KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiJababeka Senior Living Luxury Retirement Home oleh : Kabarindonesia
08-Des-2019, 09:41 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jababeka Senior Living mempersembahkan Luxury Retirement Home, suatu konsep konsep layanan hunian bagi Senior (lansia) dengan standar hotel bintang empt tetapi perhatian dan kepeduian team Care sebagaiman layaknya tinggal di rumah sendiri yg penuh kasih sayang. Home Sweet
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Opera Afeksi 08 Des 2019 14:27 WIB

Perih Paling Parah 26 Nov 2019 19:35 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PENDIDIKAN

Prancis Melarang Semua Anak Dibawah Usia 15 Tahun Menggunakan Telepon di Sekolah
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 08-Nov-2019, 04:21:25 WIB

KabarIndonesia - Mengutip Business Insider US, (3/9/2018), dikabarkan bahwa siswa Perancis yang kembali dari liburan musim panas tidak akan lagi dapat menggunakan telepon mereka selama hari sekolah. Sebelumnya musim panas ini Perancis melarang semua siswa di bawah 15 tahun untuk menggunakan semua ponsel, tablet, dan jam tangan pintar kapan saja di siang hari. Itu termasuk waktu makan.

Pemerintah prihatin bahwa para siswa menjadi terlalu bergantung dan terganggu oleh telepon mereka. Sehingga ditetapkan, anak-anak sekolah di Prancis di bawah 15 tahun tidak dapat menggunakan ponsel mereka kapan pun selama hari sekolah, berkat undang-undang nasional yang baru.

Selanjutnya disebutkan, larangan itu disahkan pada bulan Juli 2018 setelah janji kampanye yang dibuat oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, akan memengaruhi sekolah-sekolah dasar dan menengah di seluruh negeri ketika mereka kembali dari liburan musim panas.

Undang-undang baru, yang mulai berlaku pada 5 Agustus, melarang semua jenis ponsel, serta tablet dan jam tangan pintar. Sementara larangan ponsel selama jam kelas sudah ada sejak 2010, undang-undang baru meluas ke waktu istirahat dan waktu makan.

Associated Press melaporkan, sekolah bebas memilih sendiri jika mereka akan menerapkan larangan bagi siswa di atas 15. Ada juga beberapa pengecualian untuk larangan tersebut, seperti untuk siswa penyandang cacat.

Disebutkan, dibawah undang-undang yang baru, siswa harus mematikan ponsel mereka di siang hari atau meletakkannya di loker. Sekolah akan secara mandiri berurusan dengan logistik tentang bagaimana siswa akan dijauhkan dari telepon mereka, kata kantor berita itu. Undang-undang tersebut diperkenalkan di tengah kekhawatiran bahwa siswa menjadi terlalu bergantung dan terganggu oleh smartphone mereka.

Agence France-Presse melaporkan, Menteri Pendidikan Jean-Michel Blanquer pada bulan Juni mengatakan undang-undang tersebut sebagai "undang-undang untuk abad ke-21," dan akan meningkatkan disiplin di antara 12 juta anak sekolah di Prancis. "Bersikap terbuka terhadap teknologi masa depan bukan berarti kita harus menerima semua penggunaannya," katanya.

Sementara itu, di Indonesia penggunaan barang digital lagi-lagi menimbulkan polemik didunia pendidikan. Ketika baru-baru ini viral postingan di Twitter soal sekolah yang melarang siswanya menggunakan smartwatch.

Ada sekolah menginformasikan kepada orang tua murid tentang larangan siswa menggunakan smartphone, dengan alasan demi keamanan dan kenyamanan anak serta kemungkinan proses belajar terganggu.

Sementara dari pihak orangtua, ada yang mengungkapkan alasan-alasam kenapa anak dibelikan gadget atau telepon, antara lain alasan psikologis,
untuk melacak keberadaan anak dan memonitor kegiatannya serta komunikasi.

Namun banyak juga orangtua yang justru melarang anaknya menggunakan gadget apalagi membawanya ke sekolah. Nada skeptis seorang ibu misalnya, "kog anak-anak dikasih barang harga jutaan, ya cuma buang-buang uang saja". Bagi orangtua, penggunaan smartphone dan gadget lainnya bisa memicu kekuatiran dan mimpi buruk.

Pasca dilantiknya Nadiem Makarim yang ditugaskan Jokowi untuk menangani sektor pendidikan, dari jenjang dasar hingga jenjang perguruan tinggi, masyarakat menaruh harapan besar Nadiem untuk membangun sistem pendidikan yang berkesinambungan dengan dunia industri.

Dan yang paling utama tantangan dunia pendidikan Indonesia ke depan adalah mempersiapkan bibit-bibit Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap menghadapi persaingan global, dan solusi pemanfaatan IT buat anak-anak usia sekolah.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemilu Spanyol Diulang 18 Nov 2019 12:05 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 
LILIN ADVENT-NATAL 08 Des 2019 16:13 WIB

Kesehatan Manusia Dalam Alkitab 05 Des 2019 11:08 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia