KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTop Reporter HOKI Maret 2017 oleh : Redaksi-kabarindonesia
29-Mar-2017, 04:31 WIB


 
 
KabarIndonesia - Eliyah Acantha Manapa Sampetoding atau sering dipanggil Antha, lahir di Ujung Pandang (Kota Makassar), Sulawesi Selatan, 19 November 1991. Antha berdarah Toraja.
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Langkah Menuju Pasti 23 Mar 2017 23:05 WIB

Walau Satu Detik Bersama Tuhan 10 Mar 2017 04:05 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PENDIDIKAN

Siswa Inklusi tak Mesti Ikut UN
Oleh : Chairoel Anwar | 08-Mei-2012, 16:24:46 WIB

KabarIndonesia - TANJUNGPINANG, Siswa berkebutuhan khusus yang mengenyam pendidikan di sekolah inklusi tidak diharuskan untuk mengikuti Ujian Nasional (UN). Namun, jika guru menilai siswa tersebut mampu untuk mengikuti, status siswa bersangkutan sama dengan siswa normal lainnya.

Demikian dikatakan Kasubdit Evaluasi dan Perencanaan, Direktorat Pembinaan PKLK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Harizal, menanggapi kebingungan guru sekolah inklusi mengenai UN untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Guru bersangkutan bingung karena anak-anak berkebutuhan khusus rata-rata tidak bisa tuntas pelajaran selayaknya anak normal lainnya.

“Guru yang tahu apakah anak tersebut mampu atau tidak mengikuti ujian. Jika anak berkebutuhan khusus dinilai tak mampu, yaa tak apa tidak mengikuti ujian. Nanti, pada saat kelulusan mereka hanya mendapatkan surat keterangan tanda tamat belajar. Tapi, kalau dirasakan mampu, maka statusnya sama dengan anak lainnya,” terang Harizal saat rapat koordinasi peningkatan akses dan mutu pendidikan khusus dan layanan khusus (PKLK) se-Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), di Hotel Comfort Tanjungpinang, kemarin.

Karena itu, imbuh Harizal, guru harus benar-benar memahami kondisi anak. Apalagi, anak-anak berkebutuhan khusus juga didampingi oleh guru pendamping khusus (GPK) untuk membantu proses belajar mengajar di sekolah inklusi.

Dia mengakui, tidak semua anak berkebutuhan khusus (ABK) bisa tuntas mengikuti pendidikan. “Metode belajar bagi anak berkebutuhan khusus itu bisa secara klasikal, bisa pula secara individual. Tapi yang jelas, anak-abak berkebutuhan khusus tak pelu dipaksa untuk mengikuti ujian nasional,” tegas Harizal. (*)



Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Cara Membangun TNI AD Yang Kuat 26 Mar 2017 21:53 WIB

Kavaleri Udara TNI AD 25 Mar 2017 11:08 WIB

 
Presiden Kagumi Dalihan Natolu 28 Mar 2017 12:23 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Berdoa untuk Perdamaian Dunia 11 Mar 2017 19:07 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia