KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PendidikanMengakhiri Ujian Nasional (UN) oleh : Syafbrani
20-Apr-2014, 12:39 WIB


 
 
Mengakhiri Ujian Nasional (UN)
KabarIndonesia - Secara kasat mata UN hanyalah merupakan bentuk tes tertulis bagi siswa. Tidak lebih! Tapi jika dibedah secara mikroskopis akan nampaklah jalur konvergensi (penyatuan) yang mengarah pada satu tujuan: TARGET KELULUSAN yang sepertinya sudah menjadi Tuhan!

selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA









 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Syukur Kita Kepada Guru 21 Apr 2014 11:07 WIB

Paskah Abadi 21 Apr 2014 11:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PENDIDIKAN

Betapa Bahayanya Bimbingan Psikotes dan Buku Latihan Psikotes
Oleh : Dian A. A. Hippy | 26-Des-2006, 20:41:17 WIB

Istilah ‘psikotes’, saat ini memang sudah semakin dikenali banyak orang, terutama mereka yang pernah atau bahkan sudah beberapa kali menjalani psikotes. Psikotes sampai kini banyak digunakan sebagai salah satu alat seleksi, misalnya seleksi dalam penerimaan murid di sekolah, penerimaan mahasiswa di universitas, serta penerimaan tenaga kerja dalam suatu organisasi.

Jika kita cermati, ternyata banyak diantara orang-orang yang menjalani seleksi tersebut mengalami kesulitan dalam mengerjakan psikotes, dan banyak juga yang mendapatkan nilai yang rendah yang mengakibatkan mereka dinyatakan gagal. Kekecewaan dan putus asa pun mereka rasakan.

Berangkat dari fenomena tersebut, kini banyak lembaga yang bergerak di bidang bimbingan psikotes didirikan, dan banyak buku latihan soal psikotes diterbitkan. Hal ini bertujuan untuk melatih seseorang dalam mengerjakan psikotes, sehingga dapat menyelesaikannya dengan baik dan mereka akan lebih mudah lolos dalam psikotes yang nantinya akan mereka jalani.

Bimbingan psikotes yang didirikan serta buku-buku latihan soal psikotes yang diterbitkan, banyak mengajarkan kepada para peserta atau pembacanya mengenai cara berpikir cepat, tepat, teliti, dan benar ketika mengerjakan psikotes. Padahal, yang ingin diukur dalam psikotes, terutama tes-tes ability, adalah kemampuan problem solving. Dari tes semacam ini, seseorang dituntut untuk menemukan insight bagaimana memecahkan persoalan dari stimulus-stimulus yang ada di dalam soal-soal di hadapannya. Jika insight tersebut diajarkan, maka hasil tes tidak menggambarkan kemampuan seseorang yang sebenarnya.

Seringkali para peserta psikotes merasa awam dan tidak tahu aturan main dari psikotes. Kemudian mereka menganggap dengan melatih diri melalui tempat bimbingan psikotes ataupun buku-buku latihan soal psikotes, dapat memaksimalkan hasil psikotes mereka. Padahal, merasa tidak familiar dengan soal-soal yang dihadapi merupakan hal yang biasa terjadi. Contohnya saja yaitu tes penalaran abstrak yang stimulusnya terdiri dari serangkaian gambar dengan bentuk tertentu, dan seseorang diminta menentukan bentuk gambar berikutnya.

Dalam hal ini, seseorang memerlukan orientasi. Diperlukan waktu untuk memahami persoalan waktu itu sendiri. Biasanya kebutuhan orientasi ini dipenuhi dengan cara pemberi tes atau tester memberikan contoh soal sebelum tes dimulai.

Berkaitan dengan tujuan psikotes, dalam kehidupan sehari-hari pun seseorang harus cepat mendapatkan insight dalam mengenali masalah yang muncul, berikut dengan pemecahannya. Artinya, kecepatan memahami aturan main alat tes juga merupakan bagian dari tes itu sendiri.

Di dalam psikotes, yang ingin diukur biasanya adalah kemampuan problem solving, tingkat kecerdasan, sikap dan cara kerja, serta kepribadiannya. Kemudian dari hasil tes bisa dilihat skor untuk seluruh aspek. Kehadiran tempat bimbingan psikotes dan buku latihan soal psikotes bisa memunculkan dampak negatif karena skor seseorang bisa menjadi tidak valid. Entah apakah hal ini disadari atau dianggap angin lalu oleh para pendiri tempat bimbingan psikotes atau para pembuat buku latihan psikotes tersebut.

Apabila hasil tes seseorang yang menunjukkan skor mengenai aspek-aspek di atas tidak sesuai dengan kemampuan yang sebenarnya, maka akan merugikan bagi universitas, perusahaan, atau organisasi yang mengadakan psikotes tersebut karena menerima orang-orang yang ternyata tidak benar-benar tepat pada bidangnya. Sedangkan dari sisi peserta yang mengikuti psikotes sendiri, bisa sakit, stress, atau mengalami gangguan emosional lainnya karena tidak sanggup menjalani tugas-tugas mereka setelah mereka diterima di suatu tempat yang mereka tuju tersebut.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mangga Gedong Gincu, Si Menor yang Menduniaoleh : Irwan Gunawan
19-Apr-2014, 22:28 WIB


 
  Mangga Gedong Gincu, Si Menor yang Mendunia Membicarakan mangga gedong gincu, yang terbayang tentu saja rasanya yang asam manis, tekstur dagingnya yang berserat, bentuknya yang bulat dan warna kulitnya yang kemerah-merahan layaknya wanita berdandan menor dan genit. Inilah kesan pertama ketika menikmati mangga yang kini makin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemilu 2014 di Caledonia Baru 10 Apr 2014 11:57 WIB


 
Anjlok, Suara Demokrat di Jatim 20 Apr 2014 12:37 WIB

 

 

 

 
Studi Banding ke Luar Negeri 25 Apr 2014 02:32 WIB

Pasar Terapung di Kalsel 06 Apr 2014 19:18 WIB

 
Zat Besi & Vitamin C 11 Apr 2014 21:57 WIB

Era Kualitas Kehidupan Perempuan 25 Mar 2014 21:45 WIB

 

 

 
Penyertaan Tuhan 20 Apr 2014 00:29 WIB

Satu Langkah Lagi 16 Apr 2014 16:47 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia