KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKota Pintar akan Ciptakan Peluang Besar, Bagaimana dengan Indonesia? oleh : Rohmah Sugiarti
20-Mei-2017, 05:04 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sejumlah negara di dunia, menerapkan kemajuan teknologi informasi pada proses adaptasi untuk melahirkan model pendekatan pembangunan yang relatif baru yang disebut Kota Pintar (Smart City).

Kota Pintar didesain mampu meningkatkan produktivitas manusia yang tinggal di dalamnya,
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Nantikanlah Kedatanganku 25 Apr 2017 23:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
HUKUM

Panitia dan Kepala Dinas, Saksi Kasus Kakao
Oleh : Tumpak Abdurrahman S | 01-Sep-2009, 01:06:53 WIB

KabarIndonesia - Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan kakao tahun anggaran 2005 kembali digelar di Pengadilan Negeri Sawahlunto Senin (31/8). Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dengan nilai kerugian negara sekitar Rp 900 juta itu diagendakan untuk pemeriksaan saksi.

Menurut salah seorang Jaksa Penuntut, Doddy Taufik, saksi yang akan diajukan pada persidangan hari ini adalah sebanyak 5 orang yang terlibat dalam keputusan Panitia Pengadaan atau Pelelangan. Di antaranya, Delfitri, Henni Halil, dan Delfi Makmur. Selain itu, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan, H. Irsal, juga bakal dipanggil sebagai saksi.

“Proses persidangan untuk menindaklanjuti penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan 450 ribu batang bibit kakao. Kemungkinan munculnya tersangka baru masih tetap terbuka dari keterangan saksi di persidangan nanti,” kata Doddy.

Sidang ini dipimpin Hakim Abdul Bari A Rahim, Deka Diana dan Andi Hendrawan. Sementara, Jaksa Penuntut Umum adalah Yunizal J dan Doddy Taufik.

Tersangka dalam kasus itu adalah dua mantan pejabat pada Dinas Pertanian. Yaitu, Nasrun Bakar sebagai panitia pelelangan dan Yasman sebagai pemimpin kegiatan. Dalam persidangan, tersangka akan didampingi pengacaranya, Elfia Rita Dewi.

Modus dugaan korupsi pengadaan bibit kakao yang dilakukan adalah melalui penunjukan langsung terhadap 16 rekanan tanpa tender. Kerugian diperkirakan Rp 900 juta karena bibit kakao yang disebarkan ke petani itu banyak yang mati.

Selain itu, pengadaan bibit kakao tidak memenuhi spesifikasi sesuai aturan Dirjen Perkebunan tahun 2007. Sesuai aturan Dirjen, spesifikasi untuk bibit kakao yang akan disebarkan ke petani itu minimal berdaun 10 baru layak sebar agar tidak rentan mati. Namun, dalam kasus itu, kakao yang dibagikan kepada petani baru berdaun 5 helai.

Sidang sebelumnya juga dengan agenda pemeriksaan saksi yaitu 4 orang kepala UPT pertanian kecamatan dan mantan pegawai Dinas Pertanian Sawahlunto, Bustamam.(*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/  
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com  
Berita besar hari ini...!!!
Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com/
 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Gubernur Babel Yakin Ada Pemenang SIA dari Babeloleh : Rohmah Sugiarti
17-Mei-2017, 12:26 WIB


 
  Gubernur Babel Yakin Ada Pemenang SIA dari Babel Gubernur Babel Erzaldi Rosman (berdiri) menyemangati peserta Bincang Inspiratif SATU Indonesia Awards 2017 didampingi Dosen Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana UI Emil Salim (kedua kiri) dan Wamen Diknas RI 2010-2012 Fasli Jalal (ketiga kanan), Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2013 Hardinisa
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia