KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PolitikRENUNGAN: Krisis Moneter Indonesia 1998 oleh : Wahyu Barata
30-Jul-2014, 02:41 WIB


 
  KabarIndonesia - Setelah beberapa dekade terbuai oleh pertumbuhan yang sangat mengagumkan, di tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sangat hebat hingga menjadi tragedi. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Mungkin kita akan
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Terima Kasih dari Pengguna Jasa 28 Jul 2014 11:56 WIB

Keniscayaan 23 Jul 2014 05:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja 26 Jul 2014 23:41 WIB

Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB

 

Pelaku Korupsi Didominasi Kaum Intelektual

 
PENDIDIKAN

Pelaku Korupsi Didominasi Kaum Intelektual
Oleh : Ryan Syair | 05-Feb-2010, 02:21:23 WIB

KabarIndonesia - Secara umum, pelaku tindak pidana korupsi yang terjadi dewasa ini didominasi oleh kaum intelektual, baik yang berasal dari kalangan eksekutif, legislatif maupun yudikatif.

Itulah yang dinyatakan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar, H. Syafril Rustam SH pada peresmian operasional kantin kejujuran di SMUN 2 Padangpanjang, Kamis (4/2).

"Para pelaku tindak pidana korupsi umumnya berasal dari kalangan terdidik yang dahulunya menempuh jenjang pendidikan dari mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi," kata Syafril.

Dikatakan Syafril, pemberantasan korupsi merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Aksi tersebut harus dilakukan secara komprehensif melalui upaya pencegahan dan penindakan.

"Kantin Kejujuran merupakan salah satu program preventif yang dimulai dari lingkungan sekolah," ujar Syafril.

Kantin Kejujuran ini merupakan program yang terwujud atas kerjasama Kejaksaan RI, Karang Taruna dan pemerintah daerah se-Indonesia.

"Program ini juga sejalan dengan rencana aksi nasional pemberantasan korupsi yang diamanatkan dalam Inpres No. 5 tahun 2004," tandas Syafril.

Syafril menegaskan, perbuatan korupsi identik dengan perbuatan tidak jujur. Sifat ini jelas sangat tergantung dari faktor lingkungan keluarga maupun lingkungan pendidikan. Perbuatan korupsi tidak akan hilang jika nilai kejujuran tidak diutamakan atau dibudayakan dalam pemerintahan dan masyarakat.

Dalam prakteknya, Kantin Kejujuran merupakan kantin tempat siswa berbelanja tanpa adanya penjaga dan pengawasan. Pelajar membeli barang dagangan (makanan, minuman, dan lain-lain) sendiri, melakukan pembayaran sendiri dan mengambil uang kembalian sendiri. Di Padang Panjang sendiri, secara serentak Kajati meresmikan sebanyak sebelas kantin di sebelas sekolah menengah.

"Kantin Kejujuran merupakan salah satu sarana untuk mendidik calon pemimpin masa depan yang memiliki sifat jujur dan bebas korupsi. Dukungan dari pemerintah daerah, guru dan orang tua murid, jelas sangat dibutuhkan demi keberhasilan program ini," kata Syafril.(*)


Sumber Foto Ilustrasi:  Fotosearch


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/  
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Miniatur Masjid Bahan Bekasoleh : Johanes Krisnomo
25-Jul-2014, 00:40 WIB


 
  Miniatur Masjid Bahan Bekas Jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H, mengundang kreatifitas untuk membuat karya unik berupa minatur sebuah masjid dari barang-barang bekas seperti kardus, kaleng dan bola plastik. Contohnya, Rudi Iskandar (38 thn), karyawan PT. Ultrajaya di Padalarang, Bandung, menyumbangkan hasil karyanya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
PILPRES 2014: Tidak Perlu Fanatik 07 Jul 2014 19:08 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB


 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Tak Selamanya Teknologi Mahal 03 Jun 2014 09:05 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia