KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 


 
HUKUM

"Hentikan Hukum Rajam"
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 11-Jul-2007, 00:10:55 WIB

Ketua Komisi Tinggi HAM PBB Louis Arbour mengecam Iran yang baru saja merajam seorang terpidana kasus zina. Arbour juga merekomendasikan dibentuknya Komisi Hak Azasi Manusia untuk tingkat kawasan Asia-Pasifik.

KabarIndonesia - Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-bangsa, Louis Arbour mengecam Iran yang baru saja melaksanakan hukum rajam terhadap Jafar Kiani. Pria ini ditahan sejak 11 tahun silam dengan tuduhan berzina dengan Mokkarameh Ebrahimi. Saat peristiwa terjadi, keduanya terikat dalam perkawinan dengan orang lain.

Jaffar Kiani dan Mokkarameh dijatuhi hukum rajam oleh pengadilan. dalam aturannya, terpidana diikat tangannya ke belakang dan dikubur dalam tanah hingga pinggang untuk lelaki, dan hingga leher bagi perempuan. Lalu penonton melempari si terpidana dengan batu hingga mati.

Awalnya hukuman itu tak dilaksanakan terhadap Kiani dan Ebrahimi, karena pemerintah Iran memperlakukan pembekuan hukuman rajam. Dan keduanya dipenjara. Namun Selasa kemarin, pejabat Iran mengumumkan telah dilaksanakannya hukuman rajam itu.

Louise Arbour mendesak Iran dan semua negara untuk menghentikan pelaksanaan hukum rajam dalam segala bentuknya. Desakan ini dilontarkan Arbour usai membuka lokakarya HAM Asia Pasifik di Bali.

Sebelumnya, Louise Arbour menyerukan dibentuknya Komisi HAM Asia Pasifik. Hal ini disampaikan Louis Arbour pada pidato pembukaan lokakarya ke-14 Kerjasama Kawasan Asia Pasifik untuk Kemajuan dan Perlindungan HAM di Nusa Dua Bali, Selasa Siang. Menurut Louis Arbour, pembentukannya tidak harus terburu-buru. Namun bisa diawali dengan pembentukan Komisi Ham di beberapa sub-kawasan. Seperti sub-kawasan Asia Tenggara, misalyna. Louis Arbour meyakini, Komisi HAM Asia Pasifik akan mendorong berbagai upaya perlindungan HAM di setiap negara.

Disebutkan Louise Arbour:

"Saya yakin, dengan pembentukan komisi HAM kawasan Asia Pasifik yang diawali di sub-sub kawasan, upaya-upaya kita bersama ihwal HAM akan lebih tertangani dan lebih produktif. Pembicaraan-pembicaraan di tingkat ini akan membuka pintu bagi berlangsungnya pertukaran pengalaman, pembahasan masalah, dan mencari pemecahannya. Pada gilirannya, upaya ini akan memfasilitasi pengembangan kerangka kerja yang efektif untuk kawasan Asia Pasifik secara keseluruhan."

Louise Arbour juga menyerukan lembaga-lembaga HAM nasional di negara-negara Asia-Pasifik melakukan penelitian keterkaitan hak asasi manusia dengan kemiskinan. Sebab kemiskinan merupakan salah satu persoalan yang sering jadi akar dari munculnya pelanggaran HAM.

Perwakilan Tetap Indonesia di Komisi HAM PBB Dr. Makarim Wibisono mengungkapkan dukungannya terhadap gagasan Louise Arbour. Disebutkan Makarim Wibisono, pembentukan Komisi HAM untuk kawasan Asia-Pasifik akan bisa jadi salah satu jalan keluar bagi lambannya kampanye perlindungan HAM di kawasan itu. Lebih-lebih, Asia Pasifik merupakan kawasan dengan negara yang sangat beraneka ragam. Baik dari segi ekonomi, politik, sosial, juga kesadarannya akan perlindungan dan penegakan HAM. Makarim Wibisono:

"Kita lihat usaha untuk melakukan pertemuan semacam ini sudah beberapa kali dilakukan, ternyata tidak maju-maju karena apa, karena kebinekaan negara-negara Asia-Pasifik sangat tinggi. Disatu pihak ada negara-negara yang tingkat hamnya maju, tetapi ada negara-negara yang orientasinya masih belum selaras dengan perlindungan dan proteksi Ham itu."

Makarim Wibisono juga menyebut, suatu Komisi HAM Asia-Pasifik akan memungkinkan penggalangan dana yang khusus diperuntukan bagi promosi dan perlindungan HAM di Asia-Pasifik. Makarim Wibisono juga berharap lawatan Ketua Komisi Tinggi HAM PBB, Louise Arbour di Indonesia bisa meniupkan angin positif bagi penghormatan Ham di negeri kita.

Usai membuka loka karya HAM Asia Pasifik di Bali, Louise Arbour dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Presiden RI, Ketua DPR RI, Kapolri, Jaksa Agung dan Panglima TNI. Juga dengan berbagai wakil masyarakat sipil dan organisasi internasional.

Usman Hamid, seorang penggiat HAM yang juga koordinator Komisi untuk orang Hilang dan Korban Kekerasan Kontras, bermaksud menekankan lagi kasus pembunuhan Munir yang tampak masih terus ditutupi. Usman Hamid juga berencana melaporkan sejumlah kasus pelanggaran HAM lain yang tak terselesaikan. Seperti kasus Timor-Timur, Tanjung Priok, Trisaksi dan Semanggi.

Sumber Deutsche Welle

Blog: http://www.kuis-bola.blogspot.com/
Email: redaksi@kabarindonesia.com
Big News Today..!!! Let's see here:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia