|
|
|
| |
KabarIndonesia - Sebanyak 50 supporter bola yang berasal dari berbagai kelompok supporter klub sepak bola yang bermarkas di Jawa Tengah dan DIY berkunjung ke Badan Narkotika Nasional (BNN) kemarin. Mereka adalah perwakilan dari 12 kelompok supporter. Mereka dari Panser Biru selengkapnya....
|
|
|
PENDIDIKAN
Video Mesum Pelajar SMA Marak Beredar, Sekolah Mengaku Kecolongan
Oleh : Agus Eko Muchamad Solihin | 21-Jun-2009, 21:05:59 WIB
|
KabarIndonesia, Subang - Dunia pendidikan di Kabupaten Subang dikagetkan dengan beredarnya video adegan mesum yang diperankan oleh dua orang pelajar Salah satu SMA negeri di Pamanukan. Bahkan video tersebut kini telah menyebar luas, bukan hanya ke pelajar lainnya, namun juga ke tangan masyarakat melalui telepon genggam. Dalam rekaman video yang berdurasi sekitar 8 menit 21 detik menampilkan adegan sepasang siswa-siswi yang tengah melakukan hubungan layaknya suami istri. Saat melakukan hubungan intim, keduanya masih menggunakan seragam sekolah. Saat dimintai keterangan seputar video mesum yang disinyalir diperankan oleh siswa-siswi SMA Negeri yang berada di Pamanukan, Wakasek Kesiswaan sekolah yang bersangkutan, Yaya, membenarkan kejadian tersebut. “Kedua siswa yang terekam dalam video tersebut memang anak didik kami. Mereka adalah Li siswi kelas XI IPS 3 dan Rom siswa kelas XI IPA 3 yang tak lain adalah sepasang pacar,” ungkap Yaya. Menurut keterangan masyarakat yang memiliki rekaman video tersebut, sebut saja Ade, ia mendapat rekaman adegan tersebut berlangsung sekitar satu bulan lalu, melihat dari lokasi pengambilan gambar, ia memperkirakan bila lokasi terjadinya hubungan intim tersebut disalahlokalisasi yang berada di kelapaan atau tepatnya di Patimban Desa Kalentambo Kecamatan Pusakanegara. Mengenai keberadaan sepasang siswa-siswinya, menurut Yaya, kedua siswa anak didiknya tersebut sudah mengundurkan diri dari sekolah. “Setelah peristiwa tersebut tercium kedua orang tua murid, kedua orang tua murid langsung mengajukan pengunduran diri kepada sekolah,” tambahnya. Atas kejadian tersebut, Yaya menyatakan bahwa pihak sekolah merasa kecolongan dan tidak pernah menyangka bahwa kedua siswa tersebut bisa bertindak sejauh itu. “Kedua siswa tersebut terbilang siswa yang tidak begitu bermasalah di sekolah, maka dari itu kami cukup kaget begitu mengetahui kejadian tersebut,” ungkapnya. Sebagai antisipasi di sekolah, Yaya menambahkan bahwa telah melakukan pengawasan yang cukup teratur. “Kami sering memberikan pendidikan penanaman moral kepada siswa-siswi hingga kami menggelar aksi razia Hand Phone siswa di tiap kelas,”tambahnya. Dengan kejadian tersebut, menurut Wakasek Kesiswaan sekolah yang mulai terkenal dengan ulah nakal anak didiknya ini terus memberikan semangat kepada anak didiknya yang lain agar tidak terjerumus pada hal yang sama. Sementara menurut Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Subang, Makmur Sutisna, paska kegiatan perpisahan Siswa SMPN 1 Subang, bila kejadian tersbeut merupakan kesalahan kolektif. “Bila kita runut kejadiannya, kalau berada diluar waktu sekolah, maka sudah merupakan kewajiban dari orangtua dan masyarakat, namun kita tidak saling lempar kesalahan, ini kesalahan kolektif, kesalahan kita bersama, di mana kita tidak memperhatikan pergaulan anak-anak diluar jam sekolah,” ungkap Makmur. Padahal, tambah Makmur, pihak sekolah pastinya sudah membekali anak-anak dengan pendidikan yang memadai, mulai pendidikan umum, hingga pendidikan keagamaan. "Karenanya kita harus saling intropeksi atas kejadian tersbeut, dan tidak salaing menyalahkan satu sama lain, namun kita juga harus melakukan tindkaan preventif agar siswa yang lain tidak terjerumus akan hal-hal yang tidak diinginkan,” harap Makmur.
Sementara, hingga saat ini, adegan mesum dua pelajar tersebut telah tersebar di telepon genggam para siswa di SMA Pamanukan. (*)
Blog: http://pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://kabarindonesia.com/
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Monster Bengalon berkuran sekitar empat meter berhasil ditangkap warga. Habitat dan sumber makanan mereka semakin lama semakin sempit, dengan bertambahnya penduduk di Desa Bengalon, Kalimantan Timur. Tak heran jika mereka memakan manusia. Buaya ini akan dikirim selengkapnya.... |
|
|
|
|
|