KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupWALHI: Kabinet Jokowi, Tempatkan Lingkungan Hidup di Bidang Kelas Kedua oleh : Wahyu Ari Wicaksono
25-Okt-2014, 09:55 WIB


 
 
WALHI: Kabinet Jokowi, Tempatkan Lingkungan Hidup di Bidang Kelas Kedua
KabarIndonesia - Sejak pelantikan 20 Oktober 2014, rakyat Indonesia menunggu dengan bersemangat pengumuman kabinet presiden Jokowi. Pengumuman ini tentunya membawa pesan harapan akan adanya    Pemerintahan yang
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 
Tak Datang 23 Okt 2014 17:37 WIB

Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
HUKUM

Panitia dan Kepala Dinas, Saksi Kasus Kakao
Oleh : Tumpak Abdurrahman S | 01-Sep-2009, 01:06:53 WIB

KabarIndonesia - Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan kakao tahun anggaran 2005 kembali digelar di Pengadilan Negeri Sawahlunto Senin (31/8). Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dengan nilai kerugian negara sekitar Rp 900 juta itu diagendakan untuk pemeriksaan saksi.

Menurut salah seorang Jaksa Penuntut, Doddy Taufik, saksi yang akan diajukan pada persidangan hari ini adalah sebanyak 5 orang yang terlibat dalam keputusan Panitia Pengadaan atau Pelelangan. Di antaranya, Delfitri, Henni Halil, dan Delfi Makmur. Selain itu, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan, H. Irsal, juga bakal dipanggil sebagai saksi.

“Proses persidangan untuk menindaklanjuti penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan 450 ribu batang bibit kakao. Kemungkinan munculnya tersangka baru masih tetap terbuka dari keterangan saksi di persidangan nanti,” kata Doddy.

Sidang ini dipimpin Hakim Abdul Bari A Rahim, Deka Diana dan Andi Hendrawan. Sementara, Jaksa Penuntut Umum adalah Yunizal J dan Doddy Taufik.

Tersangka dalam kasus itu adalah dua mantan pejabat pada Dinas Pertanian. Yaitu, Nasrun Bakar sebagai panitia pelelangan dan Yasman sebagai pemimpin kegiatan. Dalam persidangan, tersangka akan didampingi pengacaranya, Elfia Rita Dewi.

Modus dugaan korupsi pengadaan bibit kakao yang dilakukan adalah melalui penunjukan langsung terhadap 16 rekanan tanpa tender. Kerugian diperkirakan Rp 900 juta karena bibit kakao yang disebarkan ke petani itu banyak yang mati.

Selain itu, pengadaan bibit kakao tidak memenuhi spesifikasi sesuai aturan Dirjen Perkebunan tahun 2007. Sesuai aturan Dirjen, spesifikasi untuk bibit kakao yang akan disebarkan ke petani itu minimal berdaun 10 baru layak sebar agar tidak rentan mati. Namun, dalam kasus itu, kakao yang dibagikan kepada petani baru berdaun 5 helai.

Sidang sebelumnya juga dengan agenda pemeriksaan saksi yaitu 4 orang kepala UPT pertanian kecamatan dan mantan pegawai Dinas Pertanian Sawahlunto, Bustamam.(*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/  
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com  
Berita besar hari ini...!!!
Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com/
 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mungkinkah Suami Mengasuh Anak?oleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:18 WIB


 
  Mungkinkah Suami Mengasuh Anak? Tugas istri adalah mengasuh anak, namun peluang kerja untuk pria terbatas, terkadang posisinya terbalik. Justru istri bekerja menjadi TKI di luar negeri, sementara suami mengasuh anak di rumah. Pasangan suami istri sebaiknya berbagi peran mengasuh anaknya. Misalnya ketika
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 
Papua Kalahkan Sumut 24 Okt 2014 11:23 WIB


 

 

 

 
Memimpin dengan Kepala dan Hati 20 Okt 2014 12:40 WIB


 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia