KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJokowi Resmi Menjadi Presiden ke-7 Gantikan SBY yang Lengser Keprabon oleh : Bambang
20-Okt-2014, 17:51 WIB


 
 
Jokowi Resmi Menjadi Presiden ke-7 Gantikan SBY yang Lengser Keprabon
KabarIndonesia - Alhamdulillah, akhirnya sang ksatria piningit dari kota Bengawan Solo, penyuka musik keras Metallicca & Arkana yang juga pengusaha mebel, mantan Walikotra Solo & Gubernur DKI Jaya yang mencintai kedamaian, Ir Haji Joko Widodo, alias Jokowi dan juragan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 
Buruh Sawit Temukan Mayat 21 Okt 2014 12:52 WIB


 
Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

PerlindunganNya di Bebas Hambatan 16 Okt 2014 17:30 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PENDIDIKAN

Sejarah, Awal, Konsep dan Sistem Demokrasi
Oleh : Wahyu Barata | 13-Jun-2009, 21:38:27 WIB

KabarIndonesia - Istilah demokrasi berasal dari bahasa Yunani kuno, yang dicetuskan di Athena pada abad ke-5 sebelum Masehi. Demos berarti rakyat, dan Cratos/Kratien/Kratia artinya kekuasaan/berkuasa/pemerintahan, sehingga demokrasi bisa diartikan sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Negara Yunani kuno menjadi contoh awal negara yang melaksanakan system hukum demokrasi modern. Sistem demokrasi di negara kota (city state) Yunani kuno khususnya Athena, merupakan demokrasi langsung (direct democracy), yaitu bentuk pemerintahan di mana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik yang dijalankan langsung oleh warga negara tidak berdasarkan mayoritas.

Sifat langsung dari demokrasi Yunani kuno dapat dilaksanakan dengan efektif karena berlangsung dalam kondisi sederhana, wilayahnya terbatas (terdiri dari kota dan daerah sekitarnya), jumlah penduduknya sedikit (300 ribu penduduk dalam satu negara kota). Ketentuan-ketentuan demokrasi tidak berlaku bagi mayoritas budak belian dan pedagang asing.

Dalam sejarah awal perkembangannya demokrasi juga memakan korban. Socrates, filsuf terkemuka negara Yunani kuno, sangat kritis membela pemikiran-pemikirannya, yaitu agar kaum muda tidak mempercayai para dewa dan mengajari mereka untuk mencapai kebijaksanaan sejati dengan berani bersikap mencintai kebenaran sehingga terhindar dari kedangkalan berpikir.

Para penguasa dan masyarakat Yunani kuno saat itu menganggap semua kebenaran itu relatif, mereka kaum sofis. Kebenaran relatif ala kaum sofis, contohnya, menurut mereka keberadaan para dewa adalah relatif, bisa berganti-ganti menurut ciptaan manusia. Ditentukan oleh keadaan masyarakat bukan oleh kebenaran wahyu. Agama dan faham tentang wujud Tuhan adalah relatif, begini boleh begitu boleh. 

Orang yang bertani meyakini bahwa segenap usaha untuk mencari makan tergantung kepada sesuatu hal yang gaib. Untuk memohon turun hujan, misalnya, dari mana hujan harus diminta? Mereka punya sawah, ladang yang ditanami padi, jagung, yang akan mati jika tidak turun hujan. Mereka lalu berkata, “Kepada yang ghaib kita memohon agar diturunkan hujan!” Begitu pula jika padi telah hamper tua, mereka mohon padinya agar cepat kering jangan ada hujan. Merekapun memohon hujan dihentikan oleh yang ghaib.

Tatkala manusia hidup di hutan rimba, di bawah pohon-pohon dan gua-gua mereka mengira bahwa Tuhan berupa pohon, petir, atau sungai. Setelah hidup bercocok tanam dan beternak mereka menyembah binatang atau ciptaan lainnya yang disebut sebagai dewa atau Tuhan mereka.

Dan ketika manusia masuk ke alam industrialisme, banyak yang tidak mengakui Tuhan lagi. Tuhan sudah tidak dibutuhkan lagi. Karena misalnya kalau mereka perlu listrik tidak perlu memohon kepada yang gaib, tinggal pijit knop saja. Ingin tenaga tinggal nyalakan mesin, mesin itu menjadi tenaga penggerak. Di tangannya mereka menggenggam kepastian.

Ada kisah empat orang buta yang belum pernah tahu bentuk gajah. Datanglah kepada mereka seorang kawan yang menunjukkan kepada mereka rupa gajah itu. Si buta pertama disuruh maju dia meraba dan mendapat belalainya. Dia berkata, “Oh ternyata gajah itu seperti ular besar yang bisa dibengkokkan. Si buta kedua mendapat ekor gajah. Dia berkata, “Oh gajah itu seperti cambuk. Si buta ketiga mendapat kakinya. Dia berkata, “Oh rupanya gajah itu seperti pohon kelapa. Si buta ke empat karena cebol ia tidak bisa memegang apa-apa. Dia pun berkata, “Oh ternyata gajah itu seperti hawa.”

Socrates sangat meyakini adanya kebenaran mutlak, maka para penguasa Athena menganggap Socrates sebagai oposan. Mereka menganggap Socrates menyesatkan dan meracuni kaum muda dengan ajaran-ajarannya.Socrates menemukan argumen untuk membela diri, yaitu dengan metode induksi (penyimpulan dari khusus ke umum). Dengan metode induksi ini ia menentukan pengertian umum yang berhasil membuktikan bahwa tidak semua kebenaran itu relatif.

Tetapi para penguasa Athena membuat keputusan secara demokratis bahwa Socrates bersalah dan harus dijatuhi hukuman mati. Meski dibujuk untuk melarikan diri, Socrates tetap menerima vonis matinya. Eksekusi dilangsungkan dengan Socrates memilih minum racun, sekitar tahun 399 sebelum Masehi pada saat ia berumur 70 tahun. Tubuhnya mati oleh racun itu, tapi pemikiran-pemikirannya masih hidup hingga saat ini.

Setelah Socrates wafat, Plato, Aristoteles,  dan filsuf-filsuf selanjutnya kehilangan kepercayaan kepada demokrasi yang memenangkan dogma orang awam. Para penguasa dengan culas telah memanipulasi demokrasi demi keberlanjutan kekuasaan mereka, sehingga dogma-dogma orang awam bisa mereka wakili tanpa harus mengacu kepada subtansi dan kebenaran dogma-dogma itu. Kemudian Plato, murid dan sahabat Socrates bangkit menentang membludaknya arus relativisme.

Ia memperkuat argument Socrates dengan temuan pikirannya, yaitu “alam ide”. Menurut Plato kebenaran mutlak sudah ada dalam ide sebagai realitas sebenarnya. Manusia memiliki ide tentang segala sesuatu sejak ia dilahirkan. Itulah yang disebut innead idea (ide bawaan), termasuk ide manusia tentang “Sang Baik” yang menjadi realitas tertinggi, yang dimaksud Plato sebagai Tuhan.

Contoh ide manusia sebagai penentuan kebenaran mutlak, manusia puny aide tentang kucing (kebenaran umum), tetapi ada yang lebih spesifik lagi yang menentukan bahwa kucingnya hitam, maka kebenaran itu sudah bersifat khusus. Ide mengenai kucing merupakan kebenaran objektif, dan kucing hitam adalah bentuk dari kekhususan yang bersifat objektif (umum).

Filsafat dilanjutkan oleh Aristoteles, murid dan sahabat Plato. Seorang yang mendapat pendidikan sebelum menjadi filosof, maka dari itu ia berpikir lebih saintifik dibanding dua filsuf sebelumnya. Di antara cirri filsafat Aristoteles adalah sistematis dan dipengaruhi metode empiris. Oleh sebab itu Aristoteles lebih  mementingkan observasi. Ia juga menampilkan logika yang menuju ke generalisasi sebagai pengembangan dari induksi Socrates, sehingga relativisme semakin tumbang oleh kebenaran mutlak.

Salah satu teori metafisika Aristoteles yang penting adalah bahwa matter (benda) dan form (bentuk) itu bersatu. Matter sebagai subtansi, sedangkan form adalah pembungkusnya. Setiap objek terdiri dari matter dan form. Matter itu potensial, dan form itu aktualitas. Namun, ada subtansi murni tanpa matter, ialah Tuhan. Hal ini dibuktikannya dengan adanya gerak, pasti ada yang menyebabkan sesuatu bergerak. Baginya Tuhan itu “Sang Penggerak Pertama”.

Pada  zaman Romawi sampai dengan abad pertengahan (abad XV) pelaksanaan demokrasi memngalami kemunduran karena berkembang praktek-praktek tirani dan diktator. Tetapi, sejalan dengan waktu, arti demokrasi modern telah berevolusi pada awal abad ke-18, bersamaan dengan perkembangan system demokrasi di banyak negara.

Sejak zaman Renaissance (abad ke-19) ajaran demokrasi semakin berkembang dengan pertimbangan bahwa rakyat tidak senang dengan praktek-praktek sewenang-wenang para penguasa, rakyat menuntut persamaan hak dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya, dan pemahaman yang lebih baik terhadap konsep-konsep atau teori-teori demokrasi yang mengarah kepada prinsip-prinsip kemerdekaan dan hak azasi manusia.

Saat ini konsep demokrasi merupakan kata kunci dalam bidang politik, dan menjadi indicator perkembangan politik suatu negara. Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai usaha mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warga negara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Menurut Hans Kelsen, pada dasarnya demokrasi itu adalah pemerintahan oleh rakyat dan untuk rakyat.

Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi tiga kekuasaan politik negara untuk mewujudkan lembaga-lembaga pemerintah yang berwenang  melaksanakan kewenangan eksekutif (lembaga eksekutif), lembaga-lembaga pengadilan yang berwenang menjalankan kewenangan yudikatif (lembaga yudikatif), dan lembaga-lembaga perwakilan rakyat (di Indonesia DPR) yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan legislative (lembaga legislatif). Di mana ketiga lembaga negara ini saling lepas (independen) dan sejajar satu sama lain, agar bisa saling mengawasi berdasarkan prinsip checks and balances.

Di bawah sistem ini, keputusan legislatif dibuat oleh rakyat, atau oleh wakil rakyat yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi rakyat yang diwakilinya (konstituen) yang memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatif, selain sesuai hukum dan peraturan. Selain itu, banyak keputusan atau hasil-hasil penting, misalnya pemilihan presiden suatu negara juga diperoleh melalui pemilihan umum. Pemilihan umum hanya bisa diikuti oleh warga negara yang berhak dan secara sukarela mengikuti pemilihan umum. Banyak negara demokrasi hanya memberi hak pilih kepada rakyat yang telah melewati umur tertentu, misalnya umur 18 tahun ke atas, dan yang tak memiliki catatan kriminal seperti narapidana atau eks narapidana.

Kedaulatan rakyat yang dimaksud disini bukan hanya kedaulatan memilih anggota-anggota parlemen atau presiden secara langsung, tetapi dalam arti lebih luas. Pemilihan presiden dan anggota-anggota parlemen secara langsung, hanya sedikit dari sekian banyak praktek kedaulatan rakyat, tidak menjamin negara tersebut sebagai negara demokrasi. Walaupun perannya dalam sistem demokrasi tidak besar, suatu pemilihan umum sering disebut pesta demokrasi.

Ini akibat cara berpikir sebagian rakyat yang masih selalu mendewakan tokoh idola sebagai tokoh impian ratu adil, bukan sistem pemerintahan yang bagus. Padahal sebaik apapun seorang pemimpin negara, masa hidupnya jauh lebih singkat dari masa hidup suatu sistem yang telah teruji mampu membangun negara.

Posisi vital demokrasi dalam kaitan pembagian kekuasaan dalam negara (prinsip trias politica) yang diperoleh dari rakyat juga harus digunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Prinsip trias politica sangat penting diperhitungkan ketika fakta-fakta sejarah mencatat bahwa kekuasaan absolute pemerintah (eksekutif) tak mampu membentuk masyarakat yang adil dan beradab, bahkan sering menimbulkan pelanggaran terhadap hak azasi manusia.

Begitu juga dengan kekuasaan berlebihan di lelmbaga negara lain, misalnya lembaga legislatif yang menentukan angggaran sendiri untuk gaji dan tunjangan-tunjangan anggotanya tanpa mempedulikan aspirasi rakyat, tidak akan membawa kebaikan bagi rakyat.

Setiap lembaga negara harus accountable dan ada mekanisme formal yang menunjukkan akuntabilitas dari setiap lembaga negara, serta mampu secara operasional (bukan hanya secara teori), membatasi kekuasaan lembaga negara tersebut.Di negara modern, demokrasi tidak lagi bersifat langsung, tetapi bersifat tidak langsung, berdasarkan perwakilan (representative democracy).

Sistem-sistem Demokrasi

Pelaksanaan demokrasi berbeda antara satu negara dengan negara lain, karena setiap negara menyesuaikan demokrasi itu dengan sosial budaya masyarakatnya. Namun, semua konsep menggunakan istilah demokrasi berdasarkan asal katanya, rakyat berkuasa atau government or rule by the people, dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang. Penyaluran Kehendak RakyatBerdasarkan penyaluran kehendak rakyat, demokrasi dibedakan menjadi demokrasi langsung dan demokrasi tidak langsung. Demokrasi Langsung berarti paham demokrasi yang mengikutsertakan setiap warga negaranya dalam permusyawarahan untuk menentukan kebijaksanaan umum negara atau undang-undang. Sedangkan demokrasi tidak langsung   adalah paham demokrasi yang dilaksanakan melalui sistem perwakilan. Penerapan demokrasi seperti ini berkaitan dengan kenyataan suatu negara yang jumlah penduduknya semakin banyak, wilayahnya semakin luas, permasalahan yang dihadapi semakin rumit dan kompleks. 

Di sisi lain, berdasarkan prinsip ideolog, demokrasi dibedakan menjadi demokrasi konstitusional dan demokrasi rakyat. Demokrasi Konstitusional (Demokrasi Liberal) adalah demokrasi yang didasarkan pada kebebasan atau individualisme. Ciri khas demokrasi liberal adalah kekuasaan pemerintahannya terbatas dan tidak diperkenankan banyak ikut campur tangan dan bertindak sewenang-wenang terhadap warga negaranya. Kekuasaan pemerintah dibatasi oleh konstitusi.

Menurut Mc Carter dan Jhon Herz, suatu negara disebut sebagai negara demokrasi apabilay ang memerintah dalam negara tersebut adalah rakyat dan bentuk pemerintahannya terbatas. Bila suatu lingkungan dilindungi oleh konvensi dari campur tangan pemerintahan atau hukum, maka rezim ini disebut liberal.

Sedangkan demokrasi rakyat yang disebut juga demokrasi proletar, adalah demokrasi yang berhaluan Marxisme-komunisme, mencita-citakan kehidupan yang tidak mengenal kelas sosial, manusia dibebaskan dari keterkaitannya kepada kepemilikan pribadi tanpa penindasan dan paksaan. Tetapi untuk mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan cara paksa atau kekerasan.

Menurut Kranenburg, demokrasi rakyat lebih mendewakan pemimpinnya. Sementara menurut Prof. Miriam Budiardjo, komunis tidak merupakan sistem politik, tetapi mencerminkan gaya hidup yang berdasarkan nilai-nilai tertentu. Negara merupakan alat untuk mencapai komunisme. Kekerasan dipandang sebagai alat yang sah. (*)

*) Penulis adalah seorang peminat sejarah 
  Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/

    

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mungkinkah Suami Mengasuh Anak?oleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:18 WIB


 
  Mungkinkah Suami Mengasuh Anak? Tugas istri adalah mengasuh anak, namun peluang kerja untuk pria terbatas, terkadang posisinya terbalik. Justru istri bekerja menjadi TKI di luar negeri, sementara suami mengasuh anak di rumah. Pasangan suami istri sebaiknya berbagi peran mengasuh anaknya. Misalnya ketika
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 
Muhammadiyah Kalteng Adakan Milad 21 Okt 2014 12:49 WIB


 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 

 

 
Valentino Rossi Puji Marc Marquez 18 Okt 2014 23:59 WIB

 

 
Memimpin dengan Kepala dan Hati 20 Okt 2014 12:40 WIB


 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia