KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
HukumRUU Omnibus Law Inskonstitusional Buruh Minta Stop Pembahasan Sidang Paripurna DPR RI oleh : ">
05-Okt-2020, 04:26 WIB


 
 
KabarIndonesia - Berbagai serikat pekerja yang merupakan afiliasi global unions federations menyatakan kekecewaannya terhadap hasil pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja tingkat pertama pada Sabtu malam (3/10). Mayoritas fraksi di DPR RI dan pemerintah sepakat untuk melanjutkan pembahasan ke tingkat
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PENDIDIKAN

MENDIKBUD NADIEM A MAKARIM: Hanya 6 Persen Peserta Didik di Zona Hijau Yang Boleh Tatap Muka
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 17-Jun-2020, 06:57:27 WIB

KabarIndonesia - "Dalam situasi covid ini yang terpenting adalah kesehatan dan keselamatan murid-murid kita, guru-guru dan keluarganya, dan prinsip dasar itulah yang kita gunakan, maka dalam paparan ini akan terlihat bahwa relaksasi dalam pembukaan sekolah ini kita gunakan yang paling konservatif" ujar Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengawali zoom perscon di Jakarta (15/6).

Sebelumnya, Sesjen Kemendikbud telah memberikan keterangan pers virtual, pengumuman panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran dan tahun akademik baru di masa pandemik covid-19. Melalui pengumuman ini,
Kemendikbud secara resmi telah mengeluarkan jadwal tahun ajaran baru sekolah yang bakal dimulai pada Juli 2020 mendatang. Jadwal penbelajaran pun dibagi dalam 3 tahapan, untuk setiap tingkatan.

Meski jadwal resmi masuk sekolah dari Kemendikbud telah diumumkan, kegiatan tatap muka hanya boleh dilakukan di wilayah yang berstatus zona hijau dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus Corona atau covid-19 yang diatur secara ketat.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim, saat ini ada 6 persen populasi peserta didik di Indonesia yang berada di zona hijau. Sedangkan sisanya, yakni 94 persen berada di zona merah hingga kuning.

"Kita telah mengambil keputusan untuk daerah kuning, oranye, dan merah dilarang melakukan pembelajaran tatap muka," ujarnya dikutip dari channel YouTube Kemendikbud RI.

Nadiem mengatakan, pihaknya tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan murid, guru dan berserta keluarga. "Pembukaan sekolah ini dilakukan dengan cara paling konservatif yang bisa kita lakukan. Artinya ini merupakan cara terpelan untuk membuka sekolah, sehingga kemanan bisa diprioritaskan," imbuhnya.

Ia mengakui dengan diterapkannya pembelajaran di rumah ada sejumlah hal yang dikorbankan, termasuk kualitas pembelajaran itu sendiri. Ia juga menjelaskan bagaimana proses pengambilan keputusan dimulainya pembelajaran tatap muka di daerah.

Nadiem kemudian menjelaskan sejumlah kriteria yang memperbolehkan sekolah yang berada di zona hijau untuk kembali membuka pembelajaran tatap muka.

Sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi, berikut rinciannya:
1. Kota atau kabupaten berada di zona hijau
2. Pemerintah daerah wajib memberikan izin.
3. Satuan pendidikan atau sekolah wajib memenuhi semua daftar periksa dan telah siap untuk melakukan pembelajaran tatap muka.
4. Orangtua atau wali dari peserta didik setuju dengan pembelajaran tatap muka.

Nadiem menegaskan, keempat syarat tersebut wajib untuk dipenuhi sebelum sekolah kembali melakukan pembelajaran tatap muka.
"Tetapi sekolah tidak bisa memaksa murid yang orangtuanya tidak memperkenankan karena masih belum cukup merasa aman ke sekolah. Murid ini diperbolehkan belajar dari rumah. Kita punya banyak sekali level persetujuan untuk anak bisa masuk sekolah," tuturnya.

Tidak hanya sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi, dibukanya kembali sekolah di zona hijau juga dilakukan secara bertahap.
1. Bulan I/Tahapan I yang diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka mulai tingkat SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, Mts, dan Paket B
2. Bulan III/ Tahapan II yang diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka mulai tingkat SD, MI, Paket A dan SLB.
1. Bulan V/Tahapan III yang diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka mulai tingkat PAUD formal (TK, RA, TKLB) dan non formal.

Di tahapan ini Nadiem memberikan catatan jika di zona hijau tersebut terjadi peningkatan risiko penyebaran covid-19, maka sekolah itu wajib ditutup kembali.

Adapun jadwal resmi masuk Sekolah yang ditetapkan Kemendikbud berdasarkan jenjangnya (dua jadwal untuk sekolah yang berbeda) yakni,
Pertama jadwal pada masa transisi (dua bulan pertama) dan kedua masa kebiasaan baru:
Jadwal pada masa transisi, berlaku untuk SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs: paling cepat Juli 2020; SD, MI, dan SLB: paling cepat September 2020 dan
PAUD: paling cepat November 2020.

Jadwal pada masa kebiasaan baru (new normal): SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs: paling cepat September 2020; SD, MI, dan SLB: paling cepat November 2020, dan PAUD: paling cepat Januari 2021.

Sementara itu Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan sudah ada 92 kabupaten/kota yang berada di zona hijau.

"Kita lihat warna hijau. Sekarang ini ada 92 kabupaten/kota, tetapi data ini adalah data pada tanggal 7 Juni yang lalu. Nah, kami akan segera menghubungkan setelah data-data lebih lengkap lagi dan bisa saja jumlah yang 92 ini akan berkurang jadi lebih kecil lagi,” kata Doni dalam konferensi persnya yang disiarkan di YouTube Kemendikbud RI, Senin 15 Juni 2020 lalu.

Doni mengungkapkan, 92 daerah tersebut merupakan data per 7 Juni 2020. Zona hijau tersebut tersebar di beberapa provinsi, seperti Aceh, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Senada dengan penjelasan Doni Monardo, Mendikbud Nadiem Makarim menegaskan kembali, bahwa peserta didik yang berada di zona kuning, oranye dan merah tetap melakukan pembelajaran dari rumah. Dia mengatakan ada 94 persen peserta didik yang berada di zona kuning, oranye dan merah. Sedangkan sisanya 6 persen peserta didik yang berada di zona hijau diperkenankan untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

“94 persen dari peserta didik kita tidak diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka jadi masih belajar dari rumah. Yang 6 persen yang di zona hijau itulah yang kami memperbolehkan pemerintah daerah untuk melakukan pembelajaran tatap muka tetapi dengan protokol yang sangat ketat,” kata Nadiem dalam telekonferensinya, Senin 15 Juni 2020.

“Jadi saya ulangi lagi bahwa untuk saat ini karena hanya 6 persen dari populasi peserta didik kita yang di zona hijau merekalah yang kita berikan persilakan untuk pemerintah daerah mengambil keputusan melakukan sekolah dengan tatap muka, sisanya 94 persen tidak diperkenankan, dilarang, karena mereka masih ada risiko penyebaran COVID,” tutup Mendikbud.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Papua Nyatakan Dukungan Agar Otsus Jilid II Dilanjutkan pada Peringatan Hari Pahlawan Menyadari bahwa sejarah perjuangan pahlawan nasional Republik Indonesia khususnya yang tercermin pada peristiwa 10 November 2020 patut dikenang dan diteladani sebagai upaya generasi muda Indonesia dalam menghormati para pejuang yang telah merebut bangsa ini dari zaman penjajah hingga nyawa mereka
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
MENJAGA INTEGRITAS INTELEKTUAL. 19 Okt 2020 01:59 WIB

 

 

 

 
Kenaikan Cukai Rokok Ditunda 04 Nov 2020 00:50 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia