KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKetua MPR RI Bamsoet Prediksi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Mei-2021, 10:01 WIB


 
  KabarIndonesia - Jakarta, Mengutip surel editor KOMPAS.com, bahwa untuk tahun ini larangan mudik seperti membentur tembok.

"Mungkin karena kejenuhan yang menumpuk. Mungkun karena peasaan lebih aman lantaran vaksin dan klaim kemampuan pemerintah mengendalikan", sebut Wisnu Nugroho.

Persoalan
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
CARA MENINGKATKAN KHARISMA ! 12 Mei 2021 10:22 WIB


 
 
PENDIDIKAN

Hitam Putih Pendidikan Indonesia
Oleh : Syarief Kate | 30-Nov-2013, 14:38:16 WIB

KabarIndonesia - Pendidikan merupakan hal yang sangat diperhatikan sehingga kerap kali diperbincangkan oleh berbagai kalangan, mulai dari praktisi, akademisi sampai politisi yang tidak ketinggalan berkomentar. Permasalahan kompleks pada pendidikan ini sering kali termuat dalam jurnal, diskusi, workshop dan seminar yang di gelar di berbagai tempat. Namun, esensinya belum mampu memberi solusi yang tepat untuk mencari jalan pintas untuk perbaikan sistem pendidikan. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang sangat urgen bagi kehidupan manusia, terutama di Indonesia. 

Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh tingkat pendidikan (baca : pengetahuan) bagi seluruh elemen terkait. Berbagai masalah pendidikan pun sering muncul baik di negara maju mau pun di negara berkembang tak terkecuali di Indonesia. Jika mencoba flashback di era 90-an dimana pada saat itu warga Malaysia banyak yang belajar ke Indonesia. Dan Malaysia pun banyak mengontrak guru-guru dari Indonesia.

Seiring dengan berjalannya waktu, peta kemajuan pendidikan berubah. Indonesia tidak lagi dipandang sebagai Negara yang patut disegani di dunia, khususnya di Asia Tenggara. Berbagai polemik pun sering munculan di kedua belah pihak. Kadangkala cemohan dan penghianaan yang mendominasi hubungan bilateral. Selain itu, system birokrasi yang ambradul menyebabkan kemajuan pendidikan di Indonesia terhambat bahkan semakin terpuruk. Indonesia pun berada pada urutan paling terendah dalam system pendidikannya, kalah telat dari Vietnam yang notabene negara kecil.   

Salah satu penghambat kemajuan pendidikan di negara kita adalah tidak adanya suatu system pendidikan yang pasti. Setiap periode pemerintahan memunculkan system baru sehingga para praktisi pendidikan pun bingung untuk memberikan solusi terbaik akibat birokrasi yang berbelit-belit dan berubah-ubah. Kalau dulu kita kenal istilah CBSA (cara belajar siswa aktif). Lalu kemudian muncul lagi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Selang beberapa tahun diganti lagi menjadi KTSP dan sekarang kurikulum 2013. Perubahan seperti ini membingungkan para pendidik dan anak didik itu sendiri.  Olehnya itu diperluakn suatu sistem yang sangat handal untuk membangkitan pendidikan di Indonesia. Banyak hal yang menjadi kendala dalam memajukan pendidikan di negara kita. 
Keanekaragam etnis dan budaya serta ketidakmerataan pembangunan dalam segala bidang terutama dalam bidang pendidikan itu sendiri menjadi momok kemunduran pendidikan di negara ini. Dari Sabang sampai Marauke kalau kita telusuri masih banyak sekolah yang belum layak untuk ditempati belajar apalagi berbicara fasilitas pendukung yang masih minim. Sering kita dengar dan saksikan di berbagai media baik cetak maupun elektronik memberitakan hal tersebut.Lalu apa langkah kongkret yang diambil pemerintah?

Kita patut bersyukur karena pemerintah mengucurkan dana khusus untuk mengatasi ketidakmerataan yakni dana bos. Namun lagi-lagi program ini berjalan secara blak-blakan karena fakta di lapangan membuktikan banyak terjadi penyelewengan dana oleh oknum-oknum yang tidak bertanggun jawab alias korupsi merajelela. Pengucuran dana tanpa perhitungan menyebabkan masalah baru dalam dunia pendidikan.

Peluncuran subsidi pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu dan berprestasi dengan maksud untuk memajukan pendidikan hanya dongeng belaka. Masih banyak Perguruan Tinggi (PT) memanipulasi data Mahasiswa untuk mendapatkan subsidi tersebut secara tidak wajar. Realitas di lapangan membuktikan banyak sekali orang-orang mampu menikmati dana tersebut yang notabene bukan hak mereka.

Melihat fakta-fakta tersebut diatas, miris memang dikarenakan kondisi pendidikan yang amburadul membuat dampak yang sangat besar. Diantaranya kolusi, kolusi dan nopetisme masih merajalela, kehancuran moral yang tidak bisa dibendung lagi dan masih banyak fenomena lainnya. Namun kita tidak boleh berkecil hati untuk terus maju mengarungi kehidupan bernegara. Goresan prestasi anak muda Indonesia diberbagai ajang internasional terutama Olimpiade Sains masih memunculkan secuil harapan untuk menuju Indonesia yang lebih maju dan berperadaban. 
Olehnya itu, pemerintah harus membuat suatu system pendidikan yang berkualitas dengan merangkul semua elemen yang bergerak di dunia pendidikan. Program yang sudah dikucurkan supaya diawasi secara maksimal dan menindas secara tegas pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.  Pemerataan pembangunan dan fasilitas atau sarana pendidikan mesti harus diwujudkan dan tidak boleh ditunda-tunda demi kemajuan pendidikan di bumi pertiwi. Tidak ada kata terlambat untuk maju. (*)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
 

 

 
 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia