KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintahan Baru Diharapkan Lebih Perhatikan Daerah oleh : Alex Gunawan
22-Okt-2014, 19:32 WIB


 
  KabarIndonesia - Kasongan, Bupati Katingan Ahmad Yantenglie berharap di era kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla, pemerintah pusat bisa lebih memperhatikan daerah dalam hal pemerataan pembangunan. Hal itu diungkapkan Bupati di sela-sela menyaksikan pertandingan cabang Dayung Porprov X Kalteng 2014 di Sungai
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 
Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

PerlindunganNya di Bebas Hambatan 16 Okt 2014 17:30 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

SP3 Perkara Pemalsuan Tanda Tangan, Kapolres Dipraperadilankan

 
HUKUM

SP3 Perkara Pemalsuan Tanda Tangan, Kapolres Dipraperadilankan
Oleh : Agus Pambudi | 25-Jul-2008, 11:01:32 WIB

KabarIndonesia - Seorang warga Desa Bumiayu Kecamatan Wedarijaksa terpaksa mempraperadilankan Kapolres ke Pengadilan Negeri Pati. Karena Kapolres Pati telah mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara SP-3 laporan warga dengan alasan kadaluarsa.

Kapolres Pati, AKBP Hilman Thoyib terpaksa harus menghadapi gugatan perdata, berupa praperadilan Joyo Yahman, warga Desa Bumiayu Kecamatan Wedarijaksa, melalui kuasa hukumnya, Pengacara Nimerodin Gule SH, Mubasirin SH, Azam Jauhari SH, dan Sudiman SH dari Lembaga Studi Bantuan Hukum LSBH Teratai.

Menurut Pengacara Nimerodin Gule SH, yang diwawancarai KabarIndonesia, gugatan perdata praperadilan tersebut terkait dengan terbitnya Surat Penghentian Penyidikan Pekara SP-3 atas perkara dugaan pemalsuan tanda tangan, dalam akta jual beli tanah sengketa berletter C di persil 77a blok S II, oleh Tukimin, warga Desa Kajar Kecamatan Trangkil pada 29 Oktober 2003. Tapi pada 26 Juli 2005, laporan itu dihentikan oleh Polres Pati, karena alasan kadaluarsa.

Padahal berdasarkan hasil laboratories Laboratorium Kriminal Polri Cabang Semarang, waktu itu didapat bukti kesimpulan, tanda tangan Joyo Yahman dalam akte jual beli dipalsukan. Tapi anehnya pada tanggal 13 Juli 2005, Kapolres Pati mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara SP-3, yang merugikan Joyo Yahman. Sehingga dia mengambil langkah mempraperadilankan Kapolres Pati. “Dalam perspektif hukum kewenangan untuk menghentikan perkara dalam kontek kedaluarsa itu, bukan kewenangan penyidik. Tetapi kalau itu sudah terbukti kadaluarsa, karena ini masih dalam perdebatan, itu kewenangan Jaksa Penuntut Umum. Maka dengan demikian, penghentian penyidikan dari Kapolres Pati tidak syah demi hukum,” ungkapnya.

Pengacara Nimerodin Gule SH menambahkan, perkara yang dilaporkan penggugat Joyo Yahman terhadap tergugat Kapolres AKBP Hilman Thoyib, ke Polres Pati, pada tahn 2003 lalu sampai sekarang, belum kedaluarsa. Karena kedaluarsa sampai sekarang juga masih dalam perdebatan, para ahli hukum. “Teori-teori ada yang mengatakan, kedaluarsa sejak dilakukan tindak pidana, tetapi ada juga yang mengatakan sejak diketahui, oleh karena itu, tindakan Kapolres mengeluarkan SP-3, bukan dalam kapasitasnya. Sehingga kita mengajukan gugatan praperadilan, untuk menguji sejauhmana kebenaran, kevalidan, legalitas data dari SP-3 itu. Kita berharap Pengadilan mengambil keputusan yang positif,” pungkasnya.

Sidang lanjutan gugatan praperadilan ini, kembali dilanjutkan pada hari Jumat, 25 Juli 2008. Agenda sidang kedua gugatan perdata ini, mendengarkan jawaban atas gugatan dari Joyo Yahman. Jawaban Kapolres Pati, AKBP Hilman Thoyib melalui Kuasa Hukumnya, AKBP Daup Wismawati SH MSi, AKBP Endang Setyaningsih SH dari Pok Advo Bid Binkum Polda Jateng, dan Sugiaro SH dari Kan Hat Kum Bid Binkum Polda Jateng.



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mungkinkah Suami Mengasuh Anak?oleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:18 WIB


 
  Mungkinkah Suami Mengasuh Anak? Tugas istri adalah mengasuh anak, namun peluang kerja untuk pria terbatas, terkadang posisinya terbalik. Justru istri bekerja menjadi TKI di luar negeri, sementara suami mengasuh anak di rumah. Pasangan suami istri sebaiknya berbagi peran mengasuh anaknya. Misalnya ketika
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 
Muhammadiyah Kalteng Adakan Milad 21 Okt 2014 12:49 WIB

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 

 

 

 

 
Memimpin dengan Kepala dan Hati 20 Okt 2014 12:40 WIB


 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia