|
|
|
| |
KabarIndonesia - Peristiwa kekerasan terhadap jemaah Ahmadiyah di seluruh Indonesia terus berlangsung dan terulang kembali. Terakhir, kekerasan menimpa jemaat Ahmadi di Manislor, Kuningan, Jawa Barat. Sikap keras para penolak Ahmadiyah diwarnai dengan tindak kekerasan fisik yang cenderung melanggar hukum, hak selengkapnya....
|
|
|

PENDIDIKAN
Konflik Internal Yayasan Merugikan Siswa SMA Ta'miriyah Surabaya
Oleh : R. Pudyanto | 05-Jan-2010, 02:44:36 WIB
|
KabarIndonesia - Konflik internal Yayasan Ta'Mirul Masjid Kemayoran Surabaya, pengelola SMA Ta'Miriyah, yang tak kunjung terselesaikan, bahkan semakin memanas, membuat para siswa kelas 1,2,3 kembali melakukan demo.
Demo kali ini berlangsung mulai pukul 7 pagi tadi (Senin, 4 januari 2010) hingga siang pukul 11. Praktis tidak ada kegiatan belajar mengajar sama sekali untuk hari ini. Siswa berdemo di gedung DPRD 1 Jawa Timur membawa poster dan spanduk yang bertuliskan meminta tolong kepada DPRD 1 dan kepolisian agar membantu cepat terselesaikannya konflik internal ini. Agar bisa melanjutkan kembali kegiatan belajar mengajar dengan tenang dalam rangka menghadapi UNAS dan ujian kenaikan kelas.
Dewi, salah seorang siswa kelas 1 menyatakan, mereka takut karena akhir-akhir ini ada beberapa orang (yang dianggap preman) yang berjaga-jaga di sekolah mereka selain satpam. Dan kakak kelas mereka, kelas 3, takut kalau ijazah mereka dianggap tidak sah apabila ditandatangani oleh Kepala Sekolah yang baru, Djinan, yang diangkat oleh Yayasan Baru Ta'mirul Masjid Kemayoran menggantikan Munif (kepala sekolah lama).
Menanggapi perselisihan internal yayasan tersebut, Diknas Surabaya menuntut kedua belah pihak yang bersengketa agar dapat menyelesaikan kasusnya sebelum UNAS. Agar tidak terjadi kerugian di pihak siswa dan orang tua. Sahudi, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya mengatakan, "Kita menjamin bahwa ijazah SMA Ta'miriyah adalah sah, siapa pun kepala sekolah yang menandatanganinya."
Tampak sekali bahwa demo yang dilakukan para siswa kelas 1 sampai 3 ini untuk mendukung Munif Musharif, Kepala Sekolah SMA Ta'miriyah lama yang dipecat oleh pihak yayasan baru tanpa alasan yang jelas. Setelah dihalau dari Gedung DPRD 1 Jawa Timur oleh pihak kepolisian, pengunjuk rasa melanjutkan sebentar demo di depan gedung sekolah. Hal ini cukup membuat jalan Kemayoran-Indrapura macet karena pengguna jalan ingin melihat apa yang terjadi.
Aparat kepolisian segara menertibkan siswa agar masuk ke halaman sekolah. Awalnya mereka membangkang, tetapi salah satu perwira pengendali di lapangan berteriak dengan tegas, "Masuk segera atau kami paksa dorong kalian masuk sekolah!"
Mendengar itu, siswa pun ciut nyalinya, dan secara perlahan berbaris masuk ke halaman. Di dalam halaman sekolah, demo masih berlanjut dengan teriakan-teriakan tuntuan mereka. (*)
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com//
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Hari kelima (31/8) pasca pengungsian akibat adanya letusan Gunung Sinabung, keadaan 1.500 pengungsi di pos penampungan Jambur Taras, Berastagi mulai terganggu masalah kesehatannya. Tim medis yang bertugas mengatakan bahwa penyakit ISPA dan diare mulai menyerang para pengungsi. (*)selengkapnya.... |
|
|
|
|
|