KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKota Pintar akan Ciptakan Peluang Besar, Bagaimana dengan Indonesia? oleh : Rohmah Sugiarti
20-Mei-2017, 05:04 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sejumlah negara di dunia, menerapkan kemajuan teknologi informasi pada proses adaptasi untuk melahirkan model pendekatan pembangunan yang relatif baru yang disebut Kota Pintar (Smart City).

Kota Pintar didesain mampu meningkatkan produktivitas manusia yang tinggal di dalamnya,
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Nantikanlah Kedatanganku 25 Apr 2017 23:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PENDIDIKAN

Menghadapi Keterlambatan Bicara Anak
Oleh : Intan Irawati | 23-Des-2008, 23:45:20 WIB

KabarIndonesia - Bicara adalah tahap perkembangan yang telah dimulai sejak bayi. Tahap bicara harus diperhatikan sedini mungkin, karena ternyata dapat dijadikan parameter ada atau tidaknya gangguan perkembangan pada anak. Hal ini tentu saja tanpa mengabaikan tahap-tahap perkembangan lain. Kemampuan bicara berperan penting dalam menentukan optimal tidaknya perkembangan anak kemampuan berbahasa merupakan kemampuan yang bersifat bawaan, yakni dengan sendirinya anak akan mengerti akan bahasa selama organ-organ fungsi bicaranya berkembang baik. Namun, tidak dapat diabaikan juga adalah faktor lingkungan dan pengalaman. Jika anak tidak diberi rangsangan secara verbal, anak tidak akan bisa belajar bahasa. Jadi, yang terpenting adalah rangsangan yang anda berikan dan hasratnya berbicara. 

     Sebenarnya, berbicara atau berkomunikasi sudah dimulai sejak masa bayi. Normalnya, bayi akan menangis dan bergerak. Biasanya anda pun akan belajar bereaksi terhadap tangisan dan gerakannya, sehingga terjadilah interaksi. Dengan mengerti tahap bicara anak, diharapkan gangguan bicara dapat segera ditemukan. Tahap bahasa reseptif (masa praverbal) adalah bagaimana anda memahami perkataan balita. Tahap bahasa visual atau bahasa tubuh adalah bagaimana anda mengerti bahasa si kecil melalui sikap tubuh atau ekspresi mukanya. Bahasa visual dan bahasa reseptif merupakan salah satu tahap bicara yang dapat dipakai untuk mendeteksi, apakah si anak terlambat bicara atau tidak, sebelum bahasa ekspresifnya timbul. Bahasa ekspresif adalah kemampuan anak untuk mengeluarkan kata-kata.

         Jangan panik dulu, bila anak anda tak kunjung bicara. Anda harus ingat bahwa perkembangan setiap anak itu berbeda. Bila anak lain seusia anak anda telah bicara maka perhatikanlah perkembangan lainnya pada anak anda, seperti motorik kasar-halus dan sosialisasi/interaksi. Untuk kasus terlambat bicara perlu hati-hati untuk menganalisanya.

         Anda baru boleh waspada, bila pada usia 6 bulan bayi tidak melirik atau menoleh pada sumber suara yang datang. Pada usia 10 bulan, bayi tidak merespons bila dipanggil namanya. Pada usia 15 bulan, anak tidak merespons atau tidak memahami kata ”tidak atau ”jangan”. Pada usia 21 bulan tidak merespons perintah ”duduk”, ”kesini” atau ”berdiri”. Pada usia 24 bulan, anak tidak dapat menunjuk dan menyebutkan bagian tubuh seperti mulut, hidung atau mata.

         Hal yang perlu anda perhatikan ada tidak riwayat terlambat bicara di keluarga. Jika memang tidak ada coba perhatikan dulu kesehatan fisik anak, apakah dia sehat atau sering sakit-sakitan. Selain itu bagaimana perilaku anak, apakah dia punya perhatian terhadap sekelilingnya atau hanya sibuk dengan diri sendiri dan apakah dia ada alergi terhadap sesuatu (makanan, udara dll) atau tidak. Ini perlu sekali supaya kita tidak salah menangani masalah keterlambatan bicara ini dikemudian hari. Kalau perlu jangan ragu deh pergi ke psikolog untuk berdiskusi dan observasi, jangan sampai si anak diberi label yang salah.

          Pada prinsipnya, semakin dini keterlambatan bicara anak ditangani, semakin besar kemungkinan membaiknya. Ini tergantung pada kelainan apa yang jadi dasar gangguan perkembangan anak.

Faktor penyebab, diantaranya :
1. Faktor genetik atau keturunan
2. Anak-anak yang diasuh oleh orang tua/pengasuh yang pendiam. 3. Anak-anak yang dimanja sehingga tanpa bicara pun, misal hanya menunjuk-nunjuk, sudah mendapatkan apa yang diinginkan.
4. Otot bicara kurang terlatih karena seperti diketahui organ untuk bicara dan organ untuk makan adalah sama.
5. Adanya gangguan perkembangan seperti autisme, mental retardation, dan sebagainya.
6. Adanya keterbatasan fisik, seperti pendengaran terganggu, bibir sumbing, dan sebagainya.
7. Setelah diketahui faktor penyebab maka dapat diupayakan penanganannya baik yang bisa dilakukan oleh orang tua, tapi ada juga yang harus melibatkan ahli.
 
Keterlambatan yang bisa diatasi sendiri :
1. Menyebut nama-nama anggota tubuh. Misal, “Ini tangan mama, ini tangan adek”.
2. Ketika anak bicara tidak jelas tapi kita mengerti maksudnya, maka perbaiki kata-katanya lalu minta dia untuk mengulangnya secara jelas. Misal, Ketika si kecil meminta susu tapi n hanya menunjuk-nunjuk, maka orang tua bisa mengatakan, “Adek mau susu ya, ayo bilanng dulu”.
3. Mengucapkan nama benda yang digunakan sehari-hari dengan cara terus mengulang-ulang dan memintanya mengikuti.
4. Sering-sering lah ajak anak bicara terutama dalam suasana yang menyenangkan. Sesekali keraskan suara atau pertegas intonasi bila anak terlihat tak mengerti.
5. Jika ada konsonan yang masih sulit diucapkan di usia 12-18 bulan, beri kesempatan untuk terus mengulanginya.

Keterlambatan yang harus melibatkan ahli :
1. Sampai usia 12 bulan sama sekali belum bisa babbling (misal ; baba, mama; dada).
2. Sampai usia 18 bulan belum ada kata pertama yang cukup jelas.
3. Terlihat kesulitan mengucapkan beberapa konsonan.
4. Sepertinya tidak memahami kata-kata yang kita ucapkan.
5. Terlihat berusaha sangat keras untuk mengatakan sesuatu, misal sambil ngeces atau raut muka berubah. 

Selain itu orang tua juga bisa melakukan terapi yang menyenangkan buat anak yang kesulitan bicara, berikut caranya :
1. Meniup balon sampai besar atau membuat gelembung balon dari air sabun.
2. Menip gumpalan tisu dari ujung mejasatu ke ujung meja lainnya. 3. Meniup lilin.
4. Main seruling / terompet.
5. Minum dengan sedotan kecil atau sedotan yang berkelok-kelok.
6. Berteriak dengan mulut terbuka lebar mengucapkan , “a e i o u”.

Wallohu a’lam bishshowab.
Rujukan :
Irwan, http://dokteranakku.com/?p=70
http://www.jambi-independent.co.id/home/modules.php?name=News&file=article&sid=4336
http://www.infobunda.com/pages/articles/artikelshow.php?id=20
http://www.kinbaby.com/perkembangan-dan-pendidikan/bayi-terlambat-berbicara.html



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com



 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Gubernur Babel Yakin Ada Pemenang SIA dari Babeloleh : Rohmah Sugiarti
17-Mei-2017, 12:26 WIB


 
  Gubernur Babel Yakin Ada Pemenang SIA dari Babel Gubernur Babel Erzaldi Rosman (berdiri) menyemangati peserta Bincang Inspiratif SATU Indonesia Awards 2017 didampingi Dosen Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana UI Emil Salim (kedua kiri) dan Wamen Diknas RI 2010-2012 Fasli Jalal (ketiga kanan), Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2013 Hardinisa
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia