KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
KesehatanTak Perlu Galau Menyikapi Heboh Kasus Vaksin Palsu oleh : Wahyu Ari Wicaksono
28-Jun-2016, 15:14 WIB


 
 
Tak Perlu Galau Menyikapi Heboh Kasus Vaksin Palsu
KabarIndonesia - Terbongkarnya sindikat pemalsu vaksin untuk balita yang telah beraksi selama belasan tahun, sontak membuat banyak kalangan merasa was-was. Tak bisa dipungkiri bahwa mau tak mau kasus ini membuat hilang rasa keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap keaslian vaksin yang
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Terdiam 30 Jun 2016 17:05 WIB

Renungan Jiwa 30 Jun 2016 15:23 WIB

 
Desa Cimanggu Menuju Desa Wisata 18 Mei 2016 10:53 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Anakku Tertular Virus Menulis 23 Jun 2016 10:38 WIB


 
 
PENDIDIKAN

Siswa SLB Riskan menjadi Sasaran Pengedar Narkoba
Oleh : Ir. Sw. Andrisias | 01-Mei-2013, 12:07:15 WIB

KabarIndonesia - Direktorat Pasca Rehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Cileunyi, Jawa Barat, mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan murid dan Guru SLB A, B, C1, D1, dan Autis, Minggu (29/4).

Kebijakan tersebut diambil untuk menangkal upaya para pemasok narkoba, menjadikan mereka sebagai kurir ataupun pemakai narkoba.

"Dengan adanya FGD ini, kita berharap mampu menangkal kemungkinan para anak yang memiliki keterbatasan untuk dijadikan pengedar atau penyalahgunaan narkoba," kata Direktur Pasca Rehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN, Drs. Suyono, MM.MBA, ketika ditemui di sela-sela acara FGD.

"Nah, agar mereka paham akan bahayanya narkoba, kami gelar FGD dan memberikan bimbingan dan penyuluhan tentang bahayanya penyalahgunaan narkoba," katanya lebih lanjut.

Menurut Suyono, selain untuk menangkal Narkoba, kegiatan FGD tersebut juga sangat bermanfaat untuk pencegahan.

"Dengan mengetahui bahayanya memakai Narkoba sejak dini, kita berharap ke depan tidak ada lagi orang yang mau menggunakannya. Dengan demikian, lambat namun pasti pengedar akan kehilangan pasar. Dan akhirnya tidak ada lagi peredaran Narkoba di Indonesia," ujar Suyono.

Sementara itu Direktur Advokasi Deputi Bidang Pencegahan BNN, dr.Victor Pudjiadi menjelaskan bahaya yang ditimbulkan akibat dari mengkonsumsi narkoba adalah kerusakan pada otak yang mengakibatkan disorientasi ruang dan waktu serta malpersepsi panca indera. Selain itu juga dapat merusak semua fungsi organ tubuh seperti organ mata yang mengalami kebutaan, gusi mengalami kerusakan dan pendarahan, liver mengalami penyakit hepatitis dan berbagai macam akibat lainnya.

"Para penguna narkoba adalah korban, mereka bukanlah orang yang harus dihukum tetapi mereka harus direhabilitasi. Hal ini juga tercantum dalan Undang-Undang No.35 tahun 2009 tentang Narkotika," kata Victor.

Victor menjelaskan, peredaran narkoba dapat dilakukan dengan berbagai macam cara dan media. Peredaran tersebut bisa melalui darat, laut, dan udara. "Narkoba jenis heroin berasal dari negara segitiga emas (Laos, Myanmar, dan Thailand). Jenis kokain berasal dari Amerika Latin dan sabu berasal dari Eropa dan China," tambahnya.

Sedangkan Drs. Dedi Kustawan, Mpd, dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mengatakan, para korban narkoba seharusnya dirawat, diperhatikan, dan tetap diberikan pendidikan.

"Anak yang telah menjadi korban narkoba harus tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak. Pendidikan yang diberikan kepada para korban narkoba meliputi pendidikan yang bersifat inklusif yaitu pendidikan yang diberikan secara khusus dan menitikberatkan kepada keterampilan yang berorientasi kepada produktifitas," ujar Dedi Kustawan. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com
       

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Ragam UKM di Masyarakatoleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
13-Jun-2016, 12:58 WIB


 
  Ragam UKM di Masyarakat Harjono, 64 tahun, adalah salah satu pengrajin payung kertas yang masih bertahan di Desa Kwarasan, Juwiring-Klaten. Menurut Pak Harjono di rumahnya, 22/5, serbuan payung lawa/kelelawar -sebutan payung kain berwarna hitam produk China- menyurutkan kejayaan payung kertas Juwiring. Kini para pengrajin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
TNI Tanggap Bencana 24 Jun 2016 12:59 WIB

 

 
 

 

 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia