KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalBusa Anti Api Temuan Korem 044/GAPO, Murah dan Efektif Padamkan Kebakaran Hutan oleh : Dedi Sugiri
25-Jun-2016, 09:45 WIB


 
 
Busa Anti Api Temuan Korem 044/GAPO, Murah dan Efektif Padamkan Kebakaran Hutan
KabarIndonesia - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) harus diatasi secara cepat.  Karenanya, Korem 044/Gapo selalu melaksanakan pemantauan secara terus menerus di wilayah yang disinyalir rawan kebakaran. Dengan begitu, apabila terjadi kebakaran akan cepat diatasi.

Selain melaksanakan
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Kala Senja di Tanah Gayo 24 Jun 2016 12:58 WIB

Ramdhan Kali Ini 24 Jun 2016 12:58 WIB

 
Desa Cimanggu Menuju Desa Wisata 18 Mei 2016 10:53 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Anakku Tertular Virus Menulis 23 Jun 2016 10:38 WIB


 

Menulis itu Menyembuhkan Galau

 
PENDIDIKAN

Menulis itu Menyembuhkan Galau
Oleh : Muhammad Ali Murtadlo | 10-Mei-2013, 20:31:06 WIB

KabarIndonesia - Rabu (8/5) kemarin, kami komunitas Laskar Ambisius (LA) dan Gerakan IAIN Sunan Ampel Menulis (GISAM) kedatangan tamu istimewa, Ahmad Sahidah, Ph.D. Beliau adalah penulis internasional yang produktif menulis di media massa sekaligus dosen di Universitas Utara Malaysia. Bertempat di Ruang Sidang Kopertais IAIN Sunan Ampel Surabaya acara pertemuan sekaligus stadium general dengan tajuk “Menulis itu Menyembuhkan” digelar. Dengan penuh semangat Ahmad Sahidah menceritakan pengalamannya terkait dengan dunia kepenulisan. Kami juga diberikan trik jitu untuk tembus media, baik lokal maupun nasional. Trik yang sangat mahal jika harus membeli lewat seminar-seminar atau pelatihan-pelatihan besar. Tapi di sini kami diberikan secara cuma-cuma.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan oleh penulis agar tulisannya dapat dimuat oleh redaktur. Pertama dari segi tehnik, seorang penulis harus cermat dan teliti dalam memilah dan memilih kata, baik dari segi penggunaan maupun pengetikan. Karena redaktur tidak akan menerima tulisan yang ketika dibaca sudah acak-acakan.

Yang kedua dari segi analitik. Penulis juga harus mampu menganalisa dengan baik. Dalam arti bisa memberikan pisau analisa yang tajam agar tulisan mempunyai ruh. Ruh dalam tulisan sangat penting karena sangat mempengaruhi isi dan pesan yang akan disampaikan oleh penulis.

Ketiga yang tak kalah pentingnya adalah komunikasi. Yakni komunikasi dengan penulis-penulis hebat, maupun dengan redaktur media massa. Ketiga trik itu yang menurut Ahmad Sahidah penting untuk dilakukan oleh seorang penulis media massa.

Selain itu, kata Pak Ahmad, panggilan akrabnya, menulis itu dapat menyembuhkan. Menyembuhkan dalam arti dapat menghilangkan resah akibat fikiran tak sesuai dengan perasaaan, atau fikiran dan perasaan tak sesuai dengan tindakan. Beliau menjelaskan bahwa ketiga hal, fikiran, perasaan dan tindakan harus nyambung dan berjalan dengan seimbang. Jika ketiga hal tersebut mengalami masalah maka yang tercipta adalah kegelisahan dan menimbulkan penyakit galau. Dan obat yang mujarab adalah menulis. Dengan menulis dan menumpahkan segala keresahan, penyakit galau itu sirna. Seperti mantan Presiden B.J Habibie, lewat buku yang difilmkan “Habibie dan Ainun” dia berhasil menghilangkan rasa galaunya lantaran ditinggal wafat sang istri tercinta, Ainun.

Maka tunggu apa lagi? yang lagi galau silahkan menulis! (*)


*) Aktivis Laskar Ambisius (LA), Aliansi Mahasiswa Bidik Misi (AMBISI) IAIN Sunan Ampel Surabaya



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): 
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Ragam UKM di Masyarakatoleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
13-Jun-2016, 12:58 WIB


 
  Ragam UKM di Masyarakat Harjono, 64 tahun, adalah salah satu pengrajin payung kertas yang masih bertahan di Desa Kwarasan, Juwiring-Klaten. Menurut Pak Harjono di rumahnya, 22/5, serbuan payung lawa/kelelawar -sebutan payung kain berwarna hitam produk China- menyurutkan kejayaan payung kertas Juwiring. Kini para pengrajin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
TNI Tanggap Bencana 24 Jun 2016 12:59 WIB


 

 
 

 

 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia