KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJokowi Resmi Menjadi Presiden ke-7 Gantikan SBY yang Lengser Keprabon oleh : Bambang
20-Okt-2014, 17:51 WIB


 
 
Jokowi Resmi Menjadi Presiden ke-7 Gantikan SBY yang Lengser Keprabon
KabarIndonesia - Alhamdulillah, akhirnya sang ksatria piningit dari kota Bengawan Solo, penyuka musik keras Metallicca & Arkana yang juga pengusaha mebel, mantan Walikotra Solo & Gubernur DKI Jaya yang mencintai kedamaian, Ir Haji Joko Widodo, alias Jokowi dan juragan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA









 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

PerlindunganNya di Bebas Hambatan 16 Okt 2014 17:30 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PENDIDIKAN

Betapa Bahayanya Bimbingan Psikotes dan Buku Latihan Psikotes
Oleh : Dian A. A. Hippy | 26-Des-2006, 20:41:17 WIB

Istilah ‘psikotes’, saat ini memang sudah semakin dikenali banyak orang, terutama mereka yang pernah atau bahkan sudah beberapa kali menjalani psikotes. Psikotes sampai kini banyak digunakan sebagai salah satu alat seleksi, misalnya seleksi dalam penerimaan murid di sekolah, penerimaan mahasiswa di universitas, serta penerimaan tenaga kerja dalam suatu organisasi.

Jika kita cermati, ternyata banyak diantara orang-orang yang menjalani seleksi tersebut mengalami kesulitan dalam mengerjakan psikotes, dan banyak juga yang mendapatkan nilai yang rendah yang mengakibatkan mereka dinyatakan gagal. Kekecewaan dan putus asa pun mereka rasakan.

Berangkat dari fenomena tersebut, kini banyak lembaga yang bergerak di bidang bimbingan psikotes didirikan, dan banyak buku latihan soal psikotes diterbitkan. Hal ini bertujuan untuk melatih seseorang dalam mengerjakan psikotes, sehingga dapat menyelesaikannya dengan baik dan mereka akan lebih mudah lolos dalam psikotes yang nantinya akan mereka jalani.

Bimbingan psikotes yang didirikan serta buku-buku latihan soal psikotes yang diterbitkan, banyak mengajarkan kepada para peserta atau pembacanya mengenai cara berpikir cepat, tepat, teliti, dan benar ketika mengerjakan psikotes. Padahal, yang ingin diukur dalam psikotes, terutama tes-tes ability, adalah kemampuan problem solving. Dari tes semacam ini, seseorang dituntut untuk menemukan insight bagaimana memecahkan persoalan dari stimulus-stimulus yang ada di dalam soal-soal di hadapannya. Jika insight tersebut diajarkan, maka hasil tes tidak menggambarkan kemampuan seseorang yang sebenarnya.

Seringkali para peserta psikotes merasa awam dan tidak tahu aturan main dari psikotes. Kemudian mereka menganggap dengan melatih diri melalui tempat bimbingan psikotes ataupun buku-buku latihan soal psikotes, dapat memaksimalkan hasil psikotes mereka. Padahal, merasa tidak familiar dengan soal-soal yang dihadapi merupakan hal yang biasa terjadi. Contohnya saja yaitu tes penalaran abstrak yang stimulusnya terdiri dari serangkaian gambar dengan bentuk tertentu, dan seseorang diminta menentukan bentuk gambar berikutnya.

Dalam hal ini, seseorang memerlukan orientasi. Diperlukan waktu untuk memahami persoalan waktu itu sendiri. Biasanya kebutuhan orientasi ini dipenuhi dengan cara pemberi tes atau tester memberikan contoh soal sebelum tes dimulai.

Berkaitan dengan tujuan psikotes, dalam kehidupan sehari-hari pun seseorang harus cepat mendapatkan insight dalam mengenali masalah yang muncul, berikut dengan pemecahannya. Artinya, kecepatan memahami aturan main alat tes juga merupakan bagian dari tes itu sendiri.

Di dalam psikotes, yang ingin diukur biasanya adalah kemampuan problem solving, tingkat kecerdasan, sikap dan cara kerja, serta kepribadiannya. Kemudian dari hasil tes bisa dilihat skor untuk seluruh aspek. Kehadiran tempat bimbingan psikotes dan buku latihan soal psikotes bisa memunculkan dampak negatif karena skor seseorang bisa menjadi tidak valid. Entah apakah hal ini disadari atau dianggap angin lalu oleh para pendiri tempat bimbingan psikotes atau para pembuat buku latihan psikotes tersebut.

Apabila hasil tes seseorang yang menunjukkan skor mengenai aspek-aspek di atas tidak sesuai dengan kemampuan yang sebenarnya, maka akan merugikan bagi universitas, perusahaan, atau organisasi yang mengadakan psikotes tersebut karena menerima orang-orang yang ternyata tidak benar-benar tepat pada bidangnya. Sedangkan dari sisi peserta yang mengikuti psikotes sendiri, bisa sakit, stress, atau mengalami gangguan emosional lainnya karena tidak sanggup menjalani tugas-tugas mereka setelah mereka diterima di suatu tempat yang mereka tuju tersebut.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mungkinkah Suami Mengasuh Anak?oleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:18 WIB


 
  Mungkinkah Suami Mengasuh Anak? Tugas istri adalah mengasuh anak, namun peluang kerja untuk pria terbatas, terkadang posisinya terbalik. Justru istri bekerja menjadi TKI di luar negeri, sementara suami mengasuh anak di rumah. Pasangan suami istri sebaiknya berbagi peran mengasuh anaknya. Misalnya ketika
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 
Muhammadiyah Kalteng Adakan Milad 21 Okt 2014 12:49 WIB


 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 

 

 
Valentino Rossi Puji Marc Marquez 18 Okt 2014 23:59 WIB

 

 
Memimpin dengan Kepala dan Hati 20 Okt 2014 12:40 WIB


 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia