KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
LOVE STORY BIBI LUNG & YOKO 27 Jun 2020 05:00 WIB


 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB


 

Cacat Bukan Problem untuk Sukses

 
PENDIDIKAN

Cacat Bukan Problem untuk Sukses
Oleh : Agung Prasetiyo | 12-Nov-2011, 21:59:16 WIB

KabarIndonesia - “Setiap pria dan wanita yang sukses adalah pemimpi-pemimpi besar. Mereka berimajinasi tentang masa depan mereka, berbuat sebaik mungkin dalam setiap hal, dan bekerja setiap hari menuju misi jauh ke depan yang menjadi tujuan mereka.” (Brian Tracy)
Belajar adalah cara untuk memperoleh suatu pengetahuan baru. Dengan belajar kita akan mengetahui berbagai pengetahuan yang belum kita ketahui sebelumnya. Untuk menunjang kualitas hasil belajar itulah perlu adanya suatu metode maupun sistem belajar yang benar.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan kecerdasan belajar anak yaitu faktor lingkungan (empiris), faktor keturunan (hereditas) maupun faktor kombinasi dari faktor empiris dan hereditas yang biasa disebut dengan faktor konvergensi.

Jika kita telah paham akan faktor yang berpengaruh dalam perkembangan kecerdasan belajar anak dan kita hubungkan dengan metode yang sesuai dengannya maka dapat diprediksikan dapat mendapatkan hasil yang maksimal. Hal itu mungkin dapat diterapkan bagi anak-anak yang normal. Namun permasalahan kita sekarang ini adalah, bagaimana jika yang kita ajar penderita cacat mental maupun fisik? Tentu perlu dirancang metode belajar yang khusus bagi anak-anak tersebut.
Buku ini mencoba untuk mengulas berbagai permasalahan yang berkaiatan dengan orang yang mempunyai kecacatan fisik maupun mental.

Ketika orang tua melihat kelahirannya anaknya normal tentu ia sangat merasa bahagia, akan tetapi jika anak yang terlahir adalah anak yang cacat mental maupun fisik tentu orang tua pasti sangatlah malu. Cacat fisik maupun mental itu dapat berupa tunarungu, tunanetra, tunadaksa, tunagrahita, tunalaras, autis, downsindrom, maupun retardasi mental. Namun bagaimana solusi yang tepat dalam permasalahan ini? Apakah dengan menyesal mampu untuk menyelesaikan masalah? tentu tidak atau dengan membunuhnya, menyingkirkannya atau mengasingkannya, tentu sangatlah kejam. Maka hanya bekal kesyukuran dan keikhlasan dalam mendidiknyalah yang akan membuat mereka tetap berantusias dalam menjalani kehidupan ini.

Ada pelajaran hidup yang dapat kita ambil dari mereka, salah satu contohnya ialah Lena maria. Ia gadis dari Swedia yang mempunyai potensi luar biasa. Walaupun ia terlahir dengan kondisi tubuh yang tidak sempurna, tanpa tangan dan hanya satu kaki yang tumbuh normal, bukan halangan baginya untuk menjadi sosok yang mandiri, mengukir prestasi dan menjadi inspirasi bagi orang lain.

Dengan segala keterbatasannya, ia berusaha keras dalam hidupnya sehingga tidak hanya dapat memasak, menyetir mobil, menulis, melukis tetapi ia juga memperoleh prestasi yang membanggakan dalam bidang kejuaraan renang dan Paralympic Games pada tahun 1988 di Seoul, Korea Selatan. Dan masih banyak tokoh lain dengan segala keterbatasannya mampu meraih prestasi yang menggemilangkan.
Maka pendidik termasuk guru maupun orang tua, bisa menerapkan beberapa prinsip khusus yang sesuai dengan kelaianan anak tersebut diatas. Adapun prinsip-prinsipnya sebagai berikut: prinsip motivasi, prinsip latar/konstek, prinsip keterarahan, prinsip hubungan sosial, prinsip belajar sambil bekerja, prinsip individualisasi, prinsip menemukan, prinsip pemecahan masalah.

Semua prinsip di atas saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Ketika seorang anak mengalami down mental maka dengan memberikan dukungan kepadanya ia akan merasa diperhatikan. Ketika ia telah mempuyai motivasi hidup, guru ataupun orang tua selalu mengayominyanya maka perlu adanya suatu tujuan yang bisa menumbuhkan menumbuhkan dalam interaksi sosialnya, mengembangkan kemampuan yang ada dalam dirinya, dan yang terpenting ketika menemui suatu permasalahan ia mampu untuk menyelesaikannya.

Cacat bukanlah suatu problem karena setiap orang telah dianugerahi potensi masing-masing begitu juga orang yang cacat sekalipun. Dalam realitas masyarakat penderita yang cacat sering dipandang sebelah mata karena mereka dianggap tidak mampu untuk melakukan suatu pekerjaan. Jika sebelum lahir ia boleh memilih pasti ia memilih untuk hidup normal di dunia ini. Harapan kita, jangan memandang seseorang dari bentuk fisiknya sehingga tidak ada dikotomi dalam kehidupan.

Kita harus selalu memberikan apresiasi dan perhatian yang sama untuk mereka agar mereka menjadi Lena Maria modern yang akan mengubah suatu kelemahan menjadi sebuah prestasi yang menggemilangkan.
Alhasil, bahwa patutlah kita memberikan apresiasi yang besar terhadap karya Aqila Smart karena dalam karyanya ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman baru bagi pembaca mengenai orang yang mengalami cacat fisik maupun mental tetapi lebih pada cara menerima dan menyelesaikan permasalahan tersebut.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 
HOW ARE YOU MY FRIEND? 27 Jun 2020 05:21 WIB

Masihkah Ada Rasa Damai Di Hati? 21 Jun 2020 14:23 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia