KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalAROMA KEPENTINGAN DALAM AGENDA TERSENDIRI oleh : Tonny Djayalaksana
18-Aug-2019, 15:58 WIB


 
 
KabarIndonesia - Upaya-upaya lawan Jokowi untuk menjatuhkannya sangat militan sekali. Sebagai pelengkap telah saya sertakan tulisan Denny Siregar yang menggambarkan bagaimana sebuah konspirasi dijalankan untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi. Namun akhirnya perlindungan dari Allah bisa menggagalkan semua itu. 

Semua
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Cara Menciptakan Komunikasi Terbuka Antara Orang Tua dan Anak

 
PENDIDIKAN

Cara Menciptakan Komunikasi Terbuka Antara Orang Tua dan Anak
Oleh : Lusia Gayatri Yosef | 01-Des-2010, 01:16:23 WIB

KabarIndonesia - Suatu hari saya pernah bertanya kepada murid saya mengenai makanan kesukaan orang tuanya. Murid saya, sebut X, tidak mengetahui makanan kesukaan orang tuanya. Kemudian di lain waktu, saat saya berbincang dengan kedua orang tuanya, saya bertanya mengenai makanan kesukaan X.  Mereka dapat memberikan jawaban dengan tepat dan benar.

Kejadian di atas tampaknya sangat sederhana. Namun, hal yang menjadi pertanyaan adalah seberapa jauhkah kita sebagai orang tua dan anak mau menyediakan diri untuk berpartisipasi dalam komunikasi terbuka? Apakah sebagian dari kita lebih sering memilih untuk "tidak perlu" memberi informasi kepada anak?  Namun menuntut anak untuk memberi informasi mengenai banyak hal. Begitu juga dengan pihak anak kepada orang tua. Apakah anak merasa tidak perlu memberi informasi atau kabar kepada orang tua mengenai kejadian sehari-hari atau justru sebaliknya, pihak orang tua dan anak bersedia untuk merasa perlu memberi dan menerima informasi sehingga tercipta komunikasi dua arah antara orang tua dengan anak. Kemudian, komunikasi terbuka menjadi suatu kebutuhan bagi kedua belah pihak.

Joe Luft dan Harry Ingham melukiskan diri kita ibarat sebuah ruangan yang memiliki empat daerah. Daerah pertama, daerah terbuka, daerah ini berisi hal-hal yang kita ketahui dan diketahui oleh orang lain. Daerah buta adalah hal-hal yang kita tidak tahu tetapi diketahui juga oleh orang lain. Daerah tersembunyi adalah kita dan orang lain tidak tahu (Jhonson, 1981 dalam Supratiknya, 1995). Berdasarkan hal tersebut, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam interaksi antara anak dengan orang tua. Orang tua perlu memperluas daerah terbuka serta mengurangi daerah tersembunyi. Semakin orang tua membuka diri kepada anak, orang tua mengurangi daerah buta dan daerah tersembunyi. Artinya, anak menjadi tahu apa yang ada di benak pikiran dan perasaan orang tua.            

Daerah buta antara orang tua terhadap anak dapat diminimalkan dengan cara orang tua dapat meminta pendapat anak mengenai pandangan anak terhadap diri orang tua. Misalnya orang tua merasa dirinya tidak otoriter, namun pada pelaksanaan sehari-hari, orang tua jarang memberikan pilihan kepada anak. Saat anak tumbuh dewasa, ia protes kepada orang tua bahwa mereka otoriter. Dari kisah situasi tersebut, kita mendapat gambaran bahwa orang tua tidak tahu mengenai dirinya, namun anak mengetahui tentang beberapa hal pada diri orang tua.            

Begitu juga sebaliknya, pada daerah buta antara anak terhadap orang tua. Mungkin anak tidak mengetahui beberapa hal mengenai dirinya, namun orang tua mengetahui. Misalnya anak tidak menyadari bahwa dirinya mudah marah saat keadaan lelah. Orang tua dapat memberi informasi kepada anak bahwa dalam keadaan lelah, anak mudah marah sehingga perlu ditemukan sebuah cara bagaimana agar anak tidak mudah marah saat keadaan lelah. Apakah dengan mengurangi jadwal kegiatan sehari-hari atau dengan mengambil waktu sejenak untuk beristirahat atau cara yang lain.

Daerah tersembunyi antara orang tua dengan anak dapat diminimalkan dengan cara berdiskusi dengan pihak ketiga. Misalnya orang tua dengan anak tidak menyadari mengapa selama ini, masing-masing pihak berlomba membangun "benteng" menutup diri. Apakah karena orang tua belum tepat dalam memulai tema pembicaraan? Atau Apakah anak tidak menyukai gaya bertanya orang tua yang seolah mengintimidasi? Atau alasan lainnya?

Pihak ketiga ini adalah anggota keluarga yang cukup mengenal karakteristik orang tua dengan anak, profesional seperti konselor atau psikolog atau guru, orang yang dapat dipercaya atau orang tua yang berpengalaman dalam berkeluarga, guru spiritual kita. Orang tua dan anak dapat belajar untuk mulai memperluas daerah terbuka dengan mengangkat tema dialog sehari-hari. Seperti makanan yang disukai dan tidak, minuman yang disukai dan tidak, suasana liburan yang disukai dan tidak, serta tema pembicaraan yang sederhana lainnya. Pada akhirnya, menciptakan komunikasi terbuka antara anak dengan orang tua adalah keputusan yang sifatnya sangat pribadi dari kedua belah pihak. (*)



Referensi:
Supratiknya, A. (1995). Tinjauan psikologis komunikasi antar pribadi. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Foto Ilustrasi:  Fotosearch



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//




 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
KETAKUTAN ADALAH DASAR AGAMA? 17 Aug 2019 14:18 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia