KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalLagu Ibu Pertiwi (Motherland) = Lagu Bajakan (Plagia) oleh : Kabarindonesia
22-Apr-2016, 15:00 WIB


 
 
Lagu Ibu Pertiwi (Motherland) = Lagu Bajakan (Plagia)
 KabarIndonesia - Amsterdam Apakah mungkin, kalau lagu nasional dan lagu patriotik Indonesia dinilai sebagai lagu contekan?

Kita merasa dicibirkan dan juga miris maupun tidak genah. Apabila Lagu Ibu Pertiwi (Motherland) disebut hasil CONTEKAN / BAJAKAN. Namun kita
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Rindu yang Tak Tersampaikan 18 Apr 2016 12:04 WIB

Syair Malam 08 Apr 2016 11:30 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PENDIDIKAN

Disdik Rokan Hilir Sunat Dana BOS
Oleh : Suhadi | 30-Sep-2011, 10:37:10 WIB

KabarIndonesia - Rokan Hilir, Penyaluran dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) oleh Pemerintah Pusat ke Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dengan jumlah sebanyak 444 sekolah tingkat SD dan SMP yang bervariasi nilainya ternyata menimbulkan pro dan kontra. Pasalnya, setiap sekolah yang menerima bantuan dana BOS tersebut harus dipotong sebesar Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Rohil dengan alasan uang terima kasih.

Bahkan, menurut sumber yang dipercaya. Pemotongan itu diberlakukan tanpa terkecuali atas sepengetahuan Kepala Disdik Rohil, Azhar A SE setelah pihak Kas Daerah (Kasda) menyalurkan dana tersebut ke rekening setiap sekolah. Tentunya ”mau tidak mau” seluruh Kepala Sekolah yang menjadi penanggungjawab penerima dana BOS tersebut harus tunduk karena pungutan itu mengatasnamakan Kadisdik dari si pemungut.

Sebagaimana yang dilansir halloriau.com, dana yang mereka terima hanya digunakan membiayai kegiatan yang diselengarakan oleh Disdik Rohil. Informasi yang dirangkum, dari sejumlah Kepsek menyebutkan, Kadisdik Rohil, Azhar SE terlibat langsung pungutan liar itu. ”Saya kan Kepsek di Kecamatan Bagan Sinembah yang juga penerima bantuan dana BOS. Memang, ketika uang telah ditransfer ke rekening. Begitu kita ambil, mau tidak mau kita harus setor minimal Rp 300 ribu. Bahkan, teman saya ada yang nyetor ke Disdik Rp 400 ribu,” ujar Kepsek ini yang tidak mau disebutkan dengan jelas identitasnya.

Hal yang sama juga dialami Kepsek yang bertugas di Kecamatan Pasir Limau Kapas. Meski dirinya mengatakan kalau pungutan itu memang tidak diberikan kepada Kadisdik secara langsung. Namun, ia dan puluhan rekan lainnya ketika dikonfirmasi Halloriau.com, belum lama ini di Bagansiapiapi, meyakini kalau oknum yang mengumpulkan pungutan tersebut dipastikan oleh mereka atas dasar arahan dari Kadisdik. ”Tidak mungkin Pak Kadisdik tak mengetahui hal ini. Justru, menurut kami Kadisdiklah yang mengkondisikan hal ini,” kata Kepsek berinisial D bersama puluhan Kepsek lainnya.

Ditambahkan mereka, dirinya beserta sejumlah Kepsek lain yang juga tidak setuju dengan adanya pemotongan dana BOS sebesar Rp 300 hingga Rp 400 ribu per sekolah tersebut pernah mengajukan keberatan. Namun pihak Disdik tetap bersikukuh dengan alasan berbagai cara. Akhirnya karena tidak punya kekuatan, para Kepsek yang menolak ini pun tak bisa berbuat selain mengurut dada.

Sementara itu, Manager BOS Disdik Rohil, Sunaryo yang coba dikonfirmasi terkesan tak menampik hal tersebut benar adanya. Namun, dirinya mengelak kalau pihaknya telah melakukan pungutan. ”Informasi ini memang pernah kita terima. Namun, saya tidak setuju kalau itu disebut pungutan. Karena, yang memberikan uang itu Kepsek tiap sekolah sebagai bentuk terima kasih. Tetapi, saya telah tekankan kepada bawahan saya agar tidak memaksa pihak Kepsek untuk memberikan uang dari dana BOS yang telah cair,” katanya beberapa waktu lalu sebelum kasus ini mencuat.

Disingung mengenai keterlibatan Kadisdik. Sunaryo terkesan mengelak untuk membeberkan persoalan ini. ”Saya tidak tahu soal itu. Yang saya tahu dan saya tekankan kepada orang-orang di Disdik agar tidak memaksa setiap Kepsek yang menerima dana BOS untuk memberikan ucapan terima kasih dengan uang pemberian,” kilahnya.***


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
UKM Pewarnaan Kain Pantaioleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
17-Apr-2016, 23:22 WIB


 
  UKM Pewarnaan Kain Pantai Jumangin, pengusaha pewarnaan kain sarung pantai sedang menjemur kain yang telah diberi warna dasar di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu, 9 April 2016. Setelah diberi warna dasar, kain diberi motif sesuai ciri khas masing-masing pengusaha. Penjemuran dilakukan di
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 

 

 

 

 
The Executive Meriahkan IFW 2016 14 Apr 2016 12:20 WIB

 

 

 

 
Sekali Yesus Tetap Yesus 22 Apr 2016 15:02 WIB


 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia