KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupHARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2019: Bersama Kita Lawan Polusi Udara oleh : Danny Melani Butarbutar
06-Jun-2019, 03:45 WIB


 
 
KabarIndonesia - Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 5 Juni. Pada tahun ini mengambil tema melawan polusi udara #BeatAirPollution. Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran global untuk melakukan aksi positif bagi perlindungan pada
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Kejagung Tunggu SPDP Kasus Makar 24 Mei 2019 17:39 WIB

 
Menunggu 19 Mei 2019 16:15 WIB

SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Cacat Bukan Problem untuk Sukses

 
PENDIDIKAN

Cacat Bukan Problem untuk Sukses
Oleh : Agung Prasetiyo | 12-Nov-2011, 21:59:16 WIB

KabarIndonesia - “Setiap pria dan wanita yang sukses adalah pemimpi-pemimpi besar. Mereka berimajinasi tentang masa depan mereka, berbuat sebaik mungkin dalam setiap hal, dan bekerja setiap hari menuju misi jauh ke depan yang menjadi tujuan mereka.” (Brian Tracy)
Belajar adalah cara untuk memperoleh suatu pengetahuan baru. Dengan belajar kita akan mengetahui berbagai pengetahuan yang belum kita ketahui sebelumnya. Untuk menunjang kualitas hasil belajar itulah perlu adanya suatu metode maupun sistem belajar yang benar.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan kecerdasan belajar anak yaitu faktor lingkungan (empiris), faktor keturunan (hereditas) maupun faktor kombinasi dari faktor empiris dan hereditas yang biasa disebut dengan faktor konvergensi.

Jika kita telah paham akan faktor yang berpengaruh dalam perkembangan kecerdasan belajar anak dan kita hubungkan dengan metode yang sesuai dengannya maka dapat diprediksikan dapat mendapatkan hasil yang maksimal. Hal itu mungkin dapat diterapkan bagi anak-anak yang normal. Namun permasalahan kita sekarang ini adalah, bagaimana jika yang kita ajar penderita cacat mental maupun fisik? Tentu perlu dirancang metode belajar yang khusus bagi anak-anak tersebut.
Buku ini mencoba untuk mengulas berbagai permasalahan yang berkaiatan dengan orang yang mempunyai kecacatan fisik maupun mental.

Ketika orang tua melihat kelahirannya anaknya normal tentu ia sangat merasa bahagia, akan tetapi jika anak yang terlahir adalah anak yang cacat mental maupun fisik tentu orang tua pasti sangatlah malu. Cacat fisik maupun mental itu dapat berupa tunarungu, tunanetra, tunadaksa, tunagrahita, tunalaras, autis, downsindrom, maupun retardasi mental. Namun bagaimana solusi yang tepat dalam permasalahan ini? Apakah dengan menyesal mampu untuk menyelesaikan masalah? tentu tidak atau dengan membunuhnya, menyingkirkannya atau mengasingkannya, tentu sangatlah kejam. Maka hanya bekal kesyukuran dan keikhlasan dalam mendidiknyalah yang akan membuat mereka tetap berantusias dalam menjalani kehidupan ini.

Ada pelajaran hidup yang dapat kita ambil dari mereka, salah satu contohnya ialah Lena maria. Ia gadis dari Swedia yang mempunyai potensi luar biasa. Walaupun ia terlahir dengan kondisi tubuh yang tidak sempurna, tanpa tangan dan hanya satu kaki yang tumbuh normal, bukan halangan baginya untuk menjadi sosok yang mandiri, mengukir prestasi dan menjadi inspirasi bagi orang lain.

Dengan segala keterbatasannya, ia berusaha keras dalam hidupnya sehingga tidak hanya dapat memasak, menyetir mobil, menulis, melukis tetapi ia juga memperoleh prestasi yang membanggakan dalam bidang kejuaraan renang dan Paralympic Games pada tahun 1988 di Seoul, Korea Selatan. Dan masih banyak tokoh lain dengan segala keterbatasannya mampu meraih prestasi yang menggemilangkan.
Maka pendidik termasuk guru maupun orang tua, bisa menerapkan beberapa prinsip khusus yang sesuai dengan kelaianan anak tersebut diatas. Adapun prinsip-prinsipnya sebagai berikut: prinsip motivasi, prinsip latar/konstek, prinsip keterarahan, prinsip hubungan sosial, prinsip belajar sambil bekerja, prinsip individualisasi, prinsip menemukan, prinsip pemecahan masalah.

Semua prinsip di atas saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Ketika seorang anak mengalami down mental maka dengan memberikan dukungan kepadanya ia akan merasa diperhatikan. Ketika ia telah mempuyai motivasi hidup, guru ataupun orang tua selalu mengayominyanya maka perlu adanya suatu tujuan yang bisa menumbuhkan menumbuhkan dalam interaksi sosialnya, mengembangkan kemampuan yang ada dalam dirinya, dan yang terpenting ketika menemui suatu permasalahan ia mampu untuk menyelesaikannya.

Cacat bukanlah suatu problem karena setiap orang telah dianugerahi potensi masing-masing begitu juga orang yang cacat sekalipun. Dalam realitas masyarakat penderita yang cacat sering dipandang sebelah mata karena mereka dianggap tidak mampu untuk melakukan suatu pekerjaan. Jika sebelum lahir ia boleh memilih pasti ia memilih untuk hidup normal di dunia ini. Harapan kita, jangan memandang seseorang dari bentuk fisiknya sehingga tidak ada dikotomi dalam kehidupan.

Kita harus selalu memberikan apresiasi dan perhatian yang sama untuk mereka agar mereka menjadi Lena Maria modern yang akan mengubah suatu kelemahan menjadi sebuah prestasi yang menggemilangkan.
Alhasil, bahwa patutlah kita memberikan apresiasi yang besar terhadap karya Aqila Smart karena dalam karyanya ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman baru bagi pembaca mengenai orang yang mengalami cacat fisik maupun mental tetapi lebih pada cara menerima dan menyelesaikan permasalahan tersebut.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum"oleh : Fida Abbott
21-Apr-2019, 05:24 WIB


 
  Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum" berlokasi di 725 Park Ave, New York, NY 10021; berukuran tidak besar; memiliki dua lantai dan lantai bawah tanah. Lantai pertama untuk pendaftaran para tamu yang berkunjung, kafe, dan toko suvenir. Lantai dua untuk museum yang
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Pasang Surut Sastra Bandingan 02 Jun 2019 07:39 WIB


 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia