KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (5) kita telah melihat bagaimana Jokowi-JK yang saya istilahkan sebagai penumpang gelap Pilpres 2014 ternyata bisa mematahkan analisa dan prediksi banyak orang dengan
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PENDIDIKAN

Stikes Nusantara Lasinrang Telantarkan Alumnus Tanpa Ijazah
Oleh : Syahrul | 08-Des-2011, 14:13:57 WIB

KabarIndonesia - Enam puluh tiga alumnus Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Nusantara Lasinrang kabupaten Pinrang resah meratapi nasibnya. Mereka yang sejak 2010 silam sudah di yudisium dan dinyatakan sarjana namun hingga saat ini belum mengantongi Ijazah. Malahan 19 dari mereka telah menyelesaikan kuliahnya sejak 2009.

Pihak kampus sendiri terkesan tidak peduli dan hanya mengobral janji kepada mereka tanpa realisasi. Selain menimpa puluhan alumnusnya, nasib 320 mahasiswa Stikes Nusantara Lasinrang lainnya yang saat ini masih menjalani perkuliahan ikut terancam selesai tanpa mengantongi ijazah. Status akreditasi yang saat ini belum dikantongi pihak kampus ikut menambah keresahan mahasiswanya yang notabene sangat mengharapkan ijazahnya kelak bisa dipakai untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Ketua Stikes Nusantara Lasinrang, Agustina R Palamba yang dikonfirmasi via hand phone-nya terkesan acuh dan tidak peduli akan nasib alumnus kampusnya. Agustina mengungkapkan kalau saat ini pihaknya masih melakukan proses pengurusan akreditasi dari Dinas Kesehatan Popinsi Sulawesi Selatan.

Namun hal ini kembali mendapat reaksi keras dari sejumlah alumnus dikarenakan persyaratan mendaftar nasional untuk menjadi PNS harus berijasah akreditasi Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang selaku instansi terkait akan permasalahan ini melalui Kepala Dinasnya, Drs. A. Mappanyukki, MSi dan dr. Rusman, M.Kes saat dikonfirmasi mengakui kalau permasalahan kampus ini di luar wewenang instansinya. Hal ini disebabkan seluruh proses tekhnis perizinan kampus ini melalui tingkat propinsi dan kementrian. Sementara itu, ketua Dewan Pendidikan kabupaten Pinrang, marhabban Rachman, S.Sos yang ikut dikonfirmasi Pewarta merasa prihatin dan berjanji akan segera mengeluarkan surat rekomendasi ke pihak Dinas Pendidikan kabupaten Pinrang untuk menindaklanjuti dan mencari jalan keluar dari permasalahan ini agar tidak merugikan mahasiswa kampus tersebut yang 90 persen merupakan warga kabupaten Pinrang.

Anggota Komisi I DPRD kabupaten Pinrang, H. Herman Sakka saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan pihaknya selaku yang membidangi masalah pendidikan akan segera mengambil tindakan kepada pihak kampus. Permasalahan seperti ini tidak bisa ditolerir karena sudah merugikan mahasiswa baik secara materiil dan non materiil serta sudah mengarah ke penipuan publik.

Pihak kampus yang telah merampas hak-hak alumnusnya untuk mendapatkan pekerjaan sejak 1-2 tahun lalu namun hingga saat ini masih terus membuka pendaftaran mahasiswa baru setiap tahun ajaran dan terkesan hanya mengejar kepentingan bisnis dan financial semata.

"Hal seperti ini tidak bisa ditolerir. Selain merugikan mahasiswa secara materiil dan non materiil, masalah ini sudah mengarah ke penipuan publik. Pihak kampus hanya memetingkan kepentingan bisnis dan mengejar keuntungan financial semata," tegas Herman.

Salah seorang alumnus Stikes Nusantara Lasinrang dari Program DIII Kebidanan, Hermin Nursalam saat dikonfirmasi di rumahnya terlihat sangat kecewa. Hermin mengakui kalau masalah ijazah ini, ia dan puluhan alumnus lainnya sudah dijanji sejak tahun 2010 lalu namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda realisasi.

Selain itu ia juga kecewa dengan janji pihak kampus yang rencana ijazah alumnusnya hanya mengantongi akreditasi Dinkes Propinsi. Hal ini akan menyebabkan tertutupnya peluang bagi dirinya untuk menjadi PNS dikarenakan aturan persyaratan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) yang hanya akan mengakomodir ijazah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berakreditasi BAN-PT.

Sementara itu salah satu orang tua alumnus, Hasnah yang dikonfirmasi di tempat yang sama terlihat sangat kesal akan nasib pendidikan putrinya. Hasna menuturkan telah menghabiskan biaya puluhan juta rupiah untuk membiayai putrinya selama pendidikan di kampus tersebut. Hasna rela menjual harta bendanya demi kelangsungan pendidikan putrinya hingga sarjana dengan harapan kelak bisa menjadi PNS tenaga kesehatan di pemerintahan. Hasna bahkan mengancam akan melakukan aksi dan melaporkan secara hukum pihak kampus mengenai persoalan ijazah dan akreditasi ini.

"Saya rela mengorbankan harta benda demi putri saya selama menjalani pendidikan di Stikes Nusantara Lasinrang. Namun hasilnya apa?, jangankan menjadi PNS, untuk tenaga honorer di rumah sakit pun ia ditolak dan ijazah sampai saat ini belum dikantonginya. Bagaimana perasaan anda sebagai orang tua jika hal ini menimpa anak-anak anda?," tanyanya kepada beberapa awak media yang ikut mengkonfirmasi. (*0



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia