KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTerbuka Kesempatan Magang di Harian Online KabarIndonesia oleh : Redaksi-kabarindonesia
24-Apr-2019, 03:27 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bila Anda seorang mahasiswa/mahasiswi dari berbagai fakultas di wilayah Indonesia dan memiliki minat di dunia media online termasuk penulisan artikel dan pengeditan, redaksi Harian Online KabarIndonesia (HOKI) memberikan kesempatan magang di HOKI selama satu tahun sebagai Tim Redaktur.
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pasangan Abadi 13 Apr 2019 04:16 WIB

Sepenggal Kisah dari Menoreh (2) 24 Mar 2019 06:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Pelibatan Industri Dalam Penyusunan Kurikulum,  Efektif Penuhi Kebutuhan Kekinian

 
PENDIDIKAN

Pelibatan Industri Dalam Penyusunan Kurikulum, Efektif Penuhi Kebutuhan Kekinian
Oleh : Rohmah S | 01-Jul-2018, 22:44:13 WIB

KabarIndonesia - Tangerang, Ditunjuk sebagai  keynote speaker pada Sidang Senat Terbuka Wisuda XIII Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bertemakan "Sumber Daya Manusia Unggul Menyongsong Era Industri 4.0" di Tangerang, Banten, Sabtu (30/6/2018), Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mendorong keterlibatan dunia industri dalam proses belajar mengajar di kampus maupun lembaga pendidikan, termasuk membantu menyusun atau mendisain kurikulum pendidikan.

Menurut keyakinan Menaker Hanif, pelibatan industri dalam penyusunan kurikulum, akan sangat efektif dan sesuai dengan kebutuhan yang menguasai pasar secara kekinian. Misalnya, perusahaan besar otomotif yang menguasai pasar di Indonesia, bersinergi disain kurikulum, untuk kejuruan otomotif.

"Paling cuma 4-5 brand utama di industri tertentu, suruh mereka kumpul buat kurikulum kejuruan. Pasti lebih sesuai karena brand-brand di bawah mereka, pasti akan memakai. Ini simpel sekali " ujarnya.

Keterlibatan industri, lanjut Menaker, harus disinkronkan dengan kurikulum dunia pendidikan. "Kalau kita tidak melakukan, pasti yang membuat kurikulum siapa, yang membutuhkan tenaga kerja siapa. Jadi bisa jalan sendiri-sendiri, " ujar Menteri Hanif.

Merujuk hasil riset dari McKinsey Global Institute memaparkan bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan perekonomian terbesar ketujuh secara global pada 2030. Hal ini disebabkan, pada masa itu nantinya Indonesia akan mengalami bonus demografi.

Menteri Hanif mengatakan, untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara perekonomian terbesar ketujuh di dunia, maka dalam 15 tahun ke depan, masih diperlukan penambahan tenaga terampil (skilled workers) sebanyak 3,8 juta orang setiap tahunnya. Data tahun 2015, tenaga terampil Indonesia sebanyak 56 juta orang.

Menurut Hanif, saat ini lulusan perguruan tinggi di Indonesia per tahun mencapai sekitar 800 ribu orang. Jika diasumsikan seluruh lulusan tersebut memiliki kompetensi yang bagus, jumlahnya masih kurang.

"Maka untuk menambah tenaga terampil sebanyak 3,8 juta orang per tahun, sudah terbukti tidak dapat hanya mengandalkan jalur pendidikan, tapi kita juga butuh terobosan dari pendidikan vokasi dan pelatihan kerja ," kata Menaker Hanif.

Dalam kesempatan ini, Menaker juga mengajak dunia kampus agar memperkuat STEMP (Science, Technology, Engineering and Math). Penguatan STEMP diperlukan agar generasi muda mampu menghadapi persaingan jika menggunakan big data di masa mendatang.

"Perguruan tinggi juga harus perkuat STEMP. Di luar itu kita kembali kepada bagaimana menggenjot vocational training untuk menghadapi tantangan jangka pendek dan menengah, " katanya.

Menaker menambahkan, pihaknya memberikan apresiasi kontribusi UMN dalam melahirkan generasu muda yang siap bersaing.

Dihadapan Dirjen Binalattas, Bambang Satrio Lelono, Kordinator Kopertis III Illah Sailah, Rektor UMN Ninok Leksono, para Guru besar UMN, 288 wisudawan dan orang tua wisudawan/ti, Menaker Hanif berpesan agar plara wisudawan yang telah lulus kuliah, tak boleh berhenti dengan skills dan kompetensi yang ada sekarang ini.

"Saya sarankan agar terus perbaiki diri, berinovasi dan terus meningkatkan kualitas diri di tengah zaman persaingan. Mau tak mau, daya saing juga harus diperkuat, " ujar Menaker Hanif.

Selain persaingan, hal yang tak kalah penting adalah kemampuan kolaborasi. Pemerintah saat ini terus mendorong life long learning dan life long employebility. Mendorong agar proses pembelajaran dan peningkatakan kompetensi secara terus menerus bagi warganegaranya, agar kemampuan bekerjanya meningkat terus menerus.

"Kalau punya skills, punya kelebihan jangan berhenti. Tapi juga harus tingkatkan pengetahuan dan inovasi, " kata Menaker. (*)


Sumber: Biro Humas Kemnaker

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum"oleh : Fida Abbott
21-Apr-2019, 05:24 WIB


 
  Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum" berlokasi di 725 Park Ave, New York, NY 10021; berukuran tidak besar; memiliki dua lantai dan lantai bawah tanah. Lantai pertama untuk pendaftaran para tamu yang berkunjung, kafe, dan toko suvenir. Lantai dua untuk museum yang
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Batu Bertuah (1) 25 Apr 2019 16:15 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia