan Peduli Hutan Lestari
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia