KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
InternasionalGaruda Indonesia menerima "Passenger Airline of the Year Award - Antarbenua" oleh : Kabarindonesia
29-Mar-2015, 18:41 WIB


 
 
Garuda Indonesia menerima
KabarIndonesia - Schiphol - Belanda
Pada tanggal 26 Maret 2015 yang lampau Schiphol (Belanda) telah memberikan berbagai
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Kerja di Bawah Panas 24 Mar 2015 00:41 WIB

Kepada Machfud Azhari SE 23 Mar 2015 05:23 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Sepenggal Kisah Menuju Ambarawa 20 Mar 2015 14:38 WIB

 
 
HUKUM

Panitia dan Kepala Dinas, Saksi Kasus Kakao
Oleh : Tumpak Abdurrahman S | 01-Sep-2009, 01:06:53 WIB

KabarIndonesia - Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan kakao tahun anggaran 2005 kembali digelar di Pengadilan Negeri Sawahlunto Senin (31/8). Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dengan nilai kerugian negara sekitar Rp 900 juta itu diagendakan untuk pemeriksaan saksi.

Menurut salah seorang Jaksa Penuntut, Doddy Taufik, saksi yang akan diajukan pada persidangan hari ini adalah sebanyak 5 orang yang terlibat dalam keputusan Panitia Pengadaan atau Pelelangan. Di antaranya, Delfitri, Henni Halil, dan Delfi Makmur. Selain itu, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan, H. Irsal, juga bakal dipanggil sebagai saksi.

“Proses persidangan untuk menindaklanjuti penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan 450 ribu batang bibit kakao. Kemungkinan munculnya tersangka baru masih tetap terbuka dari keterangan saksi di persidangan nanti,” kata Doddy.

Sidang ini dipimpin Hakim Abdul Bari A Rahim, Deka Diana dan Andi Hendrawan. Sementara, Jaksa Penuntut Umum adalah Yunizal J dan Doddy Taufik.

Tersangka dalam kasus itu adalah dua mantan pejabat pada Dinas Pertanian. Yaitu, Nasrun Bakar sebagai panitia pelelangan dan Yasman sebagai pemimpin kegiatan. Dalam persidangan, tersangka akan didampingi pengacaranya, Elfia Rita Dewi.

Modus dugaan korupsi pengadaan bibit kakao yang dilakukan adalah melalui penunjukan langsung terhadap 16 rekanan tanpa tender. Kerugian diperkirakan Rp 900 juta karena bibit kakao yang disebarkan ke petani itu banyak yang mati.

Selain itu, pengadaan bibit kakao tidak memenuhi spesifikasi sesuai aturan Dirjen Perkebunan tahun 2007. Sesuai aturan Dirjen, spesifikasi untuk bibit kakao yang akan disebarkan ke petani itu minimal berdaun 10 baru layak sebar agar tidak rentan mati. Namun, dalam kasus itu, kakao yang dibagikan kepada petani baru berdaun 5 helai.

Sidang sebelumnya juga dengan agenda pemeriksaan saksi yaitu 4 orang kepala UPT pertanian kecamatan dan mantan pegawai Dinas Pertanian Sawahlunto, Bustamam.(*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/  
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com  
Berita besar hari ini...!!!
Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com/
 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Ngampar Boekoeoleh : Johanes Krisnomo
22-Mar-2015, 21:44 WIB


 
  Ngampar Boekoe Sepintas, gelaran buku di Taman Pemkot Cimahi nampak seperti jualan buku bacaan, Minggu (22/03/15). Nyatanya berbeda, buku gratis dibaca, di antara lalu-lalang orang-orang yang bersantai menikmati segarnya udara pagi. Dengan jumlah buku yang sangat terbatas, beberapa anak-anak muda, mendirikan sebuah
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Kritik Pendidikan Gaya Bank 24 Mar 2015 00:37 WIB

Game dan Masa Depan 22 Mar 2015 01:25 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Ginjal Sehat Untuk Semua 19 Mar 2015 11:52 WIB

 
Rambu Car Free Day Di Bogor 06 Mar 2015 21:06 WIB

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia