KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiProgram-Program PMOH untuk Top Reporter HOKI, Pegawai Negeri, dan Swasta oleh : Redaksi-kabarindonesia
11-Feb-2018, 16:42 WIB


 
 
KabarIndonesia - Ikuti Program Istimewa bagi yang pernah menjadi Top Reporter HOKI kapan pun Anda terpilih dan berhasrat memperdalam ilmu menulis dan tertarik mengikuti Pelatihan Menulis Online HOKI (PMOH).

Program Instansi pun diberikan kepada Instansi Pemerintah atau Swasta yang
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Keindahan Khatulistiwa 12 Feb 2018 16:21 WIB

Merakyatlah 12 Feb 2018 16:21 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Hapus Tatto Gratis 27 Jan 2018 12:27 WIB

 

Masa Kampanye, Pendidikan Gratis, Betulkah?

 
PENDIDIKAN

Masa Kampanye, Pendidikan Gratis, Betulkah?
Oleh : Oktovianus Pogau | 23-Des-2008, 08:06:32 WIB

KabarIndonesia - Masa kampanye atau yang biasa lebih tren dengan sebutan masa “hambur madu” telah diberlangsungkan kurang lebih seminggu lamanya. Dalam masa-masa ini, semua kandidat, baik yang diusung dari Partai Politik maupun Independen dengan segala kemampuannya berlomba-lomba untuk membujuk, meyakinkan, bahkan sampai pada memaksa warga masyarakat Kabupaten Nabire untuk memilih serta menyoblos mereka pada hari H nanti. Kampanye dengan berbagai janji-janji yang sangat meyakinkan masyarakat Nabire adalah sebuh kebiasaan yang dilalui terus-menerus oleh kandidat Bupati Nabire. Bahasa-bahasa politik seperti itu tentunya akan menjadi sebuah beban atau kuk yang harus dipertanggung-jawabkan kepada Tuhan sebagai Sang Pencipta manusia dan manusia sebagai pelaku janji-janji itu. tentunya para kandidat yang sering dan sering menebar janji Titu harus memahami hal itu dengan baik, karena kalau tidak, sama saja telah mengutuk dirinya sendiri dengan ucapan.

Beberapa sektor kehidupan yang sangat strategis, seperti pendidikan, kesehatan, perekonomiaan, bahkan sampai beberapa sektor lainnya yang kalau di logika sangat mustahil untuk didongkrak keberadaan dan posisinya, yang mengherankan masih ada saja kandidat yang berani korek tentang hal ini, seakan-akan dirinya sebagai super power dari hal ini. Sebenaranya bisa didongkrak keberadaannya, tetapi yang membisingkan telinga kita ketika ada yang bilang kata “GRATIS”.

Dalam hal ini, terlebih khusus saya akan bicara dulu tentang sektor pendidikan yang selalu jadi kambing hitam untuk dikampanyekan oleh para kandidat. Karena saya sendiri berada dalam penikmat pendididikan, dan beberapa guru-guru saya menangis dan menangis adalah mereka yang berdiri sebagai penyokong pendidikan di negeri ini.

Sektor pendidikan, sebuah jalur alternatif  yang paling ramai dibicarakan oleh seluruh kandidat Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Nabire. Yang sangat-sangat memalukan, beberapa kandidat dengan sangat berani mengatakan bahwa ketika dirinya terpilih nanti, pendidikan akan digratiskan untuk semua tingkatan, dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Hal ini terbukti dengan pemasangan beberapa pamphlet, spanduk, bahkan sampai pada baliho di setiap wilayah Kabupaten Nabire.  Selain itu, omongan khayalan tentang gratisnya pendidikan di Kabupaten Nabire ini lebih terbukti dengan teriakan lantang beberapa kandidat Bupati dan Wakil Bupati Nabire selama masa kampanye beberapa hari belakangan, baik kampanye yang mereka lakukan dalam kota Nabire maupun di luar kota Nabire. Saya sebagai seorang pelajar yang sedikit paham tentang mekanisme dana pendidikan di Papua, tersipu malu dan tertawa terbahak-bahak ketika mendengar adanya kandidat yang mengaku dirinya akan memberikan pendidikan yang gratis buat lima tahun, apalagi suara ini dikeluarkan dengan sangat lantang, sehingga Tuhan sebagai pencipat manusia-pun mendengar teriakan gombal itu.

Mencerna janji ini, seperti saya menelan api. Dimana suatu hal bodoh yang sangat mustahil dilakukan, kok bisa-bisanya dikeluarkan oleh kandidat yang menyatakan pengabdian dirinya untuk membangun kota Nabire dari berbagai ketertinggalan, bukankah ini juga sebuah bagian dari ketidaksiapannya dalam membangun Nabire. Karena berbicara banyak tentang pendidikan, tidak cukup sampai di situ saja. Jujur, dari hati yang paling dalam, saya mau mengatakan  bahwa saya hanya bias tertawa ketika ada yang bilang kalau pendidikan akan digratiskan. Tidak usah bicara jauh dan panjang lebar tentang pendidkan gratis di Kabupaten Nabire bak seorang pakar pendidikan, tetapi yang harus kita gumuli bersama adalah bisa atau tidak memberi kesejahteraan buat guru-guru atau pahlawan tanda jasa yang telah membentuk, mendidik, dan memolesi kita dengan ilmunya. Memikirkan hal kecil, yaitu kesejahteraan guru saja bagi saya sebuah hal yang sedikit mustahil untuk para kandidat dicapai, apalagi sampai tebar janji dengan mengatasanamakan pendidikan gratis.

Berbicara tentang kesejahteraan guru lebih ada nilai plus-nya daripada berbicara pendidikan gratis yang kadang kala buntu untuk dipikirkan. Seperti sebuah lelucon dan legenda, ketika ada kandidat Bupati dan Wakil Bupati yang bilang kalau pendidikan akan digratiskan.

Dengan tulisan ini, secara pribadi saya ingin membeberkan usulan buat para kandidat yang dengan lantang menyuarakan pendidikan gratis, alangkah baiknya memikirkan yang lebih utama dulu, dalam hal ini memikirkan mereka (red, guru) sebagai dasar pembangunan daerah ini. Setelah guru-guru yang saya sangat hormati, sejahtera, aman, tentram dan nyaman, baru kita sama-sama boleh pikir banyak tentang pendidikan gratis.  Toh, kalau sampai pendidikan gratis-pun tetapi kesejahteraan guru-guru tidak diperhatikan, jangan pernah mimpi pendidikan di Nabire akan pernah maju.

Pendidikan tetap berjalan dengan gratis, malahan akan menciptakan generasi kacang-kacangan yang menertawakan sistem yang pemerintah daerah buat. Dalam hal ini, saya hanya beri masukan, boleh bersuara banyak atas nama pendidikan, tetapi jangan bersuara banyak atas nama pendidikan dengan iming-iming yang di luar batas kemampuan kita, siapa pun memandang kita dengan segera akan menertawakan kita. Jangan menjebak diri sendiri dengan janji yang tidak masuk akal dan mustahil. Tidak usah pikir jauh, alokasi dana pendidikan yang dikatakan oleh pemerintah pusat dalam ABPN negara sebesar 20 persen toh tidak pernah terealisasi secara mulus, tidak sampai 10 persen yang direalisasikan.  Kita logika saja, di pusat sudah masalah, bagaimana dengan daerah? Jangan pernah bermimpi besar, khususnya menyangkut pekerjaan besar yang susah untuk ditemukan titik temunya.

Jadi, dalam hal ini saya ingin memberitahukan, atas nama pendidik, pembidik, pelajar dan mahasiswa yang ada di Kabupaten Nabire. Jangan sekali-kali berkampanye atas nama pendidikan dengan kata gratis. Karena sampai saat ini, dimana-pun terlebih khusus di Indonesia pendidikan selalu dan selalu diperkosa oleh para kandidat untuk memuluskan langkahnya menjadi penguasa. Yang sekarang harus di pikirkankan adalah, bagaimana supaya beberapa anak Papua yang putus sekolah karena tidak ada biaya pendidikan bisa sekolah lagi, bukan hambur janji sana-sini dengan berkedok pendidikan gratis. Sangat setuju, apabila ada yang hambur madu dengan menyatakan bahwa  pendidikan murah. Sangat bisa masuk di akal, apabila ada yang berbicara demikian. Pendidikan yang murah telah menjadi tradisi juga di beberapa daerah, dalam hal ini saya hanya ingin menggaris-bawahi, agar pendidikan tidak dijadikan sebagai sarana untuk memangku jabatan. Selain itu, berdemokrasi yang positif adalah menghargai apa yang diucapkan, disampaikan dan diputuskan.

Ini sebuah goresan tentang pendidikan, nantikan tulisan berikut dengan goresan tentang kesehatan!




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEKoleh : Rohmah Sugiarti
12-Feb-2018, 22:21 WIB


 
  Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEK Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Konsisten Pegang Teguh Netralitas 15 Feb 2018 23:19 WIB


 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Nasehat Mengelola Amarah 04 Feb 2018 11:15 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia