KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PolitikRENUNGAN: Krisis Moneter Indonesia 1998 oleh : Wahyu Barata
30-Jul-2014, 02:41 WIB


 
  KabarIndonesia - Setelah beberapa dekade terbuai oleh pertumbuhan yang sangat mengagumkan, di tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sangat hebat hingga menjadi tragedi. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Mungkin kita akan
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 
Terima Kasih dari Pengguna Jasa 28 Jul 2014 11:56 WIB

Keniscayaan 23 Jul 2014 05:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja 26 Jul 2014 23:41 WIB

Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB

 

Tewasnya Bocah-bocah di Jerman, Pancing Parlemen untuk Mau Lebih Peduli

 
HUKUM

Tewasnya Bocah-bocah di Jerman, Pancing Parlemen untuk Mau Lebih Peduli
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 15-Des-2007, 11:49:06 WIB

KabarIndonesia - Menyusul tewasnya anak-anak di jerman akibat ulah orangtuanya, Parlemen Jerman, memperdebatkan perlunya undang perlindungan anak dimasukkan dalam undang-undang dasar.

Kasus kematian bocah akibat penelantaran, penyiksaan atau pembunuhan oleh  orangtuanya sendiri yang akhir-akhir ini marak di Jerman, mendorong Parlemen Jerman untuk memperbaiki sistem perlindungan anak. Namun bagaimana bentuk realisasinya, para politisi Jerman belum mencapai kata sepakat. 

Meski demikian parlemen telah menyusun  37 poin program penanganan, antara lain memperbaiki kerjasama antara sekolah-sekolah, para dokter, polisi dan pekerja sosial untuk anak. Kini yang masih jadi perdebatan  adalah apakah perlu hak-hak anak dimasukkan dalam undang-undang dasar Jerman? 

Semua fraksi sudah sepakat, kecuali Partai Demokratik Kristen Jerman CDU dan Partai  Sosial Kristen CSU yang menolak usulan ini. Juru bicara fraksi CDU/CSU untuk urusan kebijakan keluarga, Johannes Singhammer berujar: „Sayangnya pengalaman menunjukkan, bahwa para orang tua yang mengejutkan kami dengan perilaku mereka, tidak pernah memperhatikan undang-undang dasar."

Sebuah asumsi yang bagi Diana Gloze dari Partai Kiri Jerman tidak teruji kebenarannya.:„Tuan Singhammer, apa yang anda katakan untuk menolak dimasukkannya perlindungan anak dalam undnag-undang dasar, dapat disebutkan, kita dapat menghapus saja sekalian Kitab Undang-undang Hukum Pidana, sebab menurut logika anda tidak mungkin setiap orang kejam akan membaca undang-undang dulu sebelum dia melakukan kejahatan dan berpikir saya lakukan apa tidak ya? Menurut saya itu bukanlah alasan untuk tidak memasukkan hak-hak anak-anak ke dalam undang-undang dasar."

Untuk mengubah undang-undang dasar, dibutuhkan sedikitnya dua pertiga suara dalam parlemen. Dieter Steinecke dari Fraksi Sosial Demokrat SPD, fraksi yang berinisiatif memasukkan hak-hak anak dalam undang-undang dasar berujar: „Itu kan tidak benar. Undang-undang perlindungan  hewan saja kita punya, masak  kita masih saja sibuk memperdebatkan apakah hak-hak anak sebaiknya dimasukkan atau tidak ke dalam undang-undang dasar?"

Lima bocah tewas baru-baru ini di Dary, Jerman Utara, akibat dibunuh ibunya sendiri. Disusul pengakuan seorang ibu muda yang membunuh bayinya. Sebelum itu, kasus bocah berusia lima tahun di Schwerin yang tewas akibat kelaparan, menambah daftar hitam kasus kematian anak di Jerman.

Fraksi Liberal FDP mengisyaratkan bahwa hak-hak anak sudah seharusnya dimasukkan ke undang-undang dasar. Miriam Grüß dari Fraksi Liberal juga mengritik minimnya anggaran bagi jawatan pelayanan sosial anak-anak.„BIla seorang pekerja sosial anak harus mengurus 200 an kasus, bagaimana ia  masih punya waktu untuk memeriksa setiap anak apakah anak itu baik-baik saja atau tidak?"

Setelah berbagai kasus kematian anak-anak marak terjadi di Jerman, Kanselir Jerman Angela Merkel mengangkat tema perlindungan anak menjadi salah satu agenda penting yang harus ditangani. Minggu depan ia akan mengadakan pertemuan dengan para perdana menteri negara bagian Jerman untuk menangani masalah ini

Sumber: Deutsche Welle

Sumber Foto: www.sueddeutsche.de

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Miniatur Masjid Bahan Bekasoleh : Johanes Krisnomo
25-Jul-2014, 00:40 WIB


 
  Miniatur Masjid Bahan Bekas Jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H, mengundang kreatifitas untuk membuat karya unik berupa minatur sebuah masjid dari barang-barang bekas seperti kardus, kaleng dan bola plastik. Contohnya, Rudi Iskandar (38 thn), karyawan PT. Ultrajaya di Padalarang, Bandung, menyumbangkan hasil karyanya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
PILPRES 2014: Tidak Perlu Fanatik 07 Jul 2014 19:08 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB


 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Tak Selamanya Teknologi Mahal 03 Jun 2014 09:05 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia