KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalAstra Terus Salurkan Bantuan Korban Banjir Garut oleh : Wahyu Ari Wicaksono
27-Sep-2016, 11:45 WIB


 
 
Astra Terus Salurkan Bantuan Korban Banjir Garut
KabarIndonesia-Garut, Merespon bencana banjir bandang yang melanda Garut, sejak tanggal 23 September lalu, Tim Search and Rescue (SAR) Astra telah diberangkatkan ke wilayah yang terkena banjir bandang bersama Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI dan relawan lainnya untuk membantu proses evakuasi
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Lowongan Desain Grafis Freelance 11 Jul 2016 15:53 WIB

 
Sebelum Semua Berlalu 23 Sep 2016 09:49 WIB

Pena Siang 30 Aug 2016 19:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Fan Elvis Sejak Balita 16 Sep 2016 05:59 WIB


 

 
 
HUKUM

Pasal 214 UU Pemilu Bertentangan dengan UUD 1945
Oleh : Zohiri Kadir | 24-Des-2008, 21:46:34 WIB

Kabarindonesia. Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan akhirnya menyatakan Pasal 214 huruf a, b, c, d, dan e Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (UU Pemilu) bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 (UUD 1945).

Perkara No. 22/PUU-VI/2008 yang dimohonkan oleh Muhammad Sholeh, calon anggota DPR Jawa Timur periode 2009-2014 untuk daerah pemilihan satu Surabaya-Sidoarjo dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Pemohon juga meminta MK menyatakan Pasal 55 ayat (2) dan Pasal 214 huruf a, b, c, d, e UU a quo bertentangan dengan Pasal 27 ayat (1), Pasal 28D ayat (1), Pasal 28D ayat (3), dan Pasal 28I ayat (2) UUD 1945. Namun permohonan terhadap pasal 55 ayat 2 ini ditolak MK, karena sudah sesuai dengan perkembangan.

Menurut Mahkamah, ketentuan Pasal 214 UU a quo yang menentukan bahwa calon terpilih adalah calon yang mendapat di atas 30 persen dari BPP, atau menempati nomor urut lebih kecil, jika tidak ada yang memperoleh 30 persen dari BPP, atau yang menempati nomor urut lebih kecil jika yang memperoleh 30 persen dari BPP lebih dari jumlah kursi proporsional yang diperoleh suatu partai politik peserta pemilu adalah inkonstitusional, karena bertentangan dengan makna substantif kedaulatan rakyat sebagaimana telah diuraikan di atas dan dikualifisir bertentangan dengan prinsip keadilan sebagaimana diatur dalam Pasal 28D ayat (1) UUD 1945.

Hal tersebut, menurut MK, merupakan pelanggaran atas kedaulatan rakyat jika kehendak rakyat yang tergambar dari pilihan mereka tidak diindahkan dalam penetapan anggota legislatif. Akan benar-benar melanggar kedaulatan rakyat dan keadilan, jika ada dua orang calon yang mendapatkan suara yang jauh berbeda secara ekstrem, terpaksa calon yang mendapat suara banyak dikalahkan oleh calon yang mendapat suara kecil karena yang mendapat suara kecil nomor urutnya lebih kecil.

Dilihat dari dimensi keadilan dalam pembangunan politik, pada saat ini Indonesia telah menganut sistem pemilihan langsung untuk Presiden dan Wakil Presiden, DPD, Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, sehingga menjadi adil pula jika pemilihan anggota DPR atau DPRD juga bersifat langsung memilih orang tanpa mengurangi hak-hak politik partai politik, sehingga setiap calon anggota legislatif dapat menjadi anggota legislatif pada semua tingkatan (zohiri)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com
 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Orasi Warga Desa Kuyunoleh : Muhammad Zakaria
03-Sep-2016, 21:44 WIB


 
  Orasi Warga Desa Kuyun Sejumlah warga Desa Kuyun, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah berorasi di halaman gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPRK) setempat. Warga meminta agar anggota dewan mengusut Kepala Desa beserta perangkatnya yang diduga telah melakukakan korupsi terhadap dana desa ratusan juta rupiah
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Pancasila, Ideologi Terbuka 23 Sep 2016 09:52 WIB

 

 
 

 
GIIAS Hadirkan Kemewahan Otomotif 12 Aug 2016 11:56 WIB


 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 
Sungai Citarum Sakit Keras 07 Aug 2016 10:09 WIB


 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia