KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
HukumRUU Omnibus Law Inskonstitusional Buruh Minta Stop Pembahasan Sidang Paripurna DPR RI oleh :
05-Okt-2020, 04:26 WIB


 
 
KabarIndonesia - Berbagai serikat pekerja yang merupakan afiliasi global unions federations menyatakan kekecewaannya terhadap hasil pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja tingkat pertama pada Sabtu malam (3/10). Mayoritas fraksi di DPR RI dan pemerintah sepakat untuk melanjutkan pembahasan ke tingkat
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Ironis, Anak Bangsa Putus Sekolah

 
PENDIDIKAN

Ironis, Anak Bangsa Putus Sekolah
Oleh : Joni Martin | 15-Des-2010, 09:49:28 WIB

KabarIndonesia - Program wajib belajar merupakan suatu program pemerintah guna mengatasi kesulitan para anak bangsa di negeri tercinta ini untuk sekolah. Program ini didukung dengan dana BOS(Bantuan Operasional Sekolah) bagi siswa dan sekolah untuk menunjang kegiatan operasional belajar mengajar.

Akan tetapi ironis, pada saat pemerintah gencar-gencarnya melancarkan program-program pendidikan, ternyata masih banyak anak-anak bangsa yang putus sekolah lantaran kurangnya biaya pendidikan, padahal pemerintah telah menetapkan tidak ada lagi biaya di Sekolah. Seperti yang terjadi di salah satu kabupaten di Provinsi Jambi,  angka putus sekolah disalah satu Unit Pelayanan Pendidikan Kecamatan(UPPK) mencapai angka tertinggi di antara UPPK lain di kabupaten tersebut dan lebih ironis lagi UPPK bersangkutan berada di ibukota kabupaten yang hanya dengan jarak tempuh berkisar 5-15 menit dan 30 menit dari pusat Provinsi.

Dari hasil pantauan, sekolah yang memiliki angka putus sekolah tertinggi adalah salah satu desa di wilayah UPPK yang berada di seberang sungai, dengan alat trasportasi hanya menggunakan "Kapal Pompong". Untuk menuju desa ini membutuhkan waktu berkisar 10-15 menit. Alangkah teririsnya hati saya ketika mendengar alasan para siswa yang tidak melanjutkan terkendala jarak yang jauh dan biaya kurang.

Saya coba bertanya juga kepada orang tua siswa yang notabenenya mencari nafkah buat sang anak dan keluarganya, ternyata sang orang tua rata-rata berpendapatan tidak tetap(serabutan) dan sebagian lagi bertani. Yang menurut saya pendapatan ini cukup memadai untuk mereka membiayai sekolah anak. Apa yang terjadi?? Ada satu cerita menarik dari para warga di desa. Mereka menginginkan ada satu sekolah lanjutan didesa sebagai sarana belajar dan menghemat biaya. Dimana dahulu pernah ada pihak dari pemerintah dan Diknas pusat yang datang meninjau lokasi desa, dan memberikan harapan kepada warga bahwa di desa mereka akan segera didirikan SMP satu atap, mendengar hal tersebut para warga menjadi bersemangat dan bergotong-royong membeli sebidang tanah yang direncanakan nantinya sebagai tempat dibangunnya sekolah dimaksud, namun apa yang terjadi?? Kembali mereka dikecewakan dengan tidak ada realisasi terhadap harapan itu. Dan sampai saat tulisan ini dibuat pembangunan tidak juga terealisasi "Tak ada guna protes, hanya buang waktu saja" itu pendapat salah seorang warga.

Bagi orang tua dan siswa yang terlanjur percaya pada saat kelulusan anaknya dari bangku Sekolah Dasar tidak mencari solusi dan alternatif ketika tempat melanjutkan itu tidak jadi dibangun dan alhasil anak-anak mereka terpaksa menganggur, padahal dari info yang saya dapatkan 75% anak yang tidak melanjutkan adalah anak-anak yang peringkatnya juara kelas. Tapi apa daya.... Hal diatas seharusnya menjadi masukan bagi pemerintah ketika memberikan harapan kepada warga, yang imbasnya adalah para anak bangsa yang seharusnya nanti bisa menggantikan mereka memimpin negeri tercinta.

Sekarang ketika pemerintah mencoba masuk ke desa tersebut para warga tidak lagi percaya.



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//   

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembalioleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
10-Jun-2020, 09:39 WIB


 
  Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembali Obyek wisata rohani Salib Kasih di pegunungan Siatas Barita, Tapanuli Utara dibuka kembali sejak Jumat (5/6), setelah dua bulan lebih ditutup akibat wabah Covid-19. Lokasi wisata ini salah satu destinasi unggulan yang dibangun bupati Lundu Panjaitan tahun 1993. Puluhan ribu
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
MENJAGA INTEGRITAS INTELEKTUAL. 19 Okt 2020 01:59 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia