KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
KesehatanTak Perlu Galau Menyikapi Heboh Kasus Vaksin Palsu oleh : Wahyu Ari Wicaksono
28-Jun-2016, 15:14 WIB


 
 
Tak Perlu Galau Menyikapi Heboh Kasus Vaksin Palsu
KabarIndonesia - Terbongkarnya sindikat pemalsu vaksin untuk balita yang telah beraksi selama belasan tahun, sontak membuat banyak kalangan merasa was-was. Tak bisa dipungkiri bahwa mau tak mau kasus ini membuat hilang rasa keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap keaslian vaksin yang
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Kala Senja di Tanah Gayo 24 Jun 2016 12:58 WIB

Ramdhan Kali Ini 24 Jun 2016 12:58 WIB

 
Desa Cimanggu Menuju Desa Wisata 18 Mei 2016 10:53 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Anakku Tertular Virus Menulis 23 Jun 2016 10:38 WIB


 
 
PENDIDIKAN

Ponpes, Pusat Rehabilitasi Korban Narkoba
Oleh : Ir. Sw. Andrisias | 04-Jun-2013, 10:16:03 WIB

KabarIndonesia - Direktorat Pasca Rehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Pondok Pesantren Darul Najah di desa Bojong Keji, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, yang diikuti para ustad dan santri serta orangtua santri Ponpes Darul Najah. 

Kehadiran Pondok Pesantren Darul Najah pimpinan Ustad Miftah, telah memberikan pengaruh kepada masyarakat sekitarnya, ada beberapa orang yang hadir dalam FGD adalah mantan pecandu lem, ganja dan lain-lain termasuk juga peminum berat, namun berkat bimbingan Ustad Miftah mereka sudah sadar dan sudah mau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan, bahkan ada anaknya yang menjadi santri cerdas dan cepat menyerap ilmu yang diberikan para Ustad. Mereka merasa senang dengan kehadiran pondok pesantren di desanya dan sangat membantu dalam program-programnya.

Kombes Pol. Drg. Agus Gatot Purwanto, dari BNN mengungkapkan, Pondok Pesantren yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia merupakan wahana yang sangat tepat untuk menjadi tempat rehabilitasi korban penyalahguna narkoba yang berbasis religi,

"Selain karena masyarakat Indonesia pada umumnya sangat patuh dalam menjalankan agamanya, Ponpes selalu berada di tengah-tangah masyarakat yang mempunyai tugas mulia tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, namun juga ilmu-ilmu kehidupan. Para santri diajarkan bagaimana hidup mandiri, bagaimana cara menjalani  Akhlak yang mulia seperti bagaimana cara menghormati guru, tamu, orang tua dan teman," ungkap Agus. 

Menurut Agus, praktek tentang ilmu kehidupan ini yang dinilainya sangat penting dan menjadi dasar bagaimana seseorang menjalani kehidupannya, "Namun saat ini sangat kurang diberikan di lingkungan-lingkungan sekolah pada umumnya," ujar Agus.

Dalam kesempatan tersebut, Agus memberikan motivasi serta dukungan kepada pengurus pengurus Pondok Pesantren untuk berperan menjadi akses dari para korban penyalahgunaan Narkoba yang berada di lingkungan desa Bojong Keji dan sekitarnya untuk mau menjalani rehabilitasi, "Bisa diawali di Ponpes ini, selanjutnya dibawa ke Pusat Rehabilitasi BNN atau tetap menjalani rehabilitasi di Ponpes ini sesuai aturan yang berlaku disini sebagai santri," kata Agus.

Agus sangat berharap keberadaan Ponpes dapat menjadi mitra dalam membangun karakter bangsa Indonesia dan sekaligus sebagai tempat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan rehabilitasi akibat penyalahgunaan narkoba. (*)




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): 
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Ragam UKM di Masyarakatoleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
13-Jun-2016, 12:58 WIB


 
  Ragam UKM di Masyarakat Harjono, 64 tahun, adalah salah satu pengrajin payung kertas yang masih bertahan di Desa Kwarasan, Juwiring-Klaten. Menurut Pak Harjono di rumahnya, 22/5, serbuan payung lawa/kelelawar -sebutan payung kain berwarna hitam produk China- menyurutkan kejayaan payung kertas Juwiring. Kini para pengrajin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
TNI Tanggap Bencana 24 Jun 2016 12:59 WIB


 

 
 

 

 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia