KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPakar Jerman Tentang Hasil Pilpres 2019: Konservatisme Bakal Makin Kuat oleh : Kabarindonesia
18-Apr-2019, 08:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin berdasarkan hitung cepat tampaknya menang jauh dalam Pilpres 2019. Apa artinya bagi perkembangan politik di Indonesia? Wawancara DW dengan pengamat Indonesia asal Jerman ,Timo Duile.

Hasil awal hitung cepat dari lima
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Pasangan Abadi 13 Apr 2019 04:16 WIB

Sepenggal Kisah dari Menoreh (2) 24 Mar 2019 06:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Muchdi Pr Akhirnya Dicokok - Tapi Ada

 
HUKUM

Muchdi Pr Akhirnya Dicokok - Tapi Ada "Dalang Lebih Tinggi"
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 21-Jun-2008, 11:36:06 WIB

Laporan: Aboeprijadi Santoso

KabarIndonesia - Masih ada "dalang lebih tinggi" dalam perencanaan pembunuhan pejuang HAM Munir, demikian LSM Kontras, menyusul penahanan Mayjen purnawirawan Muchdi Purwoprandjono sebagai tersangka. Mantan kepala BIN Jenderal Hendropriyono "harus diperiksa" tegas mantan anggota Tim Pencari Fakta TPF Kasus Munir, Asmara Nababan.

Maka "patahlah sudah mitos bahwa orang kuat tak tersentuh hukum," komentar Direktur Imparsial, Rachland Nasshidik. Muchdi, mantan Deputy V Badan Intelejen Negara BIN Bidang Penggalangan dan mantan Danjen Kopassus, tidak menyerahkan diri, melainkan ditahan, pukul 7 malam kemarin. Inilah pertama kali seorang mantan petinggi TNI diancam Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Penahanan Mayjen Muchdi Pr, tak pelak lagi, merupakan kemajuan penting dalam proses kasus pejuang HAM Munir yang tewas dalam penerbangan ke Amsterdam 7 September 2004. Namun proses Muchdi bisa alot. Juru bicara Tim Pembela Muchdi Zaenal Maarif menyambut lega bahwa Babinkum, badan pembela hukum perwira TNI, akan turun tangan. Dia bahkan membantah Muchdi menjadi telah tersangka.

Zaenal Maarif: "Lho sekarang belum boleh dikatakan sebagai apa." (Kok menyerahkan diri?) Karena jam 10 ada undangan, beliau tidak bisa datang, maka baru bisa memenuhi undangan malam ini. Nanti kita lihat dulu." (Polisi punya bukti-bukti baru untuk menetapkan dia sebagai tersangka) "Oh iya. Tetapi kan Pak Muchdi dan kita tim kan juga mempunyai beberapa hal yang menunjukkan bahwa Muchdi tidak pernah terlibat sama sekali. Babinkum juga akan ikut. Kalau Babinkum saya dengar mau turun, maka akan sama-sama kita."

Dicokok

Sambutan lega Tim Pembela Muchdi ini menarik karena Babinkum sebenarnya sudah lama tidak diikutsertakan dalam perkara hukum perwira TNI, misalnya dalam sengketa soal pemanggilan Komnas HAM. Tak jelas mengapa badan tsb kini turun. Muchdi kemarin malam dijemput di Apartemen Sahid dan menuju Mabes Polri ditemani tak kurang oleh Kabareskrim Komjen Pol. Bambang Hendarso Danuri. Juru bicara Tim Pembela, Zaenal Maarif, menyebut Muchdi "memenuhi undangan", bukan "menyerahkan diri".

Namun penjemputan Muchdi yang dikawal Brigjen Pol. Mathius Salempang menunjukkan bahwa Muchdi sebenarnya dicokok. Hendarso dan Salempang adalah dua tokoh kunci yang bekerja keras dan berjasa membongkar peranan Muchdi. Siang kemarin diketahui Muchdi masih meramaikan tampilan partai baru Gerindra, Gerakan Indonesia Raya, yang dipimpin Letjen pur. Prabowo Subijanto. Muchdi menjabat Wakil Ketua I dari kendaraan politik baru sahabatnya tersebut.

Bukti kuat

Tiga bukti kuat dianggap menyudutkan Muchdi. Pertama, hubungan telepon dengan Pollycarpus Budihari Priyanto sebanyak 41 kali seputar hari-hari kematian Munir. Kedua, pengakuan mantan Direktur Garuda Indra Setiawan bahwa dirinya diminta Muchdi mengatur agar pilot Pollycarpus ikut penerbangan yang ditumpangi Munir. Ketiga, kesaksian bawahan Muchdi, Budi Santoso, yang diminta memberi uang kepada Polly dan melakukan transaksi tersebut.

Polly akrab dengan Muchdi seperti "berpacaran," kata kalangan pegiat HAM di Kontras. Namun hingga kini keduanya membantah hal itu, bahkan Zaenal Maarif bersikukuh Muchdi tak kenal Polly. Rachland Nasshidik tertawa mendengar bantahan tsb, "itu bisa menjadi joke of the year," katanya. Yang menarik, seperti dilaporkan Tim Pencari Fakta TPF Kasus Munir, nomor telepon Muchdi di kantor adalah nomor khusus yang hanya dapat diakses orang dalam.

Polisi juga memiliki alat-alat bukti kuat termasuk daftar telepon dalam komputer Muchdi yang memuat nomor Polly. Apa pun motifnya, yang terang, Mayjen Muchdi dicopot dari jabatannya sebagai Danjen Kopassus berkat kampanye keras Munir yang mengungkap penculikan aktivis oposisi tahun 1998.

Pejabat tinggi

Maka pekerjaan rumah berikut aparat hukum adalah membuktikan apakah dan siapa pejabat tinggi lain yang terlibat. Mantan anggota TPF Kasus Munir, Asmara Nababan menyatakan Jenderal Hendropriyono harus diperiksa karena dia waktu itu Kepala BIN yang pasti, paling tidak, patut, mengetahui kasus yang melibatkan elemen-elemen BIN. "Dia harus diselidiki apa dia tahu siapa yang memerintahkan," demikian Asmara.

Di Jakarta orang tak sangsi lagi, selain Muchdi, banyak kalangan terlibat pembunuhan Munir. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dapat memetik bekal legitimasi yang penting baginya untuk pemilu dan pilpres 2009. Tapi kasus Munir yang dinilainya sebagai "ujian sejarah" ini harus tuntas lebih dulu, dan tidak berhenti pada Mayjen Muchdi Pr. 

Sumber:  Radio Nederland Wereldomroep (RNW)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Pertanyakanlah Tuhanmu (2) 18 Apr 2019 13:54 WIB

Pertanyakanlah Tuhanmu (1) 18 Apr 2019 13:52 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia