KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Olah RagaJadwal Piala Dunia 2018 oleh : Badiyo
13-Jun-2018, 04:50 WIB


 
 
KabarIndonesia – Pesta sepak bola terakbar di dunia akan segera dimulai. Piala Dunia 2018 akan diselenggarakan di Russia mulai tanggal 14 Juni hingga 15 Juli 2018.

Sebanyak 32 tim nasional akan berlaga di putaran final Piala Dunia 2018.
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Surat Untuk Bapak Presiden 06 Jun 2018 09:09 WIB

Surat Untuk Wakil Rakyat 06 Jun 2018 09:09 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

RESENSI BUKU: Membaca Pandangan Nietzsche

 
PENDIDIKAN

RESENSI BUKU: Membaca Pandangan Nietzsche
Oleh : Muhammad Arif | 02-Des-2010, 02:11:13 WIB

Membaca Pandangan Nietzsche

Friederich Nietzsche (1844-1900) mengatakan bahwa minat kita pada kebenaran adalah sebuah penyakit yang dengan sendirinya harus dikritisi. Nyaris tidak ada yang riil dalam dunia ini kecuali kenyataan bahwa banyaknya penafsiran sama banyaknya dengan jumlah orang yang memiliki kreatifitas untuk menafsirkan. Alangkah menarik dan profokatifnya padangan filosof kelahiran Jerman tersebut.

Pandangan-pandangan Nietzsche yang sangat profokatif tersebut terwakili dalam magnum opusnya yang berjudul Sabda Zaratrustra. Buku ini mengisahkan tentang Zarathustra, seorang nabi yang telah melakukan meditasi (mengasingkan diri) di puncak gunung selama sepuluh tahun dengan hanya ditemani oleh elang dan ularnya. Zarathustra ini kemudian turun gunung untuk mengajarkan kebijaksanaan yang sudah ia dapatkan. Tetapi, siapapun yang dijumpai, baik orang suci, penduduk kota, ataupun seekor keledai yang disembah, terkesan masih belum siap menerima ajaran yang dia tawarkan. Apa sebenarnya yang diajarkan oleh Zarathustra ini?
Marilah kita bedah buku karya Nietzsche ini lebih mendalam. Secara garis besar buku ini ingin menyampaikan pandangan-pandangan genuine Nietzsche, yaitu kritik atas Kekristenan, kehendak untuk berkuasa, Usbermansh, dan doktrin tentang kekembalian abadi (eternal return).


Kritik atas Kekristenan

Manusia menurut pandangan Nietzsche itu harus menciptakan sendiri nilai-nilai yang ada di alam semesta ini. Inti hidup manusia adalah terletak pada kreativitasnya menciptakan nilai karena bagaimanapun tindakan manusia menentukan prioritas nilai akan berpengaruh pada perspektif yang digunakannya. Tuhan yang selama ini dikatakan sebagai sumber dari nilai sebenarnya juga salah satu produk kreativitas dari manusia. “Tuhan sudah mati”, demikian klaim Nietzsche. Dengan klaim ini Nietzsche hendak mengatakan bahwa rasa aman yang biasanya dicari dari pembenaran metafisik sudah tidak berlaku dan tidak berguna lagi dalam kehidupan manusia. Pembenaran metafisik (tuhan dan kecemasan pada kehidupan setelah kematian) sudah tidak berguna lagi karena telah mengalihkan perhatian kita dari masalah utama, yaitu bagaimana manusia menjalankan hidupnya. Manusia bertanggung jawab untuk menjalankan hidupnya, bukan tanggung jawab para imam gereja.

Kehendak Untuk Berkuasa dan Usbermansh (Superman)
Meski menurut Nietzsche manusia itu bertanggug jawab untuk menciptakan nilai-nilainya sendiri, tetapi dia tidak menyarankan begitu saja untuk menjiplak masa lalu. Nilai adalah sesuatu yang diperlukan untuk melengkapi sifat kemanusiaan. Bagi Nietzsche manusia tidak dapat bernilai dengan sendirinya karena masih terbelenggu dalam perbudakan. Untuk itu dia terlebih dahulu harus menjadi manusia bebas dengan cara perjuangan. Melalui perjuanagn inilah kemudian bisa mencapai titik tertinggi yang dia sebut sebagi Usbermansh (Superman).

Usbermansh adalah usaha untuk lebih sempurna. Artinya uasaha untuk memerdekakan diri dari semua pertanyaan tentang nilai-nilai dalam kehidupan manusia. Bagi Nietzsche selama ini manusia telah tertidur, manusia selalu jatuh kepada tuntutan religius untuk selalu mengasihi jiwa dan bermati raga yang menjauhkan manusia dari tujuan kongkritnya. Manusia kehilangan kendali atas mengambil pilihan-pilihan yang diperlukan dalam hidupnya karena kendali itu telah dikendalikan oleh lembaga kontrol (waktu itu Gereja). Dari sini kemudian Usbermansh menjadi penting karena dia tidak pernah tidur. Usbermansh dapat menentukan sendiri pilihan-pilihannya dan memiliki otoritas dalam kehendak pribadinya. Ia akan mengekspresikan kehendak berkuasa ini dalam bentuk yang paling murni dan tinggi.


Kekembalian Abadi (Eternal Return)

Menurut Nietzsche kekembalian abadi (eternal return) adalah pandangan dasariyah. Ia adalah ekspresi puncak penerimaan yang mungkin diperoleh oleh setiap pribadi. Namun, karena ini ditulis ketika Nietzsche mulai harus dirawat di rumah sakit jiwa, maka kita pun dapat mengabaikannya.

Akhirnya, bagi anda pecinta filsafat buku terjemahan ini tampaknya cukup layak untuk mengihiasi rak buku anda. Walaupun buku ini diterjemahkan dari Bahasa Inggris (buku asli Nietzsche sebenarnya versi Bahasa jerman), tetapi ia akan sangat membantu untuk lebih mendalami pemikiran Nietzsche yang luar biasa sekaligus rumit. (*)

Judul buku: Nietzsche: Sabda Zaratrustra
Penulis: Nietzsche
Penerjemah: Sudarmaji dan Ahmad Santoso
Penerbit: Pustaka Pelajar
Cetakan Pertama: 2010
Tebal: 497 hlm.


Penulis: mahasiswa Aqidah & Filsafat UIN Sunan Kalijaga



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//



 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Buka Puasa Bersama di Aula Katedral Jakartaoleh : Rohmah S
01-Jun-2018, 01:15 WIB


 
  Buka Puasa Bersama di Aula Katedral Jakarta Sebagai wujud dari aksi untuk menguatkan toleransi, persaudaraan dan solidaritas kemanusiaan, mengusung tema "Gereja Katedral dan Kerja Bakti Demi Negeri" menggelar Buka Puasa Bersama yang diadakan bertepatan dengan peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 2018.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Antara Peradaban Barat dan Timur 22 Mei 2018 13:51 WIB

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia