KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniBlunder (Sang Buruh) Menteri Tedjo oleh : Arief Rahmat Piliang
23-Feb-2015, 10:52 WIB


 
  KabarIndonesia - Pernyataan Menkopolhukam, Tedjo Edhi Purdijanto, kian hari kian blunder. Setelah sebelumnya menyebut KPK didukung rakyat tak jelas, kini Tedjo memasuki ranah buruh. Ancaman pegawai KPK untuk mogok jika seluruh pimpinannya ditetapkan tersangka oleh Bareskrim Polri, direspon Tedjo dengan jawaban
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Pejuang Hidup 25 Feb 2015 20:38 WIB

Benarkah? 23 Feb 2015 10:55 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Banjir Bikin Stres Deera Idol! 18 Feb 2015 20:35 WIB


 
Kisah Memilukan Sang Penjual Tebu 17 Feb 2015 14:12 WIB

 
 
PENDIDIKAN

Disdik Rokan Hilir Sunat Dana BOS
Oleh : Suhadi | 30-Sep-2011, 10:37:10 WIB

KabarIndonesia - Rokan Hilir, Penyaluran dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) oleh Pemerintah Pusat ke Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dengan jumlah sebanyak 444 sekolah tingkat SD dan SMP yang bervariasi nilainya ternyata menimbulkan pro dan kontra. Pasalnya, setiap sekolah yang menerima bantuan dana BOS tersebut harus dipotong sebesar Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Rohil dengan alasan uang terima kasih.

Bahkan, menurut sumber yang dipercaya. Pemotongan itu diberlakukan tanpa terkecuali atas sepengetahuan Kepala Disdik Rohil, Azhar A SE setelah pihak Kas Daerah (Kasda) menyalurkan dana tersebut ke rekening setiap sekolah. Tentunya ”mau tidak mau” seluruh Kepala Sekolah yang menjadi penanggungjawab penerima dana BOS tersebut harus tunduk karena pungutan itu mengatasnamakan Kadisdik dari si pemungut.

Sebagaimana yang dilansir halloriau.com, dana yang mereka terima hanya digunakan membiayai kegiatan yang diselengarakan oleh Disdik Rohil. Informasi yang dirangkum, dari sejumlah Kepsek menyebutkan, Kadisdik Rohil, Azhar SE terlibat langsung pungutan liar itu. ”Saya kan Kepsek di Kecamatan Bagan Sinembah yang juga penerima bantuan dana BOS. Memang, ketika uang telah ditransfer ke rekening. Begitu kita ambil, mau tidak mau kita harus setor minimal Rp 300 ribu. Bahkan, teman saya ada yang nyetor ke Disdik Rp 400 ribu,” ujar Kepsek ini yang tidak mau disebutkan dengan jelas identitasnya.

Hal yang sama juga dialami Kepsek yang bertugas di Kecamatan Pasir Limau Kapas. Meski dirinya mengatakan kalau pungutan itu memang tidak diberikan kepada Kadisdik secara langsung. Namun, ia dan puluhan rekan lainnya ketika dikonfirmasi Halloriau.com, belum lama ini di Bagansiapiapi, meyakini kalau oknum yang mengumpulkan pungutan tersebut dipastikan oleh mereka atas dasar arahan dari Kadisdik. ”Tidak mungkin Pak Kadisdik tak mengetahui hal ini. Justru, menurut kami Kadisdiklah yang mengkondisikan hal ini,” kata Kepsek berinisial D bersama puluhan Kepsek lainnya.

Ditambahkan mereka, dirinya beserta sejumlah Kepsek lain yang juga tidak setuju dengan adanya pemotongan dana BOS sebesar Rp 300 hingga Rp 400 ribu per sekolah tersebut pernah mengajukan keberatan. Namun pihak Disdik tetap bersikukuh dengan alasan berbagai cara. Akhirnya karena tidak punya kekuatan, para Kepsek yang menolak ini pun tak bisa berbuat selain mengurut dada.

Sementara itu, Manager BOS Disdik Rohil, Sunaryo yang coba dikonfirmasi terkesan tak menampik hal tersebut benar adanya. Namun, dirinya mengelak kalau pihaknya telah melakukan pungutan. ”Informasi ini memang pernah kita terima. Namun, saya tidak setuju kalau itu disebut pungutan. Karena, yang memberikan uang itu Kepsek tiap sekolah sebagai bentuk terima kasih. Tetapi, saya telah tekankan kepada bawahan saya agar tidak memaksa pihak Kepsek untuk memberikan uang dari dana BOS yang telah cair,” katanya beberapa waktu lalu sebelum kasus ini mencuat.

Disingung mengenai keterlibatan Kadisdik. Sunaryo terkesan mengelak untuk membeberkan persoalan ini. ”Saya tidak tahu soal itu. Yang saya tahu dan saya tekankan kepada orang-orang di Disdik agar tidak memaksa setiap Kepsek yang menerima dana BOS untuk memberikan ucapan terima kasih dengan uang pemberian,” kilahnya.***


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sisi Lain Wilayah Perbatasanoleh : Ibnu Hafidz
21-Feb-2015, 05:52 WIB


 
  Sisi Lain Wilayah Perbatasan Dua orang pengunjung tengah asyik menikmati suasana waduk Cirata, Kamis, 19/2/2015. Waduk Cirata berada di tiga daerah: Purwakarta, Bandung, dan Cianjur. Tempat ini merupakan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) terbesar di Asia Tenggara dengan luas wilayah 62 KM2. Biasanya para
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
NamaKU = JiwaKU 25 Feb 2015 08:26 WIB

 

 
Banjir Jakarta dan Harapan 19 Feb 2015 22:25 WIB

 

 
Belajar dari Kehidupan Lebah 18 Feb 2015 20:28 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia