KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiProgram-Program PMOH untuk Top Reporter HOKI, Pegawai Negeri, dan Swasta oleh : Redaksi-kabarindonesia
11-Feb-2018, 16:42 WIB


 
 
KabarIndonesia - Ikuti Program Istimewa bagi yang pernah menjadi Top Reporter HOKI kapan pun Anda terpilih dan berhasrat memperdalam ilmu menulis dan tertarik mengikuti Pelatihan Menulis Online HOKI (PMOH).

Program Instansi pun diberikan kepada Instansi Pemerintah atau Swasta yang
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Keindahan Khatulistiwa 12 Feb 2018 16:21 WIB

Merakyatlah 12 Feb 2018 16:21 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Hapus Tatto Gratis 27 Jan 2018 12:27 WIB

 

RESENSI BUKU: Membaca Pandangan Nietzsche

 
PENDIDIKAN

RESENSI BUKU: Membaca Pandangan Nietzsche
Oleh : Muhammad Arif | 02-Des-2010, 02:11:13 WIB

Membaca Pandangan Nietzsche

Friederich Nietzsche (1844-1900) mengatakan bahwa minat kita pada kebenaran adalah sebuah penyakit yang dengan sendirinya harus dikritisi. Nyaris tidak ada yang riil dalam dunia ini kecuali kenyataan bahwa banyaknya penafsiran sama banyaknya dengan jumlah orang yang memiliki kreatifitas untuk menafsirkan. Alangkah menarik dan profokatifnya padangan filosof kelahiran Jerman tersebut.

Pandangan-pandangan Nietzsche yang sangat profokatif tersebut terwakili dalam magnum opusnya yang berjudul Sabda Zaratrustra. Buku ini mengisahkan tentang Zarathustra, seorang nabi yang telah melakukan meditasi (mengasingkan diri) di puncak gunung selama sepuluh tahun dengan hanya ditemani oleh elang dan ularnya. Zarathustra ini kemudian turun gunung untuk mengajarkan kebijaksanaan yang sudah ia dapatkan. Tetapi, siapapun yang dijumpai, baik orang suci, penduduk kota, ataupun seekor keledai yang disembah, terkesan masih belum siap menerima ajaran yang dia tawarkan. Apa sebenarnya yang diajarkan oleh Zarathustra ini?
Marilah kita bedah buku karya Nietzsche ini lebih mendalam. Secara garis besar buku ini ingin menyampaikan pandangan-pandangan genuine Nietzsche, yaitu kritik atas Kekristenan, kehendak untuk berkuasa, Usbermansh, dan doktrin tentang kekembalian abadi (eternal return).


Kritik atas Kekristenan

Manusia menurut pandangan Nietzsche itu harus menciptakan sendiri nilai-nilai yang ada di alam semesta ini. Inti hidup manusia adalah terletak pada kreativitasnya menciptakan nilai karena bagaimanapun tindakan manusia menentukan prioritas nilai akan berpengaruh pada perspektif yang digunakannya. Tuhan yang selama ini dikatakan sebagai sumber dari nilai sebenarnya juga salah satu produk kreativitas dari manusia. “Tuhan sudah mati”, demikian klaim Nietzsche. Dengan klaim ini Nietzsche hendak mengatakan bahwa rasa aman yang biasanya dicari dari pembenaran metafisik sudah tidak berlaku dan tidak berguna lagi dalam kehidupan manusia. Pembenaran metafisik (tuhan dan kecemasan pada kehidupan setelah kematian) sudah tidak berguna lagi karena telah mengalihkan perhatian kita dari masalah utama, yaitu bagaimana manusia menjalankan hidupnya. Manusia bertanggung jawab untuk menjalankan hidupnya, bukan tanggung jawab para imam gereja.

Kehendak Untuk Berkuasa dan Usbermansh (Superman)
Meski menurut Nietzsche manusia itu bertanggug jawab untuk menciptakan nilai-nilainya sendiri, tetapi dia tidak menyarankan begitu saja untuk menjiplak masa lalu. Nilai adalah sesuatu yang diperlukan untuk melengkapi sifat kemanusiaan. Bagi Nietzsche manusia tidak dapat bernilai dengan sendirinya karena masih terbelenggu dalam perbudakan. Untuk itu dia terlebih dahulu harus menjadi manusia bebas dengan cara perjuangan. Melalui perjuanagn inilah kemudian bisa mencapai titik tertinggi yang dia sebut sebagi Usbermansh (Superman).

Usbermansh adalah usaha untuk lebih sempurna. Artinya uasaha untuk memerdekakan diri dari semua pertanyaan tentang nilai-nilai dalam kehidupan manusia. Bagi Nietzsche selama ini manusia telah tertidur, manusia selalu jatuh kepada tuntutan religius untuk selalu mengasihi jiwa dan bermati raga yang menjauhkan manusia dari tujuan kongkritnya. Manusia kehilangan kendali atas mengambil pilihan-pilihan yang diperlukan dalam hidupnya karena kendali itu telah dikendalikan oleh lembaga kontrol (waktu itu Gereja). Dari sini kemudian Usbermansh menjadi penting karena dia tidak pernah tidur. Usbermansh dapat menentukan sendiri pilihan-pilihannya dan memiliki otoritas dalam kehendak pribadinya. Ia akan mengekspresikan kehendak berkuasa ini dalam bentuk yang paling murni dan tinggi.


Kekembalian Abadi (Eternal Return)

Menurut Nietzsche kekembalian abadi (eternal return) adalah pandangan dasariyah. Ia adalah ekspresi puncak penerimaan yang mungkin diperoleh oleh setiap pribadi. Namun, karena ini ditulis ketika Nietzsche mulai harus dirawat di rumah sakit jiwa, maka kita pun dapat mengabaikannya.

Akhirnya, bagi anda pecinta filsafat buku terjemahan ini tampaknya cukup layak untuk mengihiasi rak buku anda. Walaupun buku ini diterjemahkan dari Bahasa Inggris (buku asli Nietzsche sebenarnya versi Bahasa jerman), tetapi ia akan sangat membantu untuk lebih mendalami pemikiran Nietzsche yang luar biasa sekaligus rumit. (*)

Judul buku: Nietzsche: Sabda Zaratrustra
Penulis: Nietzsche
Penerjemah: Sudarmaji dan Ahmad Santoso
Penerbit: Pustaka Pelajar
Cetakan Pertama: 2010
Tebal: 497 hlm.


Penulis: mahasiswa Aqidah & Filsafat UIN Sunan Kalijaga



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//



 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEKoleh : Rohmah Sugiarti
12-Feb-2018, 22:21 WIB


 
  Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEK Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Konsisten Pegang Teguh Netralitas 15 Feb 2018 23:19 WIB


 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Nasehat Mengelola Amarah 04 Feb 2018 11:15 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia