KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

RESENSI: Kosmologi Betawi dalam Negeri Kong Draman

 
BUDAYA

RESENSI: Kosmologi Betawi dalam Negeri Kong Draman
Oleh : Badrul Munir Chair | 29-Mar-2011, 19:19:57 WIB

Judul       : Negeri Kong Draman
Penulis    : Akhmad Fikri AF.
Penerbit   : Matapena Yogyakarta
Cetak      : I, Mei 2009
Tebal       : xiii + 96 halaman
Peresensi : Badrul Munir Chair


KabarIndonesia - “Seseorang yang sepanjang hidupnya hanya menjadi benalu dari kehidupan orang lain, pasti kering kerontang, kurus dan sulit menghadapi serbuah gelombang kehidupan yang cepat berganti musim. Seorang yang tak mengerti akar dari kehidupannya bukan saja lupa pada masa lalu, lebih dari itu ia akan kesulitan merumuskan identitas kulturnya sendiri”.

Itulah sekelumit prolog yang ditulis Akhmad Fikri AF. dalam kumpulan sajaknya “Negeri Kong Draman (cerita-cerita puitis kampung halaman untuk Indonesia)”. Sebagai lelaki yang dilahirkan dan tumbuh di tanah Betawi –tepatnya di Kampung Gondong Petir daerah Tangerang-, Akhmad Fikri tak ingin menjadi kacang yang lupa pada kulitnya, atau dalam bahasanya Akhmad Fikri; kembali pada ‘akar’. Berangkat dari kesadaran itulah akhirnya Akhmad Fikri “berani” menelurkan antologi puisi tunggal pertamanya dengan mengusung nafas Betawi –setelah sebelumnya ragu untuk menelurkan buku puisi karena sempat berpikiran bahwa puisi adalah karya yang spesifik dan hanya bisa dipahami oleh sebagian orang dan kurang diminati-.

Dalam Negeri Kong Draman (NKD), tampaknya Akhmad Fikri AF. ingin bernostalgia akan masa kecilnya yang penuh dengan romantisme. Selain itu, ia ingin menghidupkan kembali ungkapan-ungkapan betawi yang dikhawatirkan akan tergerus oleh pola-pola bahasa seiring perkembangan zaman. Akhmad Fikri AF. banyak sekali menggunakan ungkapan-ungkapan Betawi dalam sajak-sajaknya, seperti misalnya dalam sebuah sajak yang berjudul “Pantun Betawi” berikut ini: “Tempayan tanah liat- ngaduk air sampe butek- apa lu nggak liat- emang dasar mata lu picek”. Atau dalam sajaknya yang lain “Cang Arsyad Aku Kangen Adzanmu” berikut ini: “Subuh tanpa adzanmu cang Arsyad, serasa dingin membeku –kayaknya lebih asyik keredong kekurub mlungker –berteman bantal berbuntel buntel” . Dan usaha penghidupan ungkapan-ungkapan Betawi dalam buku ini semakin jelas dengan adanya Glossary Betawi- Indonesia sepanjang lima halaman di bagian akhir buku, hal ini tidak umum dan jarang sekali terjadi pada buku-buku puisi lainnya.

Tak hanya itu, Akhmad Fikri AF. juga melakukan kritik (ironi) akan orang-orang Betawi saat ini, seperti misalnya dalam sajak yang berjudul “Syair Hikmat Kampung Keramat” pada pantun ketiga belas, Akhmad Fikri mengemukakan sindirannya sebagai berikut: “Zaman sekarang orang betawi- makin kepinggir kecebur kali- tanah sepetak jadi rebutan- salah siapa kurang didikan”. Sangat tampak sekali kritikan Akhmad Fikri dalam sajak (pantun)ini, seperti ada rasa keprihatinan yang mendalam, menerima kenyataan bahwa generasi Batawi zaman sekarang makin menjauh dari akarnya, atau dengan kata lain tak ‘seindah’ pada masa Akhmad Fikri sendiri yang penuh romantisme kampung halaman (romantisme kampung halaman inilah yang banyak ditemukan pada sajak-sajak Akhmad Fikri AF. dalam Negeri Kong Draman).

Menyelami Negeri Kong Draman terasa seperti membaca cerita nostalgik masa kanak-kanak dan perjalanan hidup seorang bocah Betawi –atau bahkan sebagian besar bocah Betawi pada masa itu (pada masa penulis)-. Kehidupan dan kenangan masa kanak-kanak bocah Betawi (sang penulis) terbaca jelas di buku ini, seperti misalnya kehidupan di kampung halaman yang keseharian penduduknya memelihara bebek, anak-anak kecil yang mengaji di surau, trasisi-tradisi Betawi, bahkan tokoh-tokoh legendaris Betawi dan risalah-risalah Betawi dihidangkan dengan sederhana dalam buku ini, sehingga walaupun dituangkan dalam bentuk sajak atau puisi, hikayah dan pesan-pesan moral dalam buku ini bisa dengan mudah kita cerna. Karena sepertinya memang itulah yang diinginkan sang penulis, ia tidak ingin larut dalam metafor-metafor yang berlebihan, yang hanya membuat orang-orang awam tidak bisa memahami sajak-sajaknya.

Akhmad Fikri AF. menyadari betul bahwa sajak-sajaknya memang ‘berbeda’ dengan sastra pada umumnya, jika pada karya-karya sastra umum di Indonesia saat ini lebih mengutamakan kata baku (sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia), Akhmad Fikri memilih berbeda, ia banyak menyertakan istilah-istilah Betawi yang notabene tidak baku, karena dengan begitu, nuansa Betawi dalam sajak-sajaknya akan lebih hidup. Kesadaran ini kemudian dituangkan dalam sajaknya yang berjudul “Declare 1”: “Puisiku tak bermazhab- sebagaimana sastra umumnya dikenal… -mungkin bagimu –inilah lelucon norak yang datang dari zaman gaduh –lahir karena salah urat yang dikirim angin puting beliung…”.

Kembali kepada tradisi berarti berusaha kembali memahami diri sendiri, dan langkah Akhmad Fikri AF untuk kembali kepada ‘akar’nya patut kita acungi jempol, dengan usahanya menelurkan buku ini, Akhmad Fikri bukan hanya berhasil menemukan akarnya saja, tetapi ia juga berhasil meneriakkan seruan Back To Betawi dan berhasil mengeksplorasi kosmologi Betawi secara puitik. (*)


* Badrul Munir Chair, pecinta sastra, bergiat di Masyarakat Bawah Pohon Yogyakarta

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Kemendiknas Luncurkan #Teman KIP 05 Aug 2020 10:35 WIB


 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia