KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKemnaker Beri Contoh Ruangan Laktasi dan Daycare Ideal Bagi Perusahaan BUMN dan Swasta oleh : Rohmah Sugiarti
21-Aug-2017, 04:31 WIB


 
 
KabarIndonesia – Tepat sehari setelah hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 (18/8), Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, meresmikan Taman Penitipan Anak dan Ruang Laktasi yang dibangun di lantai M Gedung B, Gedung Kementerian Ketenagakerjaan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Mati Surikah Aku ??? 24 Aug 2017 13:29 WIB

Sajak Kodok III 24 Aug 2017 13:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Tewasnya Bocah-bocah di Jerman, Pancing Parlemen untuk Mau Lebih Peduli

 
HUKUM

Tewasnya Bocah-bocah di Jerman, Pancing Parlemen untuk Mau Lebih Peduli
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 15-Des-2007, 11:49:06 WIB

KabarIndonesia - Menyusul tewasnya anak-anak di jerman akibat ulah orangtuanya, Parlemen Jerman, memperdebatkan perlunya undang perlindungan anak dimasukkan dalam undang-undang dasar.

Kasus kematian bocah akibat penelantaran, penyiksaan atau pembunuhan oleh  orangtuanya sendiri yang akhir-akhir ini marak di Jerman, mendorong Parlemen Jerman untuk memperbaiki sistem perlindungan anak. Namun bagaimana bentuk realisasinya, para politisi Jerman belum mencapai kata sepakat. 

Meski demikian parlemen telah menyusun  37 poin program penanganan, antara lain memperbaiki kerjasama antara sekolah-sekolah, para dokter, polisi dan pekerja sosial untuk anak. Kini yang masih jadi perdebatan  adalah apakah perlu hak-hak anak dimasukkan dalam undang-undang dasar Jerman? 

Semua fraksi sudah sepakat, kecuali Partai Demokratik Kristen Jerman CDU dan Partai  Sosial Kristen CSU yang menolak usulan ini. Juru bicara fraksi CDU/CSU untuk urusan kebijakan keluarga, Johannes Singhammer berujar: „Sayangnya pengalaman menunjukkan, bahwa para orang tua yang mengejutkan kami dengan perilaku mereka, tidak pernah memperhatikan undang-undang dasar."

Sebuah asumsi yang bagi Diana Gloze dari Partai Kiri Jerman tidak teruji kebenarannya.:„Tuan Singhammer, apa yang anda katakan untuk menolak dimasukkannya perlindungan anak dalam undnag-undang dasar, dapat disebutkan, kita dapat menghapus saja sekalian Kitab Undang-undang Hukum Pidana, sebab menurut logika anda tidak mungkin setiap orang kejam akan membaca undang-undang dulu sebelum dia melakukan kejahatan dan berpikir saya lakukan apa tidak ya? Menurut saya itu bukanlah alasan untuk tidak memasukkan hak-hak anak-anak ke dalam undang-undang dasar."

Untuk mengubah undang-undang dasar, dibutuhkan sedikitnya dua pertiga suara dalam parlemen. Dieter Steinecke dari Fraksi Sosial Demokrat SPD, fraksi yang berinisiatif memasukkan hak-hak anak dalam undang-undang dasar berujar: „Itu kan tidak benar. Undang-undang perlindungan  hewan saja kita punya, masak  kita masih saja sibuk memperdebatkan apakah hak-hak anak sebaiknya dimasukkan atau tidak ke dalam undang-undang dasar?"

Lima bocah tewas baru-baru ini di Dary, Jerman Utara, akibat dibunuh ibunya sendiri. Disusul pengakuan seorang ibu muda yang membunuh bayinya. Sebelum itu, kasus bocah berusia lima tahun di Schwerin yang tewas akibat kelaparan, menambah daftar hitam kasus kematian anak di Jerman.

Fraksi Liberal FDP mengisyaratkan bahwa hak-hak anak sudah seharusnya dimasukkan ke undang-undang dasar. Miriam Grüß dari Fraksi Liberal juga mengritik minimnya anggaran bagi jawatan pelayanan sosial anak-anak.„BIla seorang pekerja sosial anak harus mengurus 200 an kasus, bagaimana ia  masih punya waktu untuk memeriksa setiap anak apakah anak itu baik-baik saja atau tidak?"

Setelah berbagai kasus kematian anak-anak marak terjadi di Jerman, Kanselir Jerman Angela Merkel mengangkat tema perlindungan anak menjadi salah satu agenda penting yang harus ditangani. Minggu depan ia akan mengadakan pertemuan dengan para perdana menteri negara bagian Jerman untuk menangani masalah ini

Sumber: Deutsche Welle

Sumber Foto: www.sueddeutsche.de

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Berapa Jumlah Guru Yang Tersisa?! 24 Aug 2017 13:11 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia