KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PolitikRENUNGAN: Krisis Moneter Indonesia 1998 oleh : Wahyu Barata
30-Jul-2014, 02:41 WIB


 
  KabarIndonesia - Setelah beberapa dekade terbuai oleh pertumbuhan yang sangat mengagumkan, di tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sangat hebat hingga menjadi tragedi. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Mungkin kita akan
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Terima Kasih dari Pengguna Jasa 28 Jul 2014 11:56 WIB

Keniscayaan 23 Jul 2014 05:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja 26 Jul 2014 23:41 WIB

Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB

 
 
PENDIDIKAN

Disdik Rokan Hilir Sunat Dana BOS
Oleh : Suhadi | 30-Sep-2011, 10:37:10 WIB

KabarIndonesia - Rokan Hilir, Penyaluran dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) oleh Pemerintah Pusat ke Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dengan jumlah sebanyak 444 sekolah tingkat SD dan SMP yang bervariasi nilainya ternyata menimbulkan pro dan kontra. Pasalnya, setiap sekolah yang menerima bantuan dana BOS tersebut harus dipotong sebesar Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Rohil dengan alasan uang terima kasih.

Bahkan, menurut sumber yang dipercaya. Pemotongan itu diberlakukan tanpa terkecuali atas sepengetahuan Kepala Disdik Rohil, Azhar A SE setelah pihak Kas Daerah (Kasda) menyalurkan dana tersebut ke rekening setiap sekolah. Tentunya ”mau tidak mau” seluruh Kepala Sekolah yang menjadi penanggungjawab penerima dana BOS tersebut harus tunduk karena pungutan itu mengatasnamakan Kadisdik dari si pemungut.

Sebagaimana yang dilansir halloriau.com, dana yang mereka terima hanya digunakan membiayai kegiatan yang diselengarakan oleh Disdik Rohil. Informasi yang dirangkum, dari sejumlah Kepsek menyebutkan, Kadisdik Rohil, Azhar SE terlibat langsung pungutan liar itu. ”Saya kan Kepsek di Kecamatan Bagan Sinembah yang juga penerima bantuan dana BOS. Memang, ketika uang telah ditransfer ke rekening. Begitu kita ambil, mau tidak mau kita harus setor minimal Rp 300 ribu. Bahkan, teman saya ada yang nyetor ke Disdik Rp 400 ribu,” ujar Kepsek ini yang tidak mau disebutkan dengan jelas identitasnya.

Hal yang sama juga dialami Kepsek yang bertugas di Kecamatan Pasir Limau Kapas. Meski dirinya mengatakan kalau pungutan itu memang tidak diberikan kepada Kadisdik secara langsung. Namun, ia dan puluhan rekan lainnya ketika dikonfirmasi Halloriau.com, belum lama ini di Bagansiapiapi, meyakini kalau oknum yang mengumpulkan pungutan tersebut dipastikan oleh mereka atas dasar arahan dari Kadisdik. ”Tidak mungkin Pak Kadisdik tak mengetahui hal ini. Justru, menurut kami Kadisdiklah yang mengkondisikan hal ini,” kata Kepsek berinisial D bersama puluhan Kepsek lainnya.

Ditambahkan mereka, dirinya beserta sejumlah Kepsek lain yang juga tidak setuju dengan adanya pemotongan dana BOS sebesar Rp 300 hingga Rp 400 ribu per sekolah tersebut pernah mengajukan keberatan. Namun pihak Disdik tetap bersikukuh dengan alasan berbagai cara. Akhirnya karena tidak punya kekuatan, para Kepsek yang menolak ini pun tak bisa berbuat selain mengurut dada.

Sementara itu, Manager BOS Disdik Rohil, Sunaryo yang coba dikonfirmasi terkesan tak menampik hal tersebut benar adanya. Namun, dirinya mengelak kalau pihaknya telah melakukan pungutan. ”Informasi ini memang pernah kita terima. Namun, saya tidak setuju kalau itu disebut pungutan. Karena, yang memberikan uang itu Kepsek tiap sekolah sebagai bentuk terima kasih. Tetapi, saya telah tekankan kepada bawahan saya agar tidak memaksa pihak Kepsek untuk memberikan uang dari dana BOS yang telah cair,” katanya beberapa waktu lalu sebelum kasus ini mencuat.

Disingung mengenai keterlibatan Kadisdik. Sunaryo terkesan mengelak untuk membeberkan persoalan ini. ”Saya tidak tahu soal itu. Yang saya tahu dan saya tekankan kepada orang-orang di Disdik agar tidak memaksa setiap Kepsek yang menerima dana BOS untuk memberikan ucapan terima kasih dengan uang pemberian,” kilahnya.***


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Miniatur Masjid Bahan Bekasoleh : Johanes Krisnomo
25-Jul-2014, 00:40 WIB


 
  Miniatur Masjid Bahan Bekas Jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H, mengundang kreatifitas untuk membuat karya unik berupa minatur sebuah masjid dari barang-barang bekas seperti kardus, kaleng dan bola plastik. Contohnya, Rudi Iskandar (38 thn), karyawan PT. Ultrajaya di Padalarang, Bandung, menyumbangkan hasil karyanya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
PILPRES 2014: Tidak Perlu Fanatik 07 Jul 2014 19:08 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB


 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Tak Selamanya Teknologi Mahal 03 Jun 2014 09:05 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia